alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Ada Berbagai Ritual Hindu di Gunung dan Laut

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kehidupan ritual umat Hindu di Bali sejak dulu sangat erat kaitannya dengan gunung dan laut. Ada sejumlah ritual yang terungkap dalam pustaka suci Hindu, dengan pelaksanaannya di gunung maupun di laut.

Dosen Penerangan Agama Hindu, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Nyoman Ariyoga menyebutkan, ritual yang pelaksanannya di laut di antaranya upacara Melasti yang kerap dilaksanakan saat Sasih Kesanga. Dalam Naskah Lontar Sundarigama, Melasti bertujuan untuk mensucikan pralingga Ida Bhatara menjelang Catur Brata Penyepian.

Sedangkan kedudukan gunung dan laut  dalam upacara Pitra Yadnya sangat penting. Di Bali khususnya bagi umat Hindu Upacara Pitra Yadnya lebih dikenal dengan sebutan upacara Memukur atau Atma Wedana.

Upacara Mamukur merupakan kelanjutan dari upacara Ngaben. Upacara Ngaben bertujuan untuk melepaskan atma dari ikatan unsur Panca Mahabhuta seperti Akasa, Bayu, Teja, Apah, Pertiwi. Sedangkan Memukur untuk melepaskan roh (atma) dari ikatan unsur Panca Tanmatra atau Sabdha, Sparsa, Rasa, Rupa, Gandha.

Dalam Lontar Wrhaspati Tattwa dilukiskan keadaan roh (atma) setelah meninggalkan badan wadagnya masih dibelenggu oleh unsur Panca Tanmatra. Tujuan Mamukur untuk meningkatkan status kesucian roh (atma) menuju alam kedewataan.

Beberapa hari setelah Mamukur itu, biasanya dilaksanakan untuk melaksanakan Nyegara Gunung sebagai permakluman kehadapan Sang Hyang Widhi bahwa Pitra (Atma) yang diupacarai itu telah mencapai alam kedewataan agar diberi waranugraha.

“Upacara Nyegara Gunung biasanya dilaksanakan pada Pura Kahyangan Jagat yang terletak di tepi pantai dan yang berada di pegunungan. Inilah yang menyebabkan, mengapa umat Hindu di Bali sangat menghormati gunung dan laut,” pungkasnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Kehidupan ritual umat Hindu di Bali sejak dulu sangat erat kaitannya dengan gunung dan laut. Ada sejumlah ritual yang terungkap dalam pustaka suci Hindu, dengan pelaksanaannya di gunung maupun di laut.

Dosen Penerangan Agama Hindu, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Nyoman Ariyoga menyebutkan, ritual yang pelaksanannya di laut di antaranya upacara Melasti yang kerap dilaksanakan saat Sasih Kesanga. Dalam Naskah Lontar Sundarigama, Melasti bertujuan untuk mensucikan pralingga Ida Bhatara menjelang Catur Brata Penyepian.

Sedangkan kedudukan gunung dan laut  dalam upacara Pitra Yadnya sangat penting. Di Bali khususnya bagi umat Hindu Upacara Pitra Yadnya lebih dikenal dengan sebutan upacara Memukur atau Atma Wedana.

Upacara Mamukur merupakan kelanjutan dari upacara Ngaben. Upacara Ngaben bertujuan untuk melepaskan atma dari ikatan unsur Panca Mahabhuta seperti Akasa, Bayu, Teja, Apah, Pertiwi. Sedangkan Memukur untuk melepaskan roh (atma) dari ikatan unsur Panca Tanmatra atau Sabdha, Sparsa, Rasa, Rupa, Gandha.

Dalam Lontar Wrhaspati Tattwa dilukiskan keadaan roh (atma) setelah meninggalkan badan wadagnya masih dibelenggu oleh unsur Panca Tanmatra. Tujuan Mamukur untuk meningkatkan status kesucian roh (atma) menuju alam kedewataan.

Beberapa hari setelah Mamukur itu, biasanya dilaksanakan untuk melaksanakan Nyegara Gunung sebagai permakluman kehadapan Sang Hyang Widhi bahwa Pitra (Atma) yang diupacarai itu telah mencapai alam kedewataan agar diberi waranugraha.

“Upacara Nyegara Gunung biasanya dilaksanakan pada Pura Kahyangan Jagat yang terletak di tepi pantai dan yang berada di pegunungan. Inilah yang menyebabkan, mengapa umat Hindu di Bali sangat menghormati gunung dan laut,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/