alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Minyak VCO Jadi Obat Tradisional, dari soal Kencangkan Kulit hingga Stroke

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pengobatan tradisional dengan sarana minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) rupanya terus mengalami tren positif. Tak hanya bisa dijadikan minyak balur untuk merawat kulit, produksi minyak VCO ini juga bisa diminum, dan diyakini dapat mencegah penyakit kanker, jantung, stroke hingga mencegah kolesterol.

Salah satu produsen minyak VCO dapat ditemukan di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Proses produksinya masih skala rumahan, dan dilakukan dengan cara-cara yang masih manual dan tradisional.

Seperti diungkapkan I Ketut Sumayana. Pria ini sudah menjadi perajin VCO sejak 2015 lalu. Ia terdorong untuk memanfaatkan buah kelapa yang berlimpah, lantaran Kecamatan Tejakula menjadi kawasan penghasil buah kelapa. Kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Jumat (11/3),

Sumayana yang juga pendiri Bali Pure menceritakan, awalnya ia bersama sejumlah karyawannya berminat untuk mengembangkan lengis tandusan (minyak tandusan) yang diperolehnya berasal dari Desa Sembiran.

Ide pembuatan minyak tandusan ini muncul lantaran banyak kelapa hanya dikirim ke Jawa tanpa ada proses pengolahan, sehingga tidak memiliki nilai ekonomi lebih. “Kami membuat minyak tandusan. Namun segmentasinya sangat sempit. Sehingga kami mulai bermanuver dengan memproduksi minyak kelapa murni atau VCO,” ujar pria berusia 33 tahun ini.

Setelah mengetahui manfaat kesehatan dari minyak VCO, ia pun bertekad untuk mengembangkan dan memproduksinya dalam skala rumah tangga. Sumayana kemudian berkolaborasi dengan petani sekitar, untuk bahan baku dan diolah secara tradisional.

Ada sejumlah tahapan yang dilakukan untuk bisa memproduksi minyak VCO. Diawali dengan pemilihan bahan baku buah kelapa yang berkualitas. Standarisasinya, buah kelapa kondisi buahnya harus sudah tua. Buah harus disortir untuk mengantisipasi agar tidak ada buah yang bertunas dan menghindari buah yang pecah atau busuk.

Tahapan selanjutnya, buah kelapa dikupas, dicuci, lalu diparut. Kemudian diperas secara manual, sampai didapatkan santan. Lalu difermentasi secara natural. “Jadi tidak ada proses pemanasan dan penambahan bahan kimia. Setelah difermentasi satu malam, kemudian di pagi hari diambil minyaknya lalu disaring,” paparnya.

Untuk menghasilkan minyak murni, membutuhkan waktu sampai 8 hari. Dengan rincian, 1 hari untuk proses produksi, kemudian 7 hari untuk proses penyaringan. Baru minyak siap dikemas dan diedarkan.

Agar bisa menghasilkan satu liter minyak murni, Sumayana membutuhkan 10 buah kelapa. “Jadi perbandingannya satu berbanding sepuluh. Artinya 10 butir kelapa menghasilkan 1 liter VCO. Tidak ada bahan tambahan, kecuali air bersih saat proses pemerasan santan,” katanya.

Dalam sebulan, Bali Pure sebut Sumayana, mampu menghasilkan 5 ribu liter minyak VCO. Bahkan, tahun lalu sempat ada permintaan dari Rusia sampai 12 ribu liter per bulan. Namun, karena kapasitas produksinya baru mencapai 5 ribu liter, permintaan dari Negeri Beruang Merah itu pun terpaksa dibatalkan.

Meski diolah secara tradisional, Sumayana memastikan jika minyak kelapa murni yang dihasilkannya sudah melewati uji lab tahun 2016 dan tahun 2021. “Hasilnya sudah keluar dari Balai Besar Agro Bogor. Kami lakukan karena permintaan yang tinggi,” paparnya.

Khasiat dari minyak VCO bukan isapan jempol belaka. Meski masih dianggap sebagai pengobatan tradisional, namun manfaatnya sudah banyak yang merasakan dari keampuhan minyak kelapa murni ini.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengonsumsi minyak murni ini. Bisa dijadikan sebagai bahan masakan. Bisa juga dinikmati sebagai pengganti minyak salad. Namun, yang paling sering digunakan adalah sebagai minyak balur atau minyak urut dalam pengobatan tradisional.

Sumayana mengatakan, minyak VCO dapat dibalurkan pada bagian badan yang pegal dan sakit. Tak jarang pula, minyak VCO ini dijadikan sebagai sarana pengobatan pijat atau massage yang sangat diminati oleh wisatawan. “Makanya hotel-hotel, Spa memilih minyak VCO untuk massage melayani tamu, karena khasiatnya sudah terbukti,” akunya.

Minyak VCO juga mampu ‘membunuh’ jamur penyebab iritasi kulit, mengobati batuk, meluruhkan kolesterol darah, mengobati kanker, stroke dan meredakan asam lambung. Di samping itu kandungan Asam laurat yang tinggi dalam VCO menyebabkan minyak ini dapat berfungsi sebagai antivirus, antibakteri dan antiprotozoa.

Ada banyak testimoni yang sudah mengonsumsi minyak VCO. Ia menyebut, testimoni itu datang dari ibu hamil. Diyakini, dengan mengonsumsi minyak VCO dapat membuat kulitnya lebih halus, ‘stretch mark’ berkurang di bagian perut, padahal pasca mengalami persalinan.

Produk turunan dari VCO yang dihasilkannya pun juga cukup beragam. Seperti sabun VCO, body oil. Semuanya memiliki pangsa pasar sendiri. Namun, produk yang paling laris didominasi oleh minyak VCO.

Sebelum pandemi, omset yang dihasilkan dari minyak VCO dalam sebulan mencapai Rp 100 juta. Namun, setelah pandemi, omsetnya anjlok di kisaran Rp 10-20 juta. “Kami dibantu oleh 14 orang karyawan yang sudah sejak 2015 bekerja,” pungkasnya.

 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pengobatan tradisional dengan sarana minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) rupanya terus mengalami tren positif. Tak hanya bisa dijadikan minyak balur untuk merawat kulit, produksi minyak VCO ini juga bisa diminum, dan diyakini dapat mencegah penyakit kanker, jantung, stroke hingga mencegah kolesterol.

Salah satu produsen minyak VCO dapat ditemukan di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Proses produksinya masih skala rumahan, dan dilakukan dengan cara-cara yang masih manual dan tradisional.

Seperti diungkapkan I Ketut Sumayana. Pria ini sudah menjadi perajin VCO sejak 2015 lalu. Ia terdorong untuk memanfaatkan buah kelapa yang berlimpah, lantaran Kecamatan Tejakula menjadi kawasan penghasil buah kelapa. Kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Jumat (11/3),

Sumayana yang juga pendiri Bali Pure menceritakan, awalnya ia bersama sejumlah karyawannya berminat untuk mengembangkan lengis tandusan (minyak tandusan) yang diperolehnya berasal dari Desa Sembiran.

Ide pembuatan minyak tandusan ini muncul lantaran banyak kelapa hanya dikirim ke Jawa tanpa ada proses pengolahan, sehingga tidak memiliki nilai ekonomi lebih. “Kami membuat minyak tandusan. Namun segmentasinya sangat sempit. Sehingga kami mulai bermanuver dengan memproduksi minyak kelapa murni atau VCO,” ujar pria berusia 33 tahun ini.

Setelah mengetahui manfaat kesehatan dari minyak VCO, ia pun bertekad untuk mengembangkan dan memproduksinya dalam skala rumah tangga. Sumayana kemudian berkolaborasi dengan petani sekitar, untuk bahan baku dan diolah secara tradisional.

Ada sejumlah tahapan yang dilakukan untuk bisa memproduksi minyak VCO. Diawali dengan pemilihan bahan baku buah kelapa yang berkualitas. Standarisasinya, buah kelapa kondisi buahnya harus sudah tua. Buah harus disortir untuk mengantisipasi agar tidak ada buah yang bertunas dan menghindari buah yang pecah atau busuk.

Tahapan selanjutnya, buah kelapa dikupas, dicuci, lalu diparut. Kemudian diperas secara manual, sampai didapatkan santan. Lalu difermentasi secara natural. “Jadi tidak ada proses pemanasan dan penambahan bahan kimia. Setelah difermentasi satu malam, kemudian di pagi hari diambil minyaknya lalu disaring,” paparnya.

Untuk menghasilkan minyak murni, membutuhkan waktu sampai 8 hari. Dengan rincian, 1 hari untuk proses produksi, kemudian 7 hari untuk proses penyaringan. Baru minyak siap dikemas dan diedarkan.

Agar bisa menghasilkan satu liter minyak murni, Sumayana membutuhkan 10 buah kelapa. “Jadi perbandingannya satu berbanding sepuluh. Artinya 10 butir kelapa menghasilkan 1 liter VCO. Tidak ada bahan tambahan, kecuali air bersih saat proses pemerasan santan,” katanya.

Dalam sebulan, Bali Pure sebut Sumayana, mampu menghasilkan 5 ribu liter minyak VCO. Bahkan, tahun lalu sempat ada permintaan dari Rusia sampai 12 ribu liter per bulan. Namun, karena kapasitas produksinya baru mencapai 5 ribu liter, permintaan dari Negeri Beruang Merah itu pun terpaksa dibatalkan.

Meski diolah secara tradisional, Sumayana memastikan jika minyak kelapa murni yang dihasilkannya sudah melewati uji lab tahun 2016 dan tahun 2021. “Hasilnya sudah keluar dari Balai Besar Agro Bogor. Kami lakukan karena permintaan yang tinggi,” paparnya.

Khasiat dari minyak VCO bukan isapan jempol belaka. Meski masih dianggap sebagai pengobatan tradisional, namun manfaatnya sudah banyak yang merasakan dari keampuhan minyak kelapa murni ini.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengonsumsi minyak murni ini. Bisa dijadikan sebagai bahan masakan. Bisa juga dinikmati sebagai pengganti minyak salad. Namun, yang paling sering digunakan adalah sebagai minyak balur atau minyak urut dalam pengobatan tradisional.

Sumayana mengatakan, minyak VCO dapat dibalurkan pada bagian badan yang pegal dan sakit. Tak jarang pula, minyak VCO ini dijadikan sebagai sarana pengobatan pijat atau massage yang sangat diminati oleh wisatawan. “Makanya hotel-hotel, Spa memilih minyak VCO untuk massage melayani tamu, karena khasiatnya sudah terbukti,” akunya.

Minyak VCO juga mampu ‘membunuh’ jamur penyebab iritasi kulit, mengobati batuk, meluruhkan kolesterol darah, mengobati kanker, stroke dan meredakan asam lambung. Di samping itu kandungan Asam laurat yang tinggi dalam VCO menyebabkan minyak ini dapat berfungsi sebagai antivirus, antibakteri dan antiprotozoa.

Ada banyak testimoni yang sudah mengonsumsi minyak VCO. Ia menyebut, testimoni itu datang dari ibu hamil. Diyakini, dengan mengonsumsi minyak VCO dapat membuat kulitnya lebih halus, ‘stretch mark’ berkurang di bagian perut, padahal pasca mengalami persalinan.

Produk turunan dari VCO yang dihasilkannya pun juga cukup beragam. Seperti sabun VCO, body oil. Semuanya memiliki pangsa pasar sendiri. Namun, produk yang paling laris didominasi oleh minyak VCO.

Sebelum pandemi, omset yang dihasilkan dari minyak VCO dalam sebulan mencapai Rp 100 juta. Namun, setelah pandemi, omsetnya anjlok di kisaran Rp 10-20 juta. “Kami dibantu oleh 14 orang karyawan yang sudah sejak 2015 bekerja,” pungkasnya.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/