alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Mecaru Mejaga Jaga, Sapi Ditebas Pemangku Khusus

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Pelaksanaan ritual Mecaru Menjaga Jaga di Desa Adat Besang Kawan Tohjiwa, Kelurahan Semarapura Kaja, Klungkung selalu jadi pusat perhatian masyarakat luas. Sebab tradisi yang digelar pada Tilem Sasih Karo diwarnai aksi mengarak sapi sebagai sarana upacaranya.

Tidak hanya mengarak sapi ke setiap batas desa. Darah sapi juga dipakai untuk melengkapi prosesi. Rupanya, tidak sembarang orang bisa menebas sapi itu agar mendapatkan ceceran darahnya. Hanya bisa dilakukan oleh pemangku. Yakni mangku Catus Pata dan Prajapati.

Bahkan para pemangku telah laksanakan ketentuan itu turun-temurun. Lalu kelak akan dilanjutkan generasi penerus yang diambil dari garis keturunan. “Jadi pemangku di desa ini berdasarkan garis keturunan. Kecuali prajuru desa yang diambil melalui pemilihan. Dua pemangku ini yang khusus saat mecaru,” ujar Bandesa Besang Kawan Tohjiwa, I Wayan Sulendra.

Sulendra menjelaskan, ritual Mecaru Mejaga Jaga digelar sebagai simbol pembersihan desa dari hal negatif, sekala dan niskala. Ini ditandai ritual mengarak seekor sapi. Beberapa upacara juga digelar di beberapa tempat. Dimulai dari catus pata, kemudian diarak ke utara desa menuju jaba Pura Puseh. “Sapi ditebas di bagian pantat untuk mendapat ceceran darahnya,” katanya.

Usai upacara di dekat perbatasan desa dengan Desa Akah, sapi kembali diarak ke selatan, timur, lalu arah barat. Masing-masing ada ritual yang digelar di jaba Pura Dalem, dan Pura Prajapati. Usai pengarakan terakhir, sapi kembali digiring ke Catus Pata untuk dipotong dijadikan caru.

Menurut Sulendra, tradisi yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2021 lalu oleh Kemendikbud itu ditunggu-tunggu warga luar Klungkung. Katanya banyak yang memanfaatkan ceceran darah sapi sebagai penetralisir. Bahkan dipercayai sembuhkan ragam penyakit niskala. Ada yang oleskan darah itu di beberapa bagian tubuh. Terutama wajah. “Seperti jadi rebutan,” imbuh Sulendra.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Pelaksanaan ritual Mecaru Menjaga Jaga di Desa Adat Besang Kawan Tohjiwa, Kelurahan Semarapura Kaja, Klungkung selalu jadi pusat perhatian masyarakat luas. Sebab tradisi yang digelar pada Tilem Sasih Karo diwarnai aksi mengarak sapi sebagai sarana upacaranya.

Tidak hanya mengarak sapi ke setiap batas desa. Darah sapi juga dipakai untuk melengkapi prosesi. Rupanya, tidak sembarang orang bisa menebas sapi itu agar mendapatkan ceceran darahnya. Hanya bisa dilakukan oleh pemangku. Yakni mangku Catus Pata dan Prajapati.

Bahkan para pemangku telah laksanakan ketentuan itu turun-temurun. Lalu kelak akan dilanjutkan generasi penerus yang diambil dari garis keturunan. “Jadi pemangku di desa ini berdasarkan garis keturunan. Kecuali prajuru desa yang diambil melalui pemilihan. Dua pemangku ini yang khusus saat mecaru,” ujar Bandesa Besang Kawan Tohjiwa, I Wayan Sulendra.

Sulendra menjelaskan, ritual Mecaru Mejaga Jaga digelar sebagai simbol pembersihan desa dari hal negatif, sekala dan niskala. Ini ditandai ritual mengarak seekor sapi. Beberapa upacara juga digelar di beberapa tempat. Dimulai dari catus pata, kemudian diarak ke utara desa menuju jaba Pura Puseh. “Sapi ditebas di bagian pantat untuk mendapat ceceran darahnya,” katanya.

Usai upacara di dekat perbatasan desa dengan Desa Akah, sapi kembali diarak ke selatan, timur, lalu arah barat. Masing-masing ada ritual yang digelar di jaba Pura Dalem, dan Pura Prajapati. Usai pengarakan terakhir, sapi kembali digiring ke Catus Pata untuk dipotong dijadikan caru.

Menurut Sulendra, tradisi yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 2021 lalu oleh Kemendikbud itu ditunggu-tunggu warga luar Klungkung. Katanya banyak yang memanfaatkan ceceran darah sapi sebagai penetralisir. Bahkan dipercayai sembuhkan ragam penyakit niskala. Ada yang oleskan darah itu di beberapa bagian tubuh. Terutama wajah. “Seperti jadi rebutan,” imbuh Sulendra.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/