alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Pawai Pesta Kesenian Bali, Bangli Suguhkan Ritual Mlasti

BANGLI, BALI EXPRESS- Pemkab Bangli siap mengikuti pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) yang digelar secara langsung Juni mendatang. Pemerintah setempat memastikan bahwa Bangli akan menyuguhkan ritual Mlasti. Ratusan orang akan terlibat dalam pawai tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta mengatakan, Bangli memilih ritual Mlasti tidak terlepas dari tema yang telah ditetapkan Pemprov Bali, yaitu ‘Danu Kerthi-Huluning Amreta’ yang berarti memuliakan air.

Berangkat dari tema tersebut, Bangli akhirnya menyuguhkan ritual Mlasti. Mlasti, sebut Sugiarta, merupakan upacara hampir di semua desa di Bangli, baik itu karena ada pujawali di pura tertentu atau karena hal lain.

Selain itu, lanjut Sugiarta, pertimbangan lain memilih ritual Mlasti saat pawai PKB karena keputusan pawai bisa disaksikan secara langsung sangat mendesak. Anggarannya tidak dirancang pada APBD 2022. Dinas setempat harus menggeser anggaran kegiatan lain, sehingga bisa disiapkan anggaran Rp 75 juta.

Melihat anggaran yang terbatas dan waktu yang mepet, Disparbud harus selektif menentukan materi pawai. Banyak hal yang harus dipertimbangkan supaya anggaran cukup dan bisa tampil optimal. “Kalau besar pasti butuh dana besar, melibatkan banyak personel, pakaian, kosmetik, latihan harus dipertimbangkan,” jelas Sugiarta, Rabu (11/5).

Sugiarta juga mengaku sudah menunjuk salah satu sanggar seni di Kabupaten Bangli untuk pawai nanti. Pihaknya menunjuk sanggar agar lebih siap pentas di tengah waktu persiapan yang mepet, mengingat saat pawai nanti, juga ada pentas seni dan ritual lain sebagaimana Mlasti pada umumnya.

“Kami menunjuk sanggar yang sudah bersertifikasi.  Biar persiapan cepat, karena  itu bukan sekadar menampilkan pawai, tapi ada seninya,” tegas pejabat asal Tabanan ini. (wan)

 


BANGLI, BALI EXPRESS- Pemkab Bangli siap mengikuti pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) yang digelar secara langsung Juni mendatang. Pemerintah setempat memastikan bahwa Bangli akan menyuguhkan ritual Mlasti. Ratusan orang akan terlibat dalam pawai tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli I Wayan Sugiarta mengatakan, Bangli memilih ritual Mlasti tidak terlepas dari tema yang telah ditetapkan Pemprov Bali, yaitu ‘Danu Kerthi-Huluning Amreta’ yang berarti memuliakan air.

Berangkat dari tema tersebut, Bangli akhirnya menyuguhkan ritual Mlasti. Mlasti, sebut Sugiarta, merupakan upacara hampir di semua desa di Bangli, baik itu karena ada pujawali di pura tertentu atau karena hal lain.

Selain itu, lanjut Sugiarta, pertimbangan lain memilih ritual Mlasti saat pawai PKB karena keputusan pawai bisa disaksikan secara langsung sangat mendesak. Anggarannya tidak dirancang pada APBD 2022. Dinas setempat harus menggeser anggaran kegiatan lain, sehingga bisa disiapkan anggaran Rp 75 juta.

Melihat anggaran yang terbatas dan waktu yang mepet, Disparbud harus selektif menentukan materi pawai. Banyak hal yang harus dipertimbangkan supaya anggaran cukup dan bisa tampil optimal. “Kalau besar pasti butuh dana besar, melibatkan banyak personel, pakaian, kosmetik, latihan harus dipertimbangkan,” jelas Sugiarta, Rabu (11/5).

Sugiarta juga mengaku sudah menunjuk salah satu sanggar seni di Kabupaten Bangli untuk pawai nanti. Pihaknya menunjuk sanggar agar lebih siap pentas di tengah waktu persiapan yang mepet, mengingat saat pawai nanti, juga ada pentas seni dan ritual lain sebagaimana Mlasti pada umumnya.

“Kami menunjuk sanggar yang sudah bersertifikasi.  Biar persiapan cepat, karena  itu bukan sekadar menampilkan pawai, tapi ada seninya,” tegas pejabat asal Tabanan ini. (wan)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/