alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Berkelahi di Apuan Diganjar Denda 100 Kg Beras

BANGLI, BALI EXPRESS- Desa Adat Apuan, Kecamatan Susut, Bangli mengatur pelaku perkelahian. Bagi mereka yang ketahuan berkelahi di wilayah desa adat setempat, siap-siap dikenakan denda 1 karung beras atau sekitar 100 kilogram (kg).

Bendesa Adat Apuan Nyoman Wirya mengungkapkan, denda 1 karung beras itu diatur dalam awig-awig Desa Adat Apuan. Denda itu sebenarnya menitikberatkan perkelahian yang sampai meneteskan darah. Namun bukan berarti mengabaikan perkelahian ringan yang tidak sampai keluar darah.

“Kalau tidak sampai keluar darah, sepanjang tidak ada laporan ke desa adat. Kalau ada laporan, tetap kena denda,” tegas Wirya didampingi Ketua Saba Desa, Desa Adat Apuan Nyoman Salin ditemui belum lama ini.

Wirya menegaskan, awig-awig itu sudah berlaku sejak lama. Tidak hanya berlaku untuk krama setempat. Warga luar pun yang ketahuan berkelahi di wilayah Desa Adat Apuan diperlakukan sama, bisa dikenakan denda serupa. Awig-awig itu tetap diberlakukan untuk memberikan efek jera, dan menjaga desa agar tetap kondusif.

Sejauh ini, sebut Wirya sempat ada yang berkelahi. Akhirnya kena denda 1 karung beras. Kejadiannya sudah lama. Sebelum Wirya menjabat bendesa. “Ada, tapi sudah lama,” jelas Wirya yang menjabat bendesa sejak 3 tahun lalu.

Lanjut pensiunan dosen Undiksha, Singaraja tersebut, pihak desa adat tidak terlalu saklek menerapkan sanksi, harus 100 kg beras. Bisa diganti dengan uang. Tinggal dihitung, 100 kg beras dikalikan harganya saat itu. “Beras atau uang masuk ke desa adat,” terang Wirya. (wan)

 


BANGLI, BALI EXPRESS- Desa Adat Apuan, Kecamatan Susut, Bangli mengatur pelaku perkelahian. Bagi mereka yang ketahuan berkelahi di wilayah desa adat setempat, siap-siap dikenakan denda 1 karung beras atau sekitar 100 kilogram (kg).

Bendesa Adat Apuan Nyoman Wirya mengungkapkan, denda 1 karung beras itu diatur dalam awig-awig Desa Adat Apuan. Denda itu sebenarnya menitikberatkan perkelahian yang sampai meneteskan darah. Namun bukan berarti mengabaikan perkelahian ringan yang tidak sampai keluar darah.

“Kalau tidak sampai keluar darah, sepanjang tidak ada laporan ke desa adat. Kalau ada laporan, tetap kena denda,” tegas Wirya didampingi Ketua Saba Desa, Desa Adat Apuan Nyoman Salin ditemui belum lama ini.

Wirya menegaskan, awig-awig itu sudah berlaku sejak lama. Tidak hanya berlaku untuk krama setempat. Warga luar pun yang ketahuan berkelahi di wilayah Desa Adat Apuan diperlakukan sama, bisa dikenakan denda serupa. Awig-awig itu tetap diberlakukan untuk memberikan efek jera, dan menjaga desa agar tetap kondusif.

Sejauh ini, sebut Wirya sempat ada yang berkelahi. Akhirnya kena denda 1 karung beras. Kejadiannya sudah lama. Sebelum Wirya menjabat bendesa. “Ada, tapi sudah lama,” jelas Wirya yang menjabat bendesa sejak 3 tahun lalu.

Lanjut pensiunan dosen Undiksha, Singaraja tersebut, pihak desa adat tidak terlalu saklek menerapkan sanksi, harus 100 kg beras. Bisa diganti dengan uang. Tinggal dihitung, 100 kg beras dikalikan harganya saat itu. “Beras atau uang masuk ke desa adat,” terang Wirya. (wan)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/