alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Perjalanan Roh Melewati Tujuh Gunung

Dalam Lontar Putru Pasaji, diungkapkan perjalanan sang pitara menuju surga dimulai dengan gambaran tentang gunung pitu. seperti: Gunung Malaya, Suktiman, Wreksawan, Himawan, Makuta, dan Nindana yang harus dilalui oleh para pitara menuju sorga.

 

“Pada gunung-gunung itulah tempat penyiksaan para pitara yang berdosa menunggu untuk dientas agar bisa masuk sorga,” ungkapnya.

 

Pitara yang telah dientas kemudian masuk sorga memperoleh penyambutan yang luar biasa dari makhluk-makhluk kahyangan. Dengan diantar oleh burung kahyangan, Sang Wimana, sang pitara dapat menyaksikan keindahan masing-masing sorga.

 

Dalam sorga disebutkan ada banyak sorga seperti: Iswarapada, Brahmaloka, Budhaloka, Wisnupada, Swarga Manik, Sri Manuh, Indrapada, Darapada, Wilasatya, Siwapada, Ganda Langha Jandewa Pralabda, dan lain-lain.

 

Sorga-sorga itulah tempat bagi atma yang telah dientas dan sesuai dengan pekerjaannya di bumi ketika masih hidup. Misalnya, ketika masih hidup dia suka belajar, menggubah kidung, pralambang, akan tinggal di Swarga Manik, yaitu kahyangan Sanghyang Saraswati.

 

Amanat dari Lontar Putru Pasaji ini adalah agar keluarga yang ditinggalkan segera melaksanakan upacara bagi yang meninggal, agar tidak berlama-lama menderita dan bisa segera masuk sorga.

 

“Jika telah berhasil melaksanakan upacara terhadap orang yang telah meninggal, ia akan memperoleh pahala dari pelaksanaan upacara itu. Ada empat pahala yang akan dinikmati, seperti: saksi, bhakti, sura, dan wira. Lebih-lebih jika upacara itu dilaksanakan dengan didasari hati yang suci dan tulus ikhlas,” pungkasnya. (habis)


Dalam Lontar Putru Pasaji, diungkapkan perjalanan sang pitara menuju surga dimulai dengan gambaran tentang gunung pitu. seperti: Gunung Malaya, Suktiman, Wreksawan, Himawan, Makuta, dan Nindana yang harus dilalui oleh para pitara menuju sorga.

 

“Pada gunung-gunung itulah tempat penyiksaan para pitara yang berdosa menunggu untuk dientas agar bisa masuk sorga,” ungkapnya.

 

Pitara yang telah dientas kemudian masuk sorga memperoleh penyambutan yang luar biasa dari makhluk-makhluk kahyangan. Dengan diantar oleh burung kahyangan, Sang Wimana, sang pitara dapat menyaksikan keindahan masing-masing sorga.

 

Dalam sorga disebutkan ada banyak sorga seperti: Iswarapada, Brahmaloka, Budhaloka, Wisnupada, Swarga Manik, Sri Manuh, Indrapada, Darapada, Wilasatya, Siwapada, Ganda Langha Jandewa Pralabda, dan lain-lain.

 

Sorga-sorga itulah tempat bagi atma yang telah dientas dan sesuai dengan pekerjaannya di bumi ketika masih hidup. Misalnya, ketika masih hidup dia suka belajar, menggubah kidung, pralambang, akan tinggal di Swarga Manik, yaitu kahyangan Sanghyang Saraswati.

 

Amanat dari Lontar Putru Pasaji ini adalah agar keluarga yang ditinggalkan segera melaksanakan upacara bagi yang meninggal, agar tidak berlama-lama menderita dan bisa segera masuk sorga.

 

“Jika telah berhasil melaksanakan upacara terhadap orang yang telah meninggal, ia akan memperoleh pahala dari pelaksanaan upacara itu. Ada empat pahala yang akan dinikmati, seperti: saksi, bhakti, sura, dan wira. Lebih-lebih jika upacara itu dilaksanakan dengan didasari hati yang suci dan tulus ikhlas,” pungkasnya. (habis)


Most Read

Artikel Terbaru

/