alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Usada Pamunah Cetik (16) : Kena Cetik Bangke dan Perunggu

DENPASAR, BALI EXPRESS-Usada Pamunah Cetik ini diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku ‘Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali’ yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991). 

Berikut jenis racun, yang di Bali dikenal dengan nama Cetik, gejalanya, dan ramuan yang bisa dimanfaatkan untuk obat. Selain itu, juga diungkap sarana obat untuk penyakit lainnya.

Kena Racun Perunggu (Bali : Gangsa) batas waktunya 105 hari. Cetik Rabi batas waktunya 35 hari. Bangruk Mas 35 hari, dan ada yang 105 hari. Bangruk Rampe batasnya sampai 47 hari.

Kena Cetik Bangke (mayat), mulut tidak bisa dibuka, perutnya sakit. Racun Reratusan (terdiri dari banyak ramuan), kukunya pucat, badannya lemah dan pucat. Sarana : gadung cane, kayu manis tawa, jeruk muda. 

Kena Racun Reratusan Gangsa. tanda-tandanya kukunya pucat, badannya lemah dan pucat,  ditambah lagi dengan batuk (Bali : cekehan). Sarana : minyak cukli. 

Kena Racun Ketas Serbuk Batu, badannya makin kurus, perut sakit dan makin besar. Sarana : minyak cukli.

Kena Racun tmTanah, keluar darah. Sarana : kapkap, kayu dara diasab, diminum.

Kena Air Keras, tubuhnya hitam. Sarana : pokok pisang yang busuk, air bungkak mulung yang tergantung di sebelah tenggara, diminum.

Kena Racun Raratusan Tawa, sakitnya makin lemah dan kurus, tinja seperti tahi batu asahan dan seperti tahi blek (tahi ayam berwarna hitam, likat dan busuk). Sarana : bumbu-bumbu lengkap, minyak cukli, diminum. Kalua perut gembung, berbunyi dan mau muntah, klembakasturi diminum.

Kena Racun Crongcong Polo, sakit seluruh kepala, telinga seperti diseruduk kumbang kelapa (Bali : baduda), mata merah. Obatnya : cendana diasab, jeruk obat, belerang merah, siput kreci, hidungnya ditutuh.

Sakit perut yang sulit diobati. Sarana : minyak bermacam-macam jeruk, diminum. 


DENPASAR, BALI EXPRESS-Usada Pamunah Cetik ini diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku ‘Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali’ yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991). 

Berikut jenis racun, yang di Bali dikenal dengan nama Cetik, gejalanya, dan ramuan yang bisa dimanfaatkan untuk obat. Selain itu, juga diungkap sarana obat untuk penyakit lainnya.

Kena Racun Perunggu (Bali : Gangsa) batas waktunya 105 hari. Cetik Rabi batas waktunya 35 hari. Bangruk Mas 35 hari, dan ada yang 105 hari. Bangruk Rampe batasnya sampai 47 hari.

Kena Cetik Bangke (mayat), mulut tidak bisa dibuka, perutnya sakit. Racun Reratusan (terdiri dari banyak ramuan), kukunya pucat, badannya lemah dan pucat. Sarana : gadung cane, kayu manis tawa, jeruk muda. 

Kena Racun Reratusan Gangsa. tanda-tandanya kukunya pucat, badannya lemah dan pucat,  ditambah lagi dengan batuk (Bali : cekehan). Sarana : minyak cukli. 

Kena Racun Ketas Serbuk Batu, badannya makin kurus, perut sakit dan makin besar. Sarana : minyak cukli.

Kena Racun tmTanah, keluar darah. Sarana : kapkap, kayu dara diasab, diminum.

Kena Air Keras, tubuhnya hitam. Sarana : pokok pisang yang busuk, air bungkak mulung yang tergantung di sebelah tenggara, diminum.

Kena Racun Raratusan Tawa, sakitnya makin lemah dan kurus, tinja seperti tahi batu asahan dan seperti tahi blek (tahi ayam berwarna hitam, likat dan busuk). Sarana : bumbu-bumbu lengkap, minyak cukli, diminum. Kalua perut gembung, berbunyi dan mau muntah, klembakasturi diminum.

Kena Racun Crongcong Polo, sakit seluruh kepala, telinga seperti diseruduk kumbang kelapa (Bali : baduda), mata merah. Obatnya : cendana diasab, jeruk obat, belerang merah, siput kreci, hidungnya ditutuh.

Sakit perut yang sulit diobati. Sarana : minyak bermacam-macam jeruk, diminum. 


Most Read

Artikel Terbaru

/