alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Dibentuk Tahun 1969, Sekaa Arja Putra Jelantik Hingga Kini Eksis

BANGLI, BALI EXPRESS- Sekaa Arja Putra Jelantik, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli pentas di Alun-Alun Bangli, Kamis (12/5) malam. Pementasan arja legendaris ini mengambil lakon ‘Jajar Pikatan’ serangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-818 Kota Bangli.

Penampilan Arja Putra Jelantik mampu mengobati kerinduan penikmat seni Arja yang belakangan kian jarang dipentaskan.

Menurut Klian Sekaa Arja Putra Jelantik Apuan, Ketut Surada, sekaanya berdiri tahun 1969 silam. Dalam perjalanannya, sempat menikmati puncak kejayaan pada tahun 1987 sampai 1990-an. Pernah juga menyabet juara 1 Festival Arja Provinsi Bali yang digelar pada Pesta Kesenian Bali (PKB). Hingga kini sekaa tersebut tetap eksis. Mereka yang terlibat dalam sekaa berusaha melestarikan kesenian itu.

“Dari awal dibentuk hingga saat ini, sekaa ini mengalami beberapa kali pergantian penari yang disebabkan oleh faktor usia penari,” jelas Surada.

Setiap tahun, lanjut dia, Arja ini mendapatkan kesempatan pentas saat pujawali di Pura Ulun Suwi, Desa Adat Apuan. Pujawali dilaksanakan pada Purnama Kalima.

Agar sekaa itu bisa tetap bertahan, Surada berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Generasi muda juga agar mau belajar dan melestarikannya. “Kami sangat bangga bisa tampil lagi, astungkara masyarakat Bangli bisa terhibur,” tutup Surada.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta yang menyaksikan langsung pementasan itu, memberikan apresiasi kepada Sekaa Arja Putra Jelantik yang sudah berpartisipasi pada HUT Kota Bangli. Sedana Arta juga mengatakan bahwa akan selalu mendukung pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Bangli. (wan)

 


BANGLI, BALI EXPRESS- Sekaa Arja Putra Jelantik, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli pentas di Alun-Alun Bangli, Kamis (12/5) malam. Pementasan arja legendaris ini mengambil lakon ‘Jajar Pikatan’ serangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-818 Kota Bangli.

Penampilan Arja Putra Jelantik mampu mengobati kerinduan penikmat seni Arja yang belakangan kian jarang dipentaskan.

Menurut Klian Sekaa Arja Putra Jelantik Apuan, Ketut Surada, sekaanya berdiri tahun 1969 silam. Dalam perjalanannya, sempat menikmati puncak kejayaan pada tahun 1987 sampai 1990-an. Pernah juga menyabet juara 1 Festival Arja Provinsi Bali yang digelar pada Pesta Kesenian Bali (PKB). Hingga kini sekaa tersebut tetap eksis. Mereka yang terlibat dalam sekaa berusaha melestarikan kesenian itu.

“Dari awal dibentuk hingga saat ini, sekaa ini mengalami beberapa kali pergantian penari yang disebabkan oleh faktor usia penari,” jelas Surada.

Setiap tahun, lanjut dia, Arja ini mendapatkan kesempatan pentas saat pujawali di Pura Ulun Suwi, Desa Adat Apuan. Pujawali dilaksanakan pada Purnama Kalima.

Agar sekaa itu bisa tetap bertahan, Surada berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Generasi muda juga agar mau belajar dan melestarikannya. “Kami sangat bangga bisa tampil lagi, astungkara masyarakat Bangli bisa terhibur,” tutup Surada.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta yang menyaksikan langsung pementasan itu, memberikan apresiasi kepada Sekaa Arja Putra Jelantik yang sudah berpartisipasi pada HUT Kota Bangli. Sedana Arta juga mengatakan bahwa akan selalu mendukung pelestarian budaya yang ada di Kabupaten Bangli. (wan)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/