alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Tradisi Matigtig untuk Nyomia Bhuta Kala di Geriana Kangin

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Desa Adat Geriana Kangin, di Kecamatan Selat, Karangasem, juga punya tradisi semacam perang-perangan dengan sarana janur. Tradisi itu disebut Matigtig. Salah satu rangkaian upacara Aci Usaba Goreng di desa setempat.

Tokoh Desa Geriana Kangin, Jro I Ketut Yasa mengatakan, Matigtig juga disebut siat sampian. Sampian ini adalah sarana upacara yang terbuat dari janur kuning yang telah disusun atau dijarit. Ini yang kemudian dipakai untuk saling beradu dengan sampian.

Jro I Ketut Yasa menambahkan, ritual Matigtig dilaksanakan pada upacara Perejangan Sipungkur atau tahapan terakhir dalam Aci Usaba Goreng. Siat sampian juga memiliki makna dari sisi sekala maupun niskala. Satu di antaranya prosesi nyomia Bhuta Kala atau tahapan dalam menetralisasi unsur-unsur negatif di dunia agar selaras.

Dalam pelaksanaannya, Matigtig hanya bisa diikuti oleh Jero Desa Pemucu yang berjumlah 28 orang. Rentetannya pun dilakukan dengan beragam upacara lainnya. Sebelum ritual Matigtig dimulai, terlebih dulu diawali ritual mendet atau metabuh dengan sarana tuak, arak dan air.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Desa Adat Geriana Kangin, di Kecamatan Selat, Karangasem, juga punya tradisi semacam perang-perangan dengan sarana janur. Tradisi itu disebut Matigtig. Salah satu rangkaian upacara Aci Usaba Goreng di desa setempat.

Tokoh Desa Geriana Kangin, Jro I Ketut Yasa mengatakan, Matigtig juga disebut siat sampian. Sampian ini adalah sarana upacara yang terbuat dari janur kuning yang telah disusun atau dijarit. Ini yang kemudian dipakai untuk saling beradu dengan sampian.

Jro I Ketut Yasa menambahkan, ritual Matigtig dilaksanakan pada upacara Perejangan Sipungkur atau tahapan terakhir dalam Aci Usaba Goreng. Siat sampian juga memiliki makna dari sisi sekala maupun niskala. Satu di antaranya prosesi nyomia Bhuta Kala atau tahapan dalam menetralisasi unsur-unsur negatif di dunia agar selaras.

Dalam pelaksanaannya, Matigtig hanya bisa diikuti oleh Jero Desa Pemucu yang berjumlah 28 orang. Rentetannya pun dilakukan dengan beragam upacara lainnya. Sebelum ritual Matigtig dimulai, terlebih dulu diawali ritual mendet atau metabuh dengan sarana tuak, arak dan air.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/