alexametrics
30.4 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Tembak Burung di Putung, Dikenakan Sanksi sesuai Awig-awig

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Di wilayah Desa Adat Putung, Duda Timur, Karangasem, Bali, terdapat berbagai satwa burung yang berkeliaran. Bahkan, harganya pun jika dijual tergolong mahal. Sehingga banyak pemburu burung menyasar wilayah tersebut untuk berburu. 

Untuk menjaga burung tersebut supaya tidak punah, pihak Desa Adat Putung membuat awig-awig berupa larangan menembak di wilayah tersebut. Jika itu dilanggar, maka akan diberikan sanksi, namun secara bertahap.

Bendesa Adat Putung, I Made Puja Supartika menjelaskan, jika terdapat masyarakat baik warga lokal maupun luar desa melakukan penembakan burung, maka pihaknya akan memberikan teguran terlebih dahulu. Jika kembali dilakukan, maka sanksi akan kembali melebar, bahkan sampai membayar denda. “Denda nya tergantung burung yang di tembak,” ujar Supartika.

Awig-awig tersebut sudah berlaku dari puluhan tahun lalu. Berbagai plang pemberitahuan telah terpasang di beberapa titik supaya masyarakat mengetahui akan larangan tersebut. “Awig-awig itu sudah tertulis sejak 2006 lalu,” lanjutnya.

Supartika menambahkan, peraturan tersebut tercetus lantaran banyak warga setempat protes karena terdapat banyak pemburu dari luar desa yang melakukan penembakan terhadap burung-burung mahal disana. Bahkan, burung tersebut disebut langka ditemukan.“Burung punglor kan mahal harganya, banyak pemburu yang datang kesini untuk menembak burung, warga disini protes,” bebernya.

Jika terlihat ada warga luar yang akan berburu kesana, maka pecalang akan memberi teguran terlebih dahulu. Warga setempat pun dikatakan sangat kompak untuk menjaga supaya tidak ada warga luar yang berburu burung ke Putung. “Kalau ada yang melihat orang menembak burung di Putung akan diberitahu oleh pecalang. Kalau warga yang melihat, pasti melapor ke pecalang,” jelasnya.

Meskipun sudah diberlakukannya awig-awig tersebut, Supartika mengaku sempat ada yang berburu burung kesana. Pihaknya pun baru memberi teguran, karena baru sekali dilakukan.

“Ada sempat yang menembak burung, sudah diberi teguran karena baru sekali,” pungkasnya. (dir)


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Di wilayah Desa Adat Putung, Duda Timur, Karangasem, Bali, terdapat berbagai satwa burung yang berkeliaran. Bahkan, harganya pun jika dijual tergolong mahal. Sehingga banyak pemburu burung menyasar wilayah tersebut untuk berburu. 

Untuk menjaga burung tersebut supaya tidak punah, pihak Desa Adat Putung membuat awig-awig berupa larangan menembak di wilayah tersebut. Jika itu dilanggar, maka akan diberikan sanksi, namun secara bertahap.

Bendesa Adat Putung, I Made Puja Supartika menjelaskan, jika terdapat masyarakat baik warga lokal maupun luar desa melakukan penembakan burung, maka pihaknya akan memberikan teguran terlebih dahulu. Jika kembali dilakukan, maka sanksi akan kembali melebar, bahkan sampai membayar denda. “Denda nya tergantung burung yang di tembak,” ujar Supartika.

Awig-awig tersebut sudah berlaku dari puluhan tahun lalu. Berbagai plang pemberitahuan telah terpasang di beberapa titik supaya masyarakat mengetahui akan larangan tersebut. “Awig-awig itu sudah tertulis sejak 2006 lalu,” lanjutnya.

Supartika menambahkan, peraturan tersebut tercetus lantaran banyak warga setempat protes karena terdapat banyak pemburu dari luar desa yang melakukan penembakan terhadap burung-burung mahal disana. Bahkan, burung tersebut disebut langka ditemukan.“Burung punglor kan mahal harganya, banyak pemburu yang datang kesini untuk menembak burung, warga disini protes,” bebernya.

Jika terlihat ada warga luar yang akan berburu kesana, maka pecalang akan memberi teguran terlebih dahulu. Warga setempat pun dikatakan sangat kompak untuk menjaga supaya tidak ada warga luar yang berburu burung ke Putung. “Kalau ada yang melihat orang menembak burung di Putung akan diberitahu oleh pecalang. Kalau warga yang melihat, pasti melapor ke pecalang,” jelasnya.

Meskipun sudah diberlakukannya awig-awig tersebut, Supartika mengaku sempat ada yang berburu burung kesana. Pihaknya pun baru memberi teguran, karena baru sekali dilakukan.

“Ada sempat yang menembak burung, sudah diberi teguran karena baru sekali,” pungkasnya. (dir)


Most Read

Artikel Terbaru

/