30.8 C
Denpasar
Monday, January 30, 2023

Ngaben Massal di Penestanan Diharapkan Jadi Contoh

GIANYAR, BALI EXPRESS- Ngaben massal di Banjar Penestanan Kaja, Desa Adat Penestanan, Kecamatan Ubud, Gianyar, mendapat tanggapan positif dari Camat Ubud I Wayan Suwija.

Upacara yang mengedepankan kebersamaan itu diharapkan menjadi contoh bagi desa lainnya. Pasalnya, penyelenggaraannya benar-benar dilakukan secara bersama-sama dan secara ngerit.

“Untuk Atiwa-tiwa di Penestanan Kaja ini betul-betul dilaksanakan. Biasanya orang ngomong secara kinembulan, namun praktiknya tidak. Jadi prosesi yang ada di sini sudah tertata dengan baik,” jelas Suwija.

Camat asal Desa Mas, Kecamatan Ubud ini menambahkan pelaksanaan upacara itu tidak lepas dari pemahaman masyarakat yang diberikan oleh sulinggih yang akan muput proses upacara tersebut.

“Terkait petulangan banyak yang kita lihat di berbagai tempat jarang mau menggunakan petulangan satu untuk semua. Tetapi di sini mereka mau bersama-sama menggunakan satu petulangan, berupa Gajah Mina dengan 36 sawa,” papar Suwija.

Baca Juga :  Hidangan Tumpek Wayang untuk Mohon Keselamatan Pengguna Jalan

Dia pun melihat bahwa masyarakat setempat sudah mulai memikirkan mana yang sifatnya untuk fanatik dan mana untuk kebersamaan. Suwija menyarankan untuk masyarakat yang akan melaksanakan prosesi Ngaben, akan lebih baik diberikan pemahaman terlebih dulu oleh sulinggih yang akan muput upacara. “Supaya dapat dijelaskan, dan krama dapat berpikir mana tahapan yang akan diambil dan Ngaben dapat berjalan dengan baik.  Betul-betul menerapkan Atiwa-tiwa kinembulan,” imbuh Suwija.

Saat puncak upacara, ia mengingatkan agar disediakan armada pemadam kebakaran (Damkar) untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. “Karena ada pembakaran, mudah -mudahan tidak menyentuh bangunan yang lain akibat percikan api yang terbang. Antisipasi saja agar disiapkan armada damkar,” tegasnya.

Baca Juga :  Pertama Kali, Panglukatan Banyu Pangeweruh Digelar PSN Korda Badung





Reporter: Putu Agus Adegrantika

GIANYAR, BALI EXPRESS- Ngaben massal di Banjar Penestanan Kaja, Desa Adat Penestanan, Kecamatan Ubud, Gianyar, mendapat tanggapan positif dari Camat Ubud I Wayan Suwija.

Upacara yang mengedepankan kebersamaan itu diharapkan menjadi contoh bagi desa lainnya. Pasalnya, penyelenggaraannya benar-benar dilakukan secara bersama-sama dan secara ngerit.

“Untuk Atiwa-tiwa di Penestanan Kaja ini betul-betul dilaksanakan. Biasanya orang ngomong secara kinembulan, namun praktiknya tidak. Jadi prosesi yang ada di sini sudah tertata dengan baik,” jelas Suwija.

Camat asal Desa Mas, Kecamatan Ubud ini menambahkan pelaksanaan upacara itu tidak lepas dari pemahaman masyarakat yang diberikan oleh sulinggih yang akan muput proses upacara tersebut.

“Terkait petulangan banyak yang kita lihat di berbagai tempat jarang mau menggunakan petulangan satu untuk semua. Tetapi di sini mereka mau bersama-sama menggunakan satu petulangan, berupa Gajah Mina dengan 36 sawa,” papar Suwija.

Baca Juga :  Hakim Ganjar Bapak Setubuhi Anak Kandung Penjara 14 Tahun

Dia pun melihat bahwa masyarakat setempat sudah mulai memikirkan mana yang sifatnya untuk fanatik dan mana untuk kebersamaan. Suwija menyarankan untuk masyarakat yang akan melaksanakan prosesi Ngaben, akan lebih baik diberikan pemahaman terlebih dulu oleh sulinggih yang akan muput upacara. “Supaya dapat dijelaskan, dan krama dapat berpikir mana tahapan yang akan diambil dan Ngaben dapat berjalan dengan baik.  Betul-betul menerapkan Atiwa-tiwa kinembulan,” imbuh Suwija.

Saat puncak upacara, ia mengingatkan agar disediakan armada pemadam kebakaran (Damkar) untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. “Karena ada pembakaran, mudah -mudahan tidak menyentuh bangunan yang lain akibat percikan api yang terbang. Antisipasi saja agar disiapkan armada damkar,” tegasnya.

Baca Juga :  Ini Daftar Rainan dan Piodalan Januari 2020





Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru