alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Dharma Upapathi PHDI Bali Ungkap Keabsahan “Menikah dengan Keris”

DENPASAR, BALI EXPRESS – Belakangan dunia maya dihebohkan dengan seorang wanita di Gianyar “menikah” dengan menggunakan pendamping keris. Ini dilakukan karena pihak pengantin pria secara mendadak membatalkan pernikahan. Lalu apa hukumnya prosesi “menikah dengan keris” ini?

Prosesi pernikahan di Umat Hindu pada umumnya dilakukan oleh pasangan pria dan wanita. Selain atas dasar suka sama suka, juga dibarengi dengan sebuah komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Upacara yang tergolong manusa yadnya tersebut di Bali biasanya dipuput oleh seorang pendeta atau sulinggih. Namun tak jarang ada yang melakukan prosesi pernikahan dengan pendamping berupa keris dalam situasi atau waktu tertentu.

Situasi tersebut pun biasanya terjadinya jika ada halangan pada salah satu  belah pihak. Seperti meninggal dunia menjelang upacara pernikahan dilakukan, mendadak tugas ke luar daerah, ataupun halangan lain. Solusi pun biasanya upacara tetap berlangsung, namun menggunakan pendamping yang lain. Ada yang menggunakan keris, adegan, bahkan bisa meminjam pendamping dari pihak keluarga dekat.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Belakangan dunia maya dihebohkan dengan seorang wanita di Gianyar “menikah” dengan menggunakan pendamping keris. Ini dilakukan karena pihak pengantin pria secara mendadak membatalkan pernikahan. Lalu apa hukumnya prosesi “menikah dengan keris” ini?

Prosesi pernikahan di Umat Hindu pada umumnya dilakukan oleh pasangan pria dan wanita. Selain atas dasar suka sama suka, juga dibarengi dengan sebuah komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Upacara yang tergolong manusa yadnya tersebut di Bali biasanya dipuput oleh seorang pendeta atau sulinggih. Namun tak jarang ada yang melakukan prosesi pernikahan dengan pendamping berupa keris dalam situasi atau waktu tertentu.

Situasi tersebut pun biasanya terjadinya jika ada halangan pada salah satu  belah pihak. Seperti meninggal dunia menjelang upacara pernikahan dilakukan, mendadak tugas ke luar daerah, ataupun halangan lain. Solusi pun biasanya upacara tetap berlangsung, namun menggunakan pendamping yang lain. Ada yang menggunakan keris, adegan, bahkan bisa meminjam pendamping dari pihak keluarga dekat.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/