alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Tiga Desa Adat di Badung Sepakat Tak Buat Ogoh-ogoh

“Jika membuat ogoh-ogoh, biaya yang dibutuhkan kami rasa akan melebihi dari stimulus dari pemerintah. Sementara kondisi dana di ST ataupun banjar, sekarang ini sangat minim sekali. Apalagi untuk melaksanakan kegiatan seperti itu,” bebernya.

Selain itu pertimbangan tidak membuat ogoh-ogoh adalah untuk menghindari adanya peningkatan kasus Covid-19. Sehingga, Mudita menerangkan, kegiatan kreatifitas pemuda akan diganti dengan beberapa kegiatan. Seperti persembahyangan bersama ataupun pasraman kilat, dengan tetap membuat surat pemberitahuan terlebih dahulu ke prajuru Desa Adat Bualu dan Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Bualu.

“Itu juga hasil duduk bersama antara ST dan kelian banjar. Di sisi lain, sekarang ini masih situasi pandemi, jadi kami tetap menghormati dan menjaga apa yang menjadi anjuran pemerintah. Nanti kami dari prajuru tentu tetap patroli memantau kegiatan masing-masing, agar tidak berkerumun,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, oleh informasi tersebut, maka sedikitnya sudah ada 3 desa adat yang menyatakan tidak membuat ogoh-ogoh. Ketiga desa adat tersebut adalah Cemagi, Bualu, dan Ungasan. Pihaknya telah memerima berita acara tertulis dari Desa Adat Cemagi.

“Menurut saya ini adalah respon penyikapan terhadap situasi. Termasuk pula berkenaan dengan ketentuan berlaku, kaitan pembuatan ataupun pengarakannya nanti,” paparnya.

Lebih lanjut Mantan Camat Petang ini menambahkan, kendati tidak membuat ogoh-ogoh dana kreatifitas yowana akan tetap diberikan. Pasalnya stimulus sebesar Rp 10 Juta ini tidak difokuskan sebatas pembutan ogoh-ogoh.

“Prinsipnya Bapak Bupati mendorong kreativitas, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Untuk bentuk-bentuk kegiatannya diserahkan kepada masing-masing sekaa teruna di desa adat. Apakah Dharma Santi, Dharma Tula, atau dalam rangka pamelisan. Itu silakan saja. Yang penting mereka berkreativitas yang positif,” pungkasnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

“Jika membuat ogoh-ogoh, biaya yang dibutuhkan kami rasa akan melebihi dari stimulus dari pemerintah. Sementara kondisi dana di ST ataupun banjar, sekarang ini sangat minim sekali. Apalagi untuk melaksanakan kegiatan seperti itu,” bebernya.

Selain itu pertimbangan tidak membuat ogoh-ogoh adalah untuk menghindari adanya peningkatan kasus Covid-19. Sehingga, Mudita menerangkan, kegiatan kreatifitas pemuda akan diganti dengan beberapa kegiatan. Seperti persembahyangan bersama ataupun pasraman kilat, dengan tetap membuat surat pemberitahuan terlebih dahulu ke prajuru Desa Adat Bualu dan Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Adat Bualu.

“Itu juga hasil duduk bersama antara ST dan kelian banjar. Di sisi lain, sekarang ini masih situasi pandemi, jadi kami tetap menghormati dan menjaga apa yang menjadi anjuran pemerintah. Nanti kami dari prajuru tentu tetap patroli memantau kegiatan masing-masing, agar tidak berkerumun,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, oleh informasi tersebut, maka sedikitnya sudah ada 3 desa adat yang menyatakan tidak membuat ogoh-ogoh. Ketiga desa adat tersebut adalah Cemagi, Bualu, dan Ungasan. Pihaknya telah memerima berita acara tertulis dari Desa Adat Cemagi.

“Menurut saya ini adalah respon penyikapan terhadap situasi. Termasuk pula berkenaan dengan ketentuan berlaku, kaitan pembuatan ataupun pengarakannya nanti,” paparnya.

Lebih lanjut Mantan Camat Petang ini menambahkan, kendati tidak membuat ogoh-ogoh dana kreatifitas yowana akan tetap diberikan. Pasalnya stimulus sebesar Rp 10 Juta ini tidak difokuskan sebatas pembutan ogoh-ogoh.

“Prinsipnya Bapak Bupati mendorong kreativitas, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Untuk bentuk-bentuk kegiatannya diserahkan kepada masing-masing sekaa teruna di desa adat. Apakah Dharma Santi, Dharma Tula, atau dalam rangka pamelisan. Itu silakan saja. Yang penting mereka berkreativitas yang positif,” pungkasnya.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/