Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Balinese
icon featured
Balinese

Usada Sato (6) : Ini Tanda Sapi yang Bisa Bikin Sial

16 Juli 2021, 08: 12: 39 WIB | editor : I Komang Gede Doktrinaya

Usada Sato (6) : Ini Tanda Sapi yang Bisa Bikin Sial

ilustrasi (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dirangkum, dan diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali'. Kali ini yang dibeber khusus untuk ternak.

Buku yang ditulis oleh I Ketut Suwidja ini ditulis berseri, sesuai dengan yang dibeber dalam buku yang diterbitkan tahun 1991.

Tanduk lembu condong ke depan, berpengaruh, bernama renteb. Kalau ada sapi pangkal ekornya berbirai, menutup pantatnya, berpengaruh, bernama patekap.bKalau ada sapi yang dipasangi uga (alat pembajak), berbunyi menguak, pengaruh.

Baca juga: Usada Sato (5) : Kenali Ciri Sapi Berdasarkan Warna Bulu

Sapi yang bulu-bulu ekornya sampai mencapai tanah, pengaruh, bernama tajug. Sapi yang bulu-bulu kupingnya panjang, bernama gawang. Kalau sedang membajak, kemaluannya keluar, pengaruh, bernama sarorot pelud.

Di punggung ada useran dan pada ekornya, bernama jong sarat. Sapi berwarna hitam mulus, bintik-bintik pada hidungnya halus, pengaruh, bernama arek panaptapan.

Ada birai pada dagunya, sampai di atas kemaluan, pengaruh. Sapi dengan mata seperti kencang, pengaruh.

Sapi berwarna putih seluruhnya, sampai pada kakinya dan tanduknya. Demikian pula ekornya, pengaruh, bernama ubes-ubes kencana. Kalau ada sapi dadanya bidang, pengaruh, bernama biang kenyek.

Berikut ini sapi-sapi yang dianggap sial (Bali : ala), tidak baik kalau dipakai membajak, yaitu: Sapi yang lidahnya putih sial. Sapi yang bersuara gemertak, sial. Sapi bertanduk putih, sial.

Sapi dengan bercak-bercak putih (Bali : cundang) pada muka, sial, bernama bayar. Disela-sela tanduknya tidak ada bulu, sial. Apabila tanduknya besar dan renggah, sial.

Apabila tanduknya paceh, sial. Apabila tanduknya seperti tanduk kerbau, sial. Kalau ekornya peleng, sial. Jangan dipakai untuk bekerja, karena akan menemui kemalangan.(Habis)

(bx/wid/rin/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia