alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Asal-usul Sesuhunan di Banjar Singgi

Upacara Ngeratep Pelawatan di Pura Maspait, Sanur (2-Habis)

DENPASAR, BALI EXPRESS – Upacara Ngeratep, Melaspas, Mepasupati serta Mejaya-jaya Pelawatan Ida Ratu Mas dan Ida Ratu Ayu di Pura Maspait, Intaran Sanur, Rabu (15/12) sangat unik.

Jro Wayan Sudiana selaku panitia upacara mengatakan, masing-masing pelawatan yang mengikuti upacara Ngeratep memiliki sejarah dan kisah menarik.

Pelawatan barong ket berwarna hitam misalnya, menggunakan bulu burung gagak hitam. Pelawatan barong hitam  ini meparab atau bernama Ida Ratu Ayu Chandra Bawa. Barong ini merupakan prasanak dari Dalem Kahyangan Sakti Kesiman. Sebab, taru atau kayu yang digunakan untuk tapel (topeng) barong didapatkan di Setra Gede Waribang,  Adat Kesiman.

Pelawatan lain yang diperbaiki adalah rangda putih yang meparab Ratu Niang Mas merupakan taksu yang berada di Pura Prajapati Gulingan Gede, Mengwi.

Jro Wayan Sudiana menuturkan, sebelum terjadi perang antara Badung dan Mengwi, kedua daerah tersebut telah memesan tapel rangda kepada undagi termasyur di Puri Grenceng bernama Anak Agung Made Gede. Pada saat bersamaan Banjar Singgi dan Langon, Sanur juga memesan tapel rangda di Puri Grenceng. Namun karena terjadi perang, tapel yang dipesan oleh Mengwi tak diambil sehingga tapel yang sudah selesai diberikan kepada Banjar Singgi dan Langon, Sanur. “Singkat cerita ketika sudah menjadi pelawatan rangda, tedun taksu dan Beliau mebaos (berbicara-read) bahwa beliau berasal dari Pura Prajapati Gulingan Gede Mengwi. Pada saat itu di Gulingan Gede belum memiliki pelawatan rangda. Beberapa krama di sana sempat kerauhan dan akhirnya diakui bahwa taksu Ida Ratu Niang Mas memang mawed atau berasal dari Prajapati Gulingan Gede,” jelasnya.

Jro Wayan Sudiana menyebut, Ratu Niang Mas merupakan rangda paling lingsir yang ada di Gulingan Gede. Oka ataupun anak beliau juga berstana di Pura Dalem Kutuh yang meparab Ratu Mas Lingsir dan Ratu Mas Jegeg. Sedangkan anak Beliau yang berstana di Pura Dalem Sedahan meparab Ida Ratu Ayu Mas Mancawarna.

Berikutnya di Pura Luhur Sari, Banjar Lebah Sari meparab Ratu Ayu Mas Manik dan Ratu Ayu, sedangkan di Sanur Beliau memiliki nanak yang berstana di Pura Hotel Bali Beach, meparab Ida Ratu Mas Biang Sakti.

“Ada juga anak Beliau dari Banjar Sedahan, Gulingan Gede disungsung krama (warga) Penyaringan, Negara karena beberapa krama Gulingan urbanisasi (berpindah) ke Penyaringan Negara. Krama di sana kemudian membuat pelawatan rangda meparab Ida Ratu Ayu Dalem Ped. Dalam upacara ini, semua krama baik dari Gulingan Gede dan Penyaringan datang ke Singgi pada tanggal 16 Desember 2021,” imbuhnya.

Pelawatan selanjutnya adalah rangda merah atau Rarung yang merupakan Prasanak Dalem Kahyangan Tanjung Bungkak, Denpasar. Hubungan kekerabatan yang terjalin antar penglingsir terdahulu, diyakini menjadi alasan kuat didapatkannya taru atau kayu di Dalem Kahyangan Tanjung Bungkak untuk membuat tapel Rangda Merah. Selain itu, juga ada pelawatan prerai Cupak yang merupakan prasanak dari Dalem Kahyangan Tanjung Bungkak. Beliau merupakan saudara dari Pelawatan Rangda Merah.

Pelawatan yang dipasupati kembali adalah topeng Jauk dan Telek yang merupakan karya besar dari undagi Puri Abasan, Denpasar. “Beberapa sesuhunan kami di Pura Maspait ini memiliki asal atau jero yang berbeda,” pungkasnya. (win)






Reporter: Wiwin Meliana

DENPASAR, BALI EXPRESS – Upacara Ngeratep, Melaspas, Mepasupati serta Mejaya-jaya Pelawatan Ida Ratu Mas dan Ida Ratu Ayu di Pura Maspait, Intaran Sanur, Rabu (15/12) sangat unik.

Jro Wayan Sudiana selaku panitia upacara mengatakan, masing-masing pelawatan yang mengikuti upacara Ngeratep memiliki sejarah dan kisah menarik.

Pelawatan barong ket berwarna hitam misalnya, menggunakan bulu burung gagak hitam. Pelawatan barong hitam  ini meparab atau bernama Ida Ratu Ayu Chandra Bawa. Barong ini merupakan prasanak dari Dalem Kahyangan Sakti Kesiman. Sebab, taru atau kayu yang digunakan untuk tapel (topeng) barong didapatkan di Setra Gede Waribang,  Adat Kesiman.

Pelawatan lain yang diperbaiki adalah rangda putih yang meparab Ratu Niang Mas merupakan taksu yang berada di Pura Prajapati Gulingan Gede, Mengwi.

Jro Wayan Sudiana menuturkan, sebelum terjadi perang antara Badung dan Mengwi, kedua daerah tersebut telah memesan tapel rangda kepada undagi termasyur di Puri Grenceng bernama Anak Agung Made Gede. Pada saat bersamaan Banjar Singgi dan Langon, Sanur juga memesan tapel rangda di Puri Grenceng. Namun karena terjadi perang, tapel yang dipesan oleh Mengwi tak diambil sehingga tapel yang sudah selesai diberikan kepada Banjar Singgi dan Langon, Sanur. “Singkat cerita ketika sudah menjadi pelawatan rangda, tedun taksu dan Beliau mebaos (berbicara-read) bahwa beliau berasal dari Pura Prajapati Gulingan Gede Mengwi. Pada saat itu di Gulingan Gede belum memiliki pelawatan rangda. Beberapa krama di sana sempat kerauhan dan akhirnya diakui bahwa taksu Ida Ratu Niang Mas memang mawed atau berasal dari Prajapati Gulingan Gede,” jelasnya.

Jro Wayan Sudiana menyebut, Ratu Niang Mas merupakan rangda paling lingsir yang ada di Gulingan Gede. Oka ataupun anak beliau juga berstana di Pura Dalem Kutuh yang meparab Ratu Mas Lingsir dan Ratu Mas Jegeg. Sedangkan anak Beliau yang berstana di Pura Dalem Sedahan meparab Ida Ratu Ayu Mas Mancawarna.

Berikutnya di Pura Luhur Sari, Banjar Lebah Sari meparab Ratu Ayu Mas Manik dan Ratu Ayu, sedangkan di Sanur Beliau memiliki nanak yang berstana di Pura Hotel Bali Beach, meparab Ida Ratu Mas Biang Sakti.

“Ada juga anak Beliau dari Banjar Sedahan, Gulingan Gede disungsung krama (warga) Penyaringan, Negara karena beberapa krama Gulingan urbanisasi (berpindah) ke Penyaringan Negara. Krama di sana kemudian membuat pelawatan rangda meparab Ida Ratu Ayu Dalem Ped. Dalam upacara ini, semua krama baik dari Gulingan Gede dan Penyaringan datang ke Singgi pada tanggal 16 Desember 2021,” imbuhnya.

Pelawatan selanjutnya adalah rangda merah atau Rarung yang merupakan Prasanak Dalem Kahyangan Tanjung Bungkak, Denpasar. Hubungan kekerabatan yang terjalin antar penglingsir terdahulu, diyakini menjadi alasan kuat didapatkannya taru atau kayu di Dalem Kahyangan Tanjung Bungkak untuk membuat tapel Rangda Merah. Selain itu, juga ada pelawatan prerai Cupak yang merupakan prasanak dari Dalem Kahyangan Tanjung Bungkak. Beliau merupakan saudara dari Pelawatan Rangda Merah.

Pelawatan yang dipasupati kembali adalah topeng Jauk dan Telek yang merupakan karya besar dari undagi Puri Abasan, Denpasar. “Beberapa sesuhunan kami di Pura Maspait ini memiliki asal atau jero yang berbeda,” pungkasnya. (win)






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/