alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Waspada Pekarangan Ditaburi Tanah Kuburan, Ini Ciri dan Penetralisirnya!

Pepasangan merupakan bentuk “serangan” negatif secara niskala, ditujukan kepada penghuni rumah oleh orang yang bermaksud tidak baik. Umumnya, pepasangan dipasang di halaman rumah, sehingga penghuni mengalami kesakitan, ketidaknyamanan. Lebih ekstrem lagi, bisa menemui ajal. Lalu apa ciri-ciri rumah yang berisi pepasangan dan bagaimana cara mengatasinya?

Ada banyak media  yang digunakan untuk membuat orang lain tersiksa. Salah satu media  yang cukup populer yaitu tanah kuburan. Paling parah, jika tanah kuburan dicampur dengan tulang belulang manusia. Ini akan menyebabkan sakit tak wajar bagi penghuni rumah. Lalu bagaimana cara mengetahui pekarangan rumah ditaburi tanah kuburan?

Menurut penekun spiritual Jro Pandit, ada beberapa ciri yang bisa dirasakan penghuni rumah jika pekarangan rumah ditaburi tanah kuburan. Pertama penghuni rumah akan merasakan gelisah, khawatir, rasa ketakutan dan rasa tidak nyaman di rumah sendiri. “Tidak betah berada di rumah, dan ketika ke luar rumah merasa nyaman. Inilah hal yang tidak wajar,” ungkapnya.

Kedua, munculnya pemikiran tidak rasional seperti ingin mengakhiri hidup. Hal ini dikarenakan adanya gangguan psikis dan depresi yang muncul tanpa sebab. “Kemudian muncul rasa emosi tiba-tiba yang tidak bisa dikontrol,” paparnya.

Lebih lanjut Jro Pandit juga mengungkapkan, penghuni rumah merasa diawasi pada waktu tertentu seperti pagi hari, sandikala, maupun tengah malam. Biasanya di dalam rumah yang ada pepasangan tanah kuburan, masakan yang dibuat akan cepat basi. Penghuni rumah juga akan merasa bau-bau aneh seperti  bau amis. “Tidak semua penghuni rumah akan merasakan hal-hal aneh ini, tetapi hanya yang menjadi target yang akan  merasakan,” imbuhnya.

Untuk menetralisir energi negative yang ditimbulkan oleh pepasangan tanah kuburan tersebut, Jro Pandit  berbagai cara sederhana yang dapat dilakukan dengan menaburi pekarangan dengan air laut yang dicampur garam uku.  Kemudian ditunaskan tirta pengater di sanggah kemulan. Tirta tersebut dipercikkan ke seluruhan pekarangan rumah. Setelah itu sapu pekarangan dengan sapu yang sudah pernah dipakai. “Terakhir buatkan nasi wong-wongan hitam kemudian dicampur dengan tanah yang telah disapu. Selanjutnya luarang di laut, perempatan atau yang paling baik adalah dibakar untuk mengembalikan energi negatifnya ke si pengirim,” ujarnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Pepasangan merupakan bentuk “serangan” negatif secara niskala, ditujukan kepada penghuni rumah oleh orang yang bermaksud tidak baik. Umumnya, pepasangan dipasang di halaman rumah, sehingga penghuni mengalami kesakitan, ketidaknyamanan. Lebih ekstrem lagi, bisa menemui ajal. Lalu apa ciri-ciri rumah yang berisi pepasangan dan bagaimana cara mengatasinya?

Ada banyak media  yang digunakan untuk membuat orang lain tersiksa. Salah satu media  yang cukup populer yaitu tanah kuburan. Paling parah, jika tanah kuburan dicampur dengan tulang belulang manusia. Ini akan menyebabkan sakit tak wajar bagi penghuni rumah. Lalu bagaimana cara mengetahui pekarangan rumah ditaburi tanah kuburan?

Menurut penekun spiritual Jro Pandit, ada beberapa ciri yang bisa dirasakan penghuni rumah jika pekarangan rumah ditaburi tanah kuburan. Pertama penghuni rumah akan merasakan gelisah, khawatir, rasa ketakutan dan rasa tidak nyaman di rumah sendiri. “Tidak betah berada di rumah, dan ketika ke luar rumah merasa nyaman. Inilah hal yang tidak wajar,” ungkapnya.

Kedua, munculnya pemikiran tidak rasional seperti ingin mengakhiri hidup. Hal ini dikarenakan adanya gangguan psikis dan depresi yang muncul tanpa sebab. “Kemudian muncul rasa emosi tiba-tiba yang tidak bisa dikontrol,” paparnya.

Lebih lanjut Jro Pandit juga mengungkapkan, penghuni rumah merasa diawasi pada waktu tertentu seperti pagi hari, sandikala, maupun tengah malam. Biasanya di dalam rumah yang ada pepasangan tanah kuburan, masakan yang dibuat akan cepat basi. Penghuni rumah juga akan merasa bau-bau aneh seperti  bau amis. “Tidak semua penghuni rumah akan merasakan hal-hal aneh ini, tetapi hanya yang menjadi target yang akan  merasakan,” imbuhnya.

Untuk menetralisir energi negative yang ditimbulkan oleh pepasangan tanah kuburan tersebut, Jro Pandit  berbagai cara sederhana yang dapat dilakukan dengan menaburi pekarangan dengan air laut yang dicampur garam uku.  Kemudian ditunaskan tirta pengater di sanggah kemulan. Tirta tersebut dipercikkan ke seluruhan pekarangan rumah. Setelah itu sapu pekarangan dengan sapu yang sudah pernah dipakai. “Terakhir buatkan nasi wong-wongan hitam kemudian dicampur dengan tanah yang telah disapu. Selanjutnya luarang di laut, perempatan atau yang paling baik adalah dibakar untuk mengembalikan energi negatifnya ke si pengirim,” ujarnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/