27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Tanda Kebangkitan dan Mantra Menjalin Komunikasi dengan Nyama Pat

BULELENG, BALI EXPRESS -Manusia bisa menjalin komunikasi dengan Nyama Pat (saudara empat). Dalam Lontar Panugrahan Dalem disebutkan Nyama Pat yang diajak lahir bersama-sama oleh bayi adalah Sang Hyang Panca Mahabhuta, yakni yeh nyom atau air ketuban, darah, ari-ari, lamas (selaput kulit), yang lahir paling terakhir adalah bayi itu sendiri (Sang Bhuta Dengen). Keempat saudara yang lahir tersebut lama-lama berubah pula namanya.

Ada mantra khusus yang bisa diucapkan, yaitu Ong Ang Ang Ang Ong, Ong Ing Ong Ung Ang Ah Ah Tang, Ong Kyah Kyah Ong Shah, Ung Rung Reng Rong Wasat, Ong Ong Mang Wyang Syah.

Dosen Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja Wayan Murniti mengatakan, memanggil Nyama Pat kekuatannya diyakini bisa hadir karena berada juga dalam tubuh manusia, asalkan cara memanggilnya benar dan bisa merasakan dalam tubuh. Dalam lontar Panugrahan Dalem disebutkan sejumlah ciri-ciri bahwa Nyama Pat ada dalam tubuh manusia.

Baca Juga :  World Hindu Meet 2018 Bertema "Hindu For Better Life", Ini Harapannya

Misalnya ketika badan terasa besar dan keluar keringat seketika, itu pertanda I Ratu Ngurah Tangkeb Langit. Selanjutnya ketika terasa panas pada telinga, terasa terbelalak di mata tidak mampu berkedip, itu tandanya I Ratu Wayan Tebeng.

Saat terasa bulu kuduk kena angin terasa dingin pertanda I Ratu Made Jelawung. Bila ada tanda denyutan pada kemaluan dan kemaluan bangun tiba-tiba, pertanda I Ratu Nyoman Sakti Pangadangan. Tiba-tiba bicara halus, lembut tandanya I Ratu Ketut Petung.

Ciri-ciri kontak Nyama Pat ditunjukkan apabila secara tiba-tiba mencium bau harum seperti bau harum bunga, mendengar seperti ada yang jatuh seperti setandan buah kelapa yang jatuh, seperti anyaman bambu yang terinjak-injak, itu semua tanda-tanda pengikut I Ratu Nyoman Sakti Pangadangan.

Proses Nyama Pat menyertai kehidupan manusia berlangsung semenjak awal hamil. Apabila kehamilannya melewati Tumpek Wayang sepatutnya melaksanakan ruwatan (malukat) pada seorang pandita. Adapun tata cara ruwatannya menurut Lontar Dharma Kahuripan, yaitu periuk baru berbahan dari tanah diisi air yang bersumber dari mata air, dilengkapi dengan dedaunan, daun teratai dengan bunganya, pucuk daun bunut bulu, daun ancak, daun beringin masing-masing 3 pucuk disertai samsam beras kuning, daun dapdap, daun temen, bermacam-macam bunga yang harum 11 jenis.

Baca Juga :  Sthana Sang Hyang Siwa Amangkurat, Tempat Mohon Jabatan hingga Sentana

Kemudian dilengkapi dengan sesantun, daksina serba satu, lengkap dengan segala perlengkapan tetandingan daksina, beras akulak, kelapa satu butir, bija ratus ketan, injin, benang satu tukel, uang 225, peras 1, ayam dipanggang, uang 25, canang geti-geti, canang raka, serta lengkapi lenga-wangi.

“Disarankan agar melakukan pangelukatan di depan Sanggar Kamulan, sehingga bayi yang dilahirkan dalam kondisi selamat dan lengkap tanpa kekurangan apapun,” pungkasnya.

 






Reporter: I Putu Mardika

BULELENG, BALI EXPRESS -Manusia bisa menjalin komunikasi dengan Nyama Pat (saudara empat). Dalam Lontar Panugrahan Dalem disebutkan Nyama Pat yang diajak lahir bersama-sama oleh bayi adalah Sang Hyang Panca Mahabhuta, yakni yeh nyom atau air ketuban, darah, ari-ari, lamas (selaput kulit), yang lahir paling terakhir adalah bayi itu sendiri (Sang Bhuta Dengen). Keempat saudara yang lahir tersebut lama-lama berubah pula namanya.

Ada mantra khusus yang bisa diucapkan, yaitu Ong Ang Ang Ang Ong, Ong Ing Ong Ung Ang Ah Ah Tang, Ong Kyah Kyah Ong Shah, Ung Rung Reng Rong Wasat, Ong Ong Mang Wyang Syah.

Dosen Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja Wayan Murniti mengatakan, memanggil Nyama Pat kekuatannya diyakini bisa hadir karena berada juga dalam tubuh manusia, asalkan cara memanggilnya benar dan bisa merasakan dalam tubuh. Dalam lontar Panugrahan Dalem disebutkan sejumlah ciri-ciri bahwa Nyama Pat ada dalam tubuh manusia.

Baca Juga :  Yayasan Dharma Sthapanam Donasikan 1 Juta Bhagawadgita

Misalnya ketika badan terasa besar dan keluar keringat seketika, itu pertanda I Ratu Ngurah Tangkeb Langit. Selanjutnya ketika terasa panas pada telinga, terasa terbelalak di mata tidak mampu berkedip, itu tandanya I Ratu Wayan Tebeng.

Saat terasa bulu kuduk kena angin terasa dingin pertanda I Ratu Made Jelawung. Bila ada tanda denyutan pada kemaluan dan kemaluan bangun tiba-tiba, pertanda I Ratu Nyoman Sakti Pangadangan. Tiba-tiba bicara halus, lembut tandanya I Ratu Ketut Petung.

Ciri-ciri kontak Nyama Pat ditunjukkan apabila secara tiba-tiba mencium bau harum seperti bau harum bunga, mendengar seperti ada yang jatuh seperti setandan buah kelapa yang jatuh, seperti anyaman bambu yang terinjak-injak, itu semua tanda-tanda pengikut I Ratu Nyoman Sakti Pangadangan.

Proses Nyama Pat menyertai kehidupan manusia berlangsung semenjak awal hamil. Apabila kehamilannya melewati Tumpek Wayang sepatutnya melaksanakan ruwatan (malukat) pada seorang pandita. Adapun tata cara ruwatannya menurut Lontar Dharma Kahuripan, yaitu periuk baru berbahan dari tanah diisi air yang bersumber dari mata air, dilengkapi dengan dedaunan, daun teratai dengan bunganya, pucuk daun bunut bulu, daun ancak, daun beringin masing-masing 3 pucuk disertai samsam beras kuning, daun dapdap, daun temen, bermacam-macam bunga yang harum 11 jenis.

Baca Juga :  Favorit Para Pedagang, Ada Sumur Tua yang Tak Pernah Kering

Kemudian dilengkapi dengan sesantun, daksina serba satu, lengkap dengan segala perlengkapan tetandingan daksina, beras akulak, kelapa satu butir, bija ratus ketan, injin, benang satu tukel, uang 225, peras 1, ayam dipanggang, uang 25, canang geti-geti, canang raka, serta lengkapi lenga-wangi.

“Disarankan agar melakukan pangelukatan di depan Sanggar Kamulan, sehingga bayi yang dilahirkan dalam kondisi selamat dan lengkap tanpa kekurangan apapun,” pungkasnya.

 






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/