alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Jaga Taksu Bali, Pura Besakih Jadi Pusat Siwaratri Dunia

BALI EXPRESS, DENPASAR- PHDI Bali terus mematangkan pelaksanaan hari Siwaratri Internasional di Besakih. Kali ini mereka menggelar rapat di Kantor PHDI Bali, Jalan Ratna Denpasar, Kamis (16/11).

“Rapat ini dilaksanakan untuk bagaimana mempersiapakan Besakih, sebagai pusat pelaksanaan Siwaratri Dunia. Yang menghasilkan berbagai masukan sangat positif, salah satunya adalah membuat tim kecil dan paparan singkat. Di mana yang berisi tujuan dan makna pelaksanaan siwaratri. Yang semuanya terdiri atas 11 instansi pemerintah dan masyarakat,” papar Ketua PHDI Bali, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana.  

Pada rapat ini hadir juga dari Kanwil Agama Provinsi Bali, Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), Perwakilan Besakih, PHDI Pusat, World Hindu Parisad (WHP), Perwakilan masyarakat, dan instansi lainnya. Dirinya juga mengatakan hal ini merupakan momentum yang sangat tepat, dalam menyikapi zaman yang sangat global. Agar Bali kembali dikuatkan dengan spirit Bali. Karena Bali merupakan tujuan dari pariwisata spiritual. Dan bukan hanya tujuan pariwisata budaya.

Sudiana juga memaparkan, pelaksanaan Siwaratri Internasional tersebut diharapkan agar menjaga taksu Bali dan supaya tetap ajeg. “Besakih sebagai pusat Siwaratri dunia, bukan hanya wacana saja. Kalau dilihat dari titik dunia, Besakih itulah merupakan berada di tengah-tengah dunia. Bahkan sebagai pusat untuk memuja Sang Hyang Siwa dan berbagai manifestasinya,” terang pria asli Karangasem tersebut.

Ia juga mengaku dalam pelaksanaannya nanti, sudah ada yang akan datang dari berbagai klompok spiritual. Meskipun masih dalam keadaan Pancaroba Gunung Agung, panitia yang ia katakan akan tetap menyelenggarakan walauapun dengan sederhana. Dan akan menarik perhatian tokoh-tokoh spiritual dunia untuk datang ke Pura Besakih. Supaya Dunia ini semakin baik, damai dan sejahtera.

Di tempat yang sama, Ida Peranda Gede Wayahan Wanasari menjelaskan sangat setuju dengan gagasan yang akan segera dilaksanakan tersebut. Dalam hal itu ia juga mengatakan bukan sebagai hal untuk menyombongkan diri. Dikarenakan dari 18 Purana yang ada dalam Weda sudah disebutkan, bahwa perkembangan Siwaratri bukan saja di Indonesia, tetapi di luar Indonesia Siwaratri sangat dikenal.

“Seperti yang sering disebut malam penebusan dosa, dan cerita Lubdaka, maka kita wajib sekarang memberitahu Dunia. Bahwa pelaksanaan Siwaratri malam untuk mengembalikan jati diri manusia kepada Tuhan. Dan Bali Wajib, karena Bali sebagai tempat spiritual Dunia,” papar sulinggih asli Gria Wanasari Sanur tersebut.

Bahkan dirinya menyatakan bahwa Bali bukan saja sebagai pusat pariwisata Dunia. Tetapi juga sebagai pusat spiritual Dunia. Dikarenakan Bali sebagai muara akhir spiritual. “Banyak Sang Acharya, Wiku-wiku yang tersohor dan mengunjungi Balisaat dunia saat ini sedang membutuhkan spiritualitas yang lebih tinggi. Karena antar manusia tidak ada saling pemahaman kembali, maka sekarang ini salah satu wujub sebagai global etik. Di manapun seseorang bisa diterima tanpa ada yang dibeda-bedakan,” terang pria yang sudah empat tahun menjadi Peranda tersebut. 


BALI EXPRESS, DENPASAR- PHDI Bali terus mematangkan pelaksanaan hari Siwaratri Internasional di Besakih. Kali ini mereka menggelar rapat di Kantor PHDI Bali, Jalan Ratna Denpasar, Kamis (16/11).

“Rapat ini dilaksanakan untuk bagaimana mempersiapakan Besakih, sebagai pusat pelaksanaan Siwaratri Dunia. Yang menghasilkan berbagai masukan sangat positif, salah satunya adalah membuat tim kecil dan paparan singkat. Di mana yang berisi tujuan dan makna pelaksanaan siwaratri. Yang semuanya terdiri atas 11 instansi pemerintah dan masyarakat,” papar Ketua PHDI Bali, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana.  

Pada rapat ini hadir juga dari Kanwil Agama Provinsi Bali, Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), Perwakilan Besakih, PHDI Pusat, World Hindu Parisad (WHP), Perwakilan masyarakat, dan instansi lainnya. Dirinya juga mengatakan hal ini merupakan momentum yang sangat tepat, dalam menyikapi zaman yang sangat global. Agar Bali kembali dikuatkan dengan spirit Bali. Karena Bali merupakan tujuan dari pariwisata spiritual. Dan bukan hanya tujuan pariwisata budaya.

Sudiana juga memaparkan, pelaksanaan Siwaratri Internasional tersebut diharapkan agar menjaga taksu Bali dan supaya tetap ajeg. “Besakih sebagai pusat Siwaratri dunia, bukan hanya wacana saja. Kalau dilihat dari titik dunia, Besakih itulah merupakan berada di tengah-tengah dunia. Bahkan sebagai pusat untuk memuja Sang Hyang Siwa dan berbagai manifestasinya,” terang pria asli Karangasem tersebut.

Ia juga mengaku dalam pelaksanaannya nanti, sudah ada yang akan datang dari berbagai klompok spiritual. Meskipun masih dalam keadaan Pancaroba Gunung Agung, panitia yang ia katakan akan tetap menyelenggarakan walauapun dengan sederhana. Dan akan menarik perhatian tokoh-tokoh spiritual dunia untuk datang ke Pura Besakih. Supaya Dunia ini semakin baik, damai dan sejahtera.

Di tempat yang sama, Ida Peranda Gede Wayahan Wanasari menjelaskan sangat setuju dengan gagasan yang akan segera dilaksanakan tersebut. Dalam hal itu ia juga mengatakan bukan sebagai hal untuk menyombongkan diri. Dikarenakan dari 18 Purana yang ada dalam Weda sudah disebutkan, bahwa perkembangan Siwaratri bukan saja di Indonesia, tetapi di luar Indonesia Siwaratri sangat dikenal.

“Seperti yang sering disebut malam penebusan dosa, dan cerita Lubdaka, maka kita wajib sekarang memberitahu Dunia. Bahwa pelaksanaan Siwaratri malam untuk mengembalikan jati diri manusia kepada Tuhan. Dan Bali Wajib, karena Bali sebagai tempat spiritual Dunia,” papar sulinggih asli Gria Wanasari Sanur tersebut.

Bahkan dirinya menyatakan bahwa Bali bukan saja sebagai pusat pariwisata Dunia. Tetapi juga sebagai pusat spiritual Dunia. Dikarenakan Bali sebagai muara akhir spiritual. “Banyak Sang Acharya, Wiku-wiku yang tersohor dan mengunjungi Balisaat dunia saat ini sedang membutuhkan spiritualitas yang lebih tinggi. Karena antar manusia tidak ada saling pemahaman kembali, maka sekarang ini salah satu wujub sebagai global etik. Di manapun seseorang bisa diterima tanpa ada yang dibeda-bedakan,” terang pria yang sudah empat tahun menjadi Peranda tersebut. 


Most Read

Artikel Terbaru

/