alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Jero Dasaran Alit: Ini yang Perlu Dilakukan saat Bertemu Leak (Bagian 2)

Ilmu pangeleakan masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Bali. Biasanya orang akan melakukan puja pangeleakan pada waktu malam hari saat hari-hari tertentu. Lalu apa yang harus dilakukan ketika bertemu orang sedang ngeleak?

Menurut Jro Dasaran Alit melalui Kanal Youtube Majesty Production, orang yang sedang melakukan puja pangeleakan tidak akan pernah mengganggu manusia lain, selama leak itu tidak diganggu saat melakukan pemujaan. “Kalau ada yang mengaku pernah dihadang leak, itu bohong.  Ia tidak akan mengganggu kalau kita tidak mengganggu duluan. Itu sebabnya orang ngeleak pasti di tempat-tempat sepi,” ungkapnya.

Hal yang perlu dilakukan ketika bertemu dengan leak, lanjut Jero Dasaran Alit, adalah tetap tenang, jangan ribut dan jangan menghidupkan lampu. Jika hal itu dilakukan, penekun leak akan menganggap sebuah tantangan.

Selanjut yang dapat dilakukan adalah melafalkan Gayatri Mantram sebanyak-banyaknya. “Cukup dengan Gayatri Mantram, karena Gayatri Mantram merupakan ibu dari mantram-mantram yang lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jero Dasaran Alit mengungkap, benda-benda yang ditakuti oleh leak di antaranya bawang tunggal. Untuk menangkal Leak, bawang tunggal diambil, lalu ditiup tiga kali. Kemudian dioleskan ke seluruh tubuh, mulai dari kepala hingga kaki. Tujuannya agar aroma tubuh kita berubah menjadi aroma bawang sehingga leak tidak berani mendekat.

Jero Dasaran Alit juga mengungkapkan, bayi yang belum melaksanakan upacara tigabulanan dan orang yang belum menikah, menjadi incaran untuk dijadikan tumbal oleh leak. Karenakan leak mencium aroma bayi layaknya daging segar.






Reporter: Wiwin Meliana

Ilmu pangeleakan masih menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Bali. Biasanya orang akan melakukan puja pangeleakan pada waktu malam hari saat hari-hari tertentu. Lalu apa yang harus dilakukan ketika bertemu orang sedang ngeleak?

Menurut Jro Dasaran Alit melalui Kanal Youtube Majesty Production, orang yang sedang melakukan puja pangeleakan tidak akan pernah mengganggu manusia lain, selama leak itu tidak diganggu saat melakukan pemujaan. “Kalau ada yang mengaku pernah dihadang leak, itu bohong.  Ia tidak akan mengganggu kalau kita tidak mengganggu duluan. Itu sebabnya orang ngeleak pasti di tempat-tempat sepi,” ungkapnya.

Hal yang perlu dilakukan ketika bertemu dengan leak, lanjut Jero Dasaran Alit, adalah tetap tenang, jangan ribut dan jangan menghidupkan lampu. Jika hal itu dilakukan, penekun leak akan menganggap sebuah tantangan.

Selanjut yang dapat dilakukan adalah melafalkan Gayatri Mantram sebanyak-banyaknya. “Cukup dengan Gayatri Mantram, karena Gayatri Mantram merupakan ibu dari mantram-mantram yang lain,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jero Dasaran Alit mengungkap, benda-benda yang ditakuti oleh leak di antaranya bawang tunggal. Untuk menangkal Leak, bawang tunggal diambil, lalu ditiup tiga kali. Kemudian dioleskan ke seluruh tubuh, mulai dari kepala hingga kaki. Tujuannya agar aroma tubuh kita berubah menjadi aroma bawang sehingga leak tidak berani mendekat.

Jero Dasaran Alit juga mengungkapkan, bayi yang belum melaksanakan upacara tigabulanan dan orang yang belum menikah, menjadi incaran untuk dijadikan tumbal oleh leak. Karenakan leak mencium aroma bayi layaknya daging segar.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/