alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Pelebon Ida Cokorda Pemecutan XI Dimulai Dini Hari, Dipuput 11 Sulinggih

DENPASAR, BALI EXPRESS – Puncak pelebon Pratiwa Nyawa Ngasti Wedana yang diperuntukkan untuk Ida Cokorda Pemecutan XI digelar pada Jumat (21/1). Prosesi pelebon dimulai pada Jumat dini hari hingga sore dengan dipuput 11 sulinggih.

Ketua Umum Warga Ageng Pemecutan, AA Ngurah Rai Sudarma, Kamis (20/1) menjelaskan, rangakaian pelebon dimulai pukul 03.00 Wita. Diawali dengan ngenjing, ngutang pering, baleman serta teteh tabuh.

Kemudian dilanjutkan dengan mabumi sudha, melaspas pamereman atau bade, lembu, dan panca rengga.

“Siang harinya pukul 12.05 Wita layon Ida Cokorda dinaikkan ke bade. Setelah itu menuju Setra Agung Badung,” ujar AA Ngurah Rai Sudarma.

Lanjutnya, prosesi ini dipuput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Karang dari Griya Tampakgansul, dan Ida Pedanda Gede Arimbawa dari Griya Sari Tegal.

“Setelah bade sampai di Setra Agung Badung, juga dilangsungkan beberapa upakara di pabasmian, seperti agni panyomian jam tiga sore,” imbuhnya.

Di lokasi ini dipuput dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Telaga dari Griya Telaga, Tegal dan Ida Pedanda Oka Keniten dari Griya Beraban.

Selanjutnya pada pukul 18.00 Wita akan dilaksanakan prosesi melarung atau nganyud abu ke pantai Kuta, Badung. “Untuk ngayud ke Segara Kuta tepatnya di barat Hotel Melasti,” ujar Rai Sudarma.

Untuk lalulintas, selama pelaksanaan pelebon ini akan ada penutupan total di kawasan Jalan Thamrin dan Jalan Hasanuddin. Selian itu, saat bade bergerak dari Puri Pemecutan menuju Setra Badung juga ada penutupan di Jalan Imam Bonjol bagian utara di dekat setra.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Puncak pelebon Pratiwa Nyawa Ngasti Wedana yang diperuntukkan untuk Ida Cokorda Pemecutan XI digelar pada Jumat (21/1). Prosesi pelebon dimulai pada Jumat dini hari hingga sore dengan dipuput 11 sulinggih.

Ketua Umum Warga Ageng Pemecutan, AA Ngurah Rai Sudarma, Kamis (20/1) menjelaskan, rangakaian pelebon dimulai pukul 03.00 Wita. Diawali dengan ngenjing, ngutang pering, baleman serta teteh tabuh.

Kemudian dilanjutkan dengan mabumi sudha, melaspas pamereman atau bade, lembu, dan panca rengga.

“Siang harinya pukul 12.05 Wita layon Ida Cokorda dinaikkan ke bade. Setelah itu menuju Setra Agung Badung,” ujar AA Ngurah Rai Sudarma.

Lanjutnya, prosesi ini dipuput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Karang dari Griya Tampakgansul, dan Ida Pedanda Gede Arimbawa dari Griya Sari Tegal.

“Setelah bade sampai di Setra Agung Badung, juga dilangsungkan beberapa upakara di pabasmian, seperti agni panyomian jam tiga sore,” imbuhnya.

Di lokasi ini dipuput dua sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Telaga dari Griya Telaga, Tegal dan Ida Pedanda Oka Keniten dari Griya Beraban.

Selanjutnya pada pukul 18.00 Wita akan dilaksanakan prosesi melarung atau nganyud abu ke pantai Kuta, Badung. “Untuk ngayud ke Segara Kuta tepatnya di barat Hotel Melasti,” ujar Rai Sudarma.

Untuk lalulintas, selama pelaksanaan pelebon ini akan ada penutupan total di kawasan Jalan Thamrin dan Jalan Hasanuddin. Selian itu, saat bade bergerak dari Puri Pemecutan menuju Setra Badung juga ada penutupan di Jalan Imam Bonjol bagian utara di dekat setra.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/