alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Usaba Mumu Bungaya; Ada Menaburkan Bulu Ayam Putih ke Rumah Warga

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Usaba Mumu di Desa Adat Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, digelar mulai Senin (20/12) hingga 4 Januari 2022. Saat ini warga melaksanakan usaba yang disebut “Banban”. Artinya upacara tidak bertepatan dengan kliwon.

Rangkaian pertama digelar sejak pagi ditandai dengan dipasanganya penyagaan atau sarana dari potongan pelapah enau yang telah dihiasi jejahitan, biji buah boni dan sarana upacara lainnya di depan pintu masuk rumah.

“Maknanya sebagai pengendalian,” kata Penyarikan Desa Adat Bungaya I Wayan Sutama.

Pada tahapan ini, warga yang mendapat tugas keliling menaburkan bulu ayam putih ke masing-masing rumah warga atau dipakai di merajan. Sarana ini juga dipakai di Bale Agung Pura Desa. Karena dilaksanakan “Banban”, rangkaian usaba lain seperti upacara nyedut atau Nyoman suratan memedi dilaksanakan terpisah dengan nyaga.

Nyomia suratan memedi atau nyedut dilaksanakan di Pura Pemuhunan, Kamis (23/12) mendatang. Ini adalah upacara pengembalian atau penetralisir aura negatif ke asalnya dengan proses pembakaran simbol memedi. Sutama menambahkan, tiga hari usai nyedut, dilanjutkan dengan ngelisin pura atau pembersihan sekala-niskala di Pura Desa. Kemudian upacara pamungkas berupa macaru digelar saat Kajeng Kliwon, pada 4 Januari 2022.

Pihaknya menyadari, pelaksanaan Usaba Mumu juga harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Tahun lalu masih di tengah pandemi Covid-19, Usaba Mumu berjalan lancar. Sutama yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Bungaya telah bekerja sama dengan desa dinas untuk memastikan kegiatan berjalan dengan protokol kesehatan (Prokes).

“Tahun lalu pelaksanaan Usaba juga tak ada masalah. Kami sudah imbau warga agar disiplin Prokes. Sejauh ini warga kami taat memakai masker dan tahun ini kami juga tegaskan agar masyarakat melaksanakan upacara tidak abai dengan imbauan 3M seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak,” pungkasnya.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Usaba Mumu di Desa Adat Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, digelar mulai Senin (20/12) hingga 4 Januari 2022. Saat ini warga melaksanakan usaba yang disebut “Banban”. Artinya upacara tidak bertepatan dengan kliwon.

Rangkaian pertama digelar sejak pagi ditandai dengan dipasanganya penyagaan atau sarana dari potongan pelapah enau yang telah dihiasi jejahitan, biji buah boni dan sarana upacara lainnya di depan pintu masuk rumah.

“Maknanya sebagai pengendalian,” kata Penyarikan Desa Adat Bungaya I Wayan Sutama.

Pada tahapan ini, warga yang mendapat tugas keliling menaburkan bulu ayam putih ke masing-masing rumah warga atau dipakai di merajan. Sarana ini juga dipakai di Bale Agung Pura Desa. Karena dilaksanakan “Banban”, rangkaian usaba lain seperti upacara nyedut atau Nyoman suratan memedi dilaksanakan terpisah dengan nyaga.

Nyomia suratan memedi atau nyedut dilaksanakan di Pura Pemuhunan, Kamis (23/12) mendatang. Ini adalah upacara pengembalian atau penetralisir aura negatif ke asalnya dengan proses pembakaran simbol memedi. Sutama menambahkan, tiga hari usai nyedut, dilanjutkan dengan ngelisin pura atau pembersihan sekala-niskala di Pura Desa. Kemudian upacara pamungkas berupa macaru digelar saat Kajeng Kliwon, pada 4 Januari 2022.

Pihaknya menyadari, pelaksanaan Usaba Mumu juga harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Tahun lalu masih di tengah pandemi Covid-19, Usaba Mumu berjalan lancar. Sutama yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Bungaya telah bekerja sama dengan desa dinas untuk memastikan kegiatan berjalan dengan protokol kesehatan (Prokes).

“Tahun lalu pelaksanaan Usaba juga tak ada masalah. Kami sudah imbau warga agar disiplin Prokes. Sejauh ini warga kami taat memakai masker dan tahun ini kami juga tegaskan agar masyarakat melaksanakan upacara tidak abai dengan imbauan 3M seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak,” pungkasnya.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/