alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Usaba Mumu di Bungaya, Sangat Sakral, Ini Tujuannya

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Warga Desa Adat Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, sejak pagi beramai-ramai mendirikan potongan pelapah pohon jaka (enau) yang sudah dihias dengan aneka macam jejahitan, Senin (20/12). Ini adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan warga saat rangkaian upacara Usaba Mumu berlangsung.

Tahun ini, Usaba Mumu digelar dalam beberapa hari. Dimulai pada 20 Desember dan berakhir 4 Januari 2022. Nah, sepanjang rangkaian upacara berlangsung, warga setempat tidak boleh menggelar upacara lainnya sampai rangkaian Usaba selesai. Seperti upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya.

Penyarikan Desa Adat Bungaya I Wayan Sutama menjelaskan, Usaba Mumu atau dalam lontar disebutkan sebagai Usaba muun muun, adalah salah satu upacara yang rutin digelar setiap tahun. Tepatnya pada sasih kapitu dengan puncak upacaranya bertepatan kajeng Kliwon.

Dia menjelaskan, saat rangkaian berlangsung, warga memang pantang menggelar upacara lain dari kaitannya dengan Usaba Mumu. Misalnya Pitra Yadnya, warga setempat tidak dibolehkan langsung gelar ngaben. “Ada namanya makingsan, tidak langsung ngaben sampai usaba selesai,” jelas Sutama.

“Sekarang ini ‘ngeneng’. Usaba Mumu sangat pingit (sakral). Maka Usaba Mumu ini adalah upacara untuk somya buta dan unsur negatif lainnya. Sampai ngeneng berakhir, barulah bisa dimulai lagi upacara lainnya. Memang berlaku sejak dulu,” tegasnya.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Warga Desa Adat Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, sejak pagi beramai-ramai mendirikan potongan pelapah pohon jaka (enau) yang sudah dihias dengan aneka macam jejahitan, Senin (20/12). Ini adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan warga saat rangkaian upacara Usaba Mumu berlangsung.

Tahun ini, Usaba Mumu digelar dalam beberapa hari. Dimulai pada 20 Desember dan berakhir 4 Januari 2022. Nah, sepanjang rangkaian upacara berlangsung, warga setempat tidak boleh menggelar upacara lainnya sampai rangkaian Usaba selesai. Seperti upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya.

Penyarikan Desa Adat Bungaya I Wayan Sutama menjelaskan, Usaba Mumu atau dalam lontar disebutkan sebagai Usaba muun muun, adalah salah satu upacara yang rutin digelar setiap tahun. Tepatnya pada sasih kapitu dengan puncak upacaranya bertepatan kajeng Kliwon.

Dia menjelaskan, saat rangkaian berlangsung, warga memang pantang menggelar upacara lain dari kaitannya dengan Usaba Mumu. Misalnya Pitra Yadnya, warga setempat tidak dibolehkan langsung gelar ngaben. “Ada namanya makingsan, tidak langsung ngaben sampai usaba selesai,” jelas Sutama.

“Sekarang ini ‘ngeneng’. Usaba Mumu sangat pingit (sakral). Maka Usaba Mumu ini adalah upacara untuk somya buta dan unsur negatif lainnya. Sampai ngeneng berakhir, barulah bisa dimulai lagi upacara lainnya. Memang berlaku sejak dulu,” tegasnya.






Reporter: AGUS EKA PURNA NEGARA

Most Read

Artikel Terbaru

/