alexametrics
29.8 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Tanggulangi Pemali dengan Rsi Gana

Leluhur orang Bali sangat cerdas dalam membagi rumah menjadi konsep triangga. Yang disebut Kepala, badan dan kaki yang disebut dalam aksara ang. Tanah sumber salah satu bagian dari panca maha buta, sumber dari panca data atau panca datu, nanem pedagingan adalah nanem panca datu atau lima elemen logam.

 

Kelima elemen ini sebagai penghubung antara tanah dengan pelinggih supaya urip hidup. Kepala dan tubuh harus nyatu dalam satu kesatuan tanah. Sehingga pelinggih merajan sanggah ada baiknya menyatu dengan tanah.

 

“Apabila tidak menyatu dengan tanah, itu artinya kepala dan badan tidak menyatu, apa konsekwesinya bagi karang awak atau tubuh manusia, jika kepala dan badan tidak menyatu berarti ada sesuatu dalam keluarga itu sendiri,” ungkap Suardika.

 

Lalu apa yang dilakukan agar menghindari Pemali? Suardika menambahkan agar memperhatikan dalam menempatkan benda. Semisal dilarang menaruh benda di capcapan rumah, karena berpotensi menjadi pamali.

 

Dalam lontar Taru Pramana dinyatakan, Tan wenang sarwa buku tinanem ring palemahan.   Artinya, tumbuhan yang berruas tidak boleh ditanam di pekarangan. Contohnya adalah bambu, tebu, dan sebagainya. “Sebab, selain menghabiskan tempat bambu dan tebu kan memiliki medang atau bulu-bulu halus yang menyebabkan gatal,” ujarnya.

 

Untuk menghindari Hal tersebut hendaknya mengunakan Ritual Rsi Gana yang fungsinya sebagai berikut Sesayut durmanggala dan digunakan untuk menjauhkan segala macam masalah dan energi negatif.

 

“Pemiakala sebagai lambang penyucian yang bersifat lahiriah dan merupakan kebalikan dari prayascita sebagai lambang penyucian rohaniah, pemangguh pemali juga termasuk lambang persembahan kepada Bhuta Kala, penguasa tata ruang atau tempat tersebut,” pungkasnya. (habis)






Reporter: I Putu Mardika

Leluhur orang Bali sangat cerdas dalam membagi rumah menjadi konsep triangga. Yang disebut Kepala, badan dan kaki yang disebut dalam aksara ang. Tanah sumber salah satu bagian dari panca maha buta, sumber dari panca data atau panca datu, nanem pedagingan adalah nanem panca datu atau lima elemen logam.

 

Kelima elemen ini sebagai penghubung antara tanah dengan pelinggih supaya urip hidup. Kepala dan tubuh harus nyatu dalam satu kesatuan tanah. Sehingga pelinggih merajan sanggah ada baiknya menyatu dengan tanah.

 

“Apabila tidak menyatu dengan tanah, itu artinya kepala dan badan tidak menyatu, apa konsekwesinya bagi karang awak atau tubuh manusia, jika kepala dan badan tidak menyatu berarti ada sesuatu dalam keluarga itu sendiri,” ungkap Suardika.

 

Lalu apa yang dilakukan agar menghindari Pemali? Suardika menambahkan agar memperhatikan dalam menempatkan benda. Semisal dilarang menaruh benda di capcapan rumah, karena berpotensi menjadi pamali.

 

Dalam lontar Taru Pramana dinyatakan, Tan wenang sarwa buku tinanem ring palemahan.   Artinya, tumbuhan yang berruas tidak boleh ditanam di pekarangan. Contohnya adalah bambu, tebu, dan sebagainya. “Sebab, selain menghabiskan tempat bambu dan tebu kan memiliki medang atau bulu-bulu halus yang menyebabkan gatal,” ujarnya.

 

Untuk menghindari Hal tersebut hendaknya mengunakan Ritual Rsi Gana yang fungsinya sebagai berikut Sesayut durmanggala dan digunakan untuk menjauhkan segala macam masalah dan energi negatif.

 

“Pemiakala sebagai lambang penyucian yang bersifat lahiriah dan merupakan kebalikan dari prayascita sebagai lambang penyucian rohaniah, pemangguh pemali juga termasuk lambang persembahan kepada Bhuta Kala, penguasa tata ruang atau tempat tersebut,” pungkasnya. (habis)






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/