alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

PKK Bangli Menari Rejang Renteng di Pura Ulun Danu Batur

BANGLI, BALI EXPRESS- Sekitar 300 perempuan, terdiri dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli beserta ASN Pemkab Bangli menari Rejang Renteng di Pura Ulun Danu Batur, Minggu (20/3). Mereka ngayah bersamaan dengan Pemkab Bangli ngaturang bhakti penganyar serangkaian karya pujawali ngusaba kedasa di pura yang berlokasi di Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli tersebut.

Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta yang ikut menari rejang mengatakan, ngayah ngerejang ini merupakan wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam pelestarian seni dan  budaya.  Istri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta ini mengungkapkan bahwa ngayah menari  Rejang Renteng ini sebelumnya  sudah pernah dilaksanakan saat upacara mecaru dan rsi gana dalam rangka pembukaan Alun-Alun Bangli pada  Januari lalu. “Semoga kegiatan ini bisa selalu kami laksanakan dalam upacara-upacara keagamaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangli,” katanya.

Bupati Bangli Sedana Arta dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten Bangli beserta semua pihak yang turut ngayah menari rejang. Walaupun latihan hanya beberapa kali, tetapi bisa menampilkan yang terbaik dan kompak. Itu membuktikan bahwa  PKK  di Bangli sudah terbiasa melaksanakan kegiatan ngayah seperti ini.

Sementara terkait bhakti penganyar, bupati asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli ini menyatakan bahwa hal itu salah satu wujud sembah bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Ulun Danu Batur, mengingat pura itu adalah Pura Kahyangan Jagat yang diyakini sebagai pemelihara keharmonisan dan stabilitas seluruh pulau. “Maka kita sebagai warga masyarakat Bangli sudah sewajarnya untuk selalu ingat ngaturang sembah bhakti karena itu merupakan wujud puji syukur kepada Sang Pencipta,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Pemkab Bangli menyerahkan dana punia Rp 100 juta, diterima oleh Jero Penyarikan Duwuran Batur mewakili pangemong Pura Ulun Danu Batur. Sedana Arta juga mengapresiasi karya pujawali yang sangat tertata dengan rapi.  Dari prosesi upacara, tradisi, budaya serta kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik. “Semoga hal ini bisa menjadi contoh desa adat lainnya yang ada di Bali khususnya di Kabupaten Bangli dalam melaksanakan upacara yadnya,” kata Sedana Arta.

Sementara itu, Jero Penyarikan Duwuran Batur mengucapkan terima kasih kepada Bangli yang sudah melaksanakan bhakti penganyar. Disebutkannya, karya pujawali akan masineba Selasa (29/3) mendatang. “Ngiring sareng- sareng ngerastiti bakti semoga Ida Bhatara selalu memberikan anugerah sehingga kita kembali bangkit dan karya ngusaba tahun ini menjadi momentum pemulihan ekonomi di Bali,” katanya.


BANGLI, BALI EXPRESS- Sekitar 300 perempuan, terdiri dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli beserta ASN Pemkab Bangli menari Rejang Renteng di Pura Ulun Danu Batur, Minggu (20/3). Mereka ngayah bersamaan dengan Pemkab Bangli ngaturang bhakti penganyar serangkaian karya pujawali ngusaba kedasa di pura yang berlokasi di Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli tersebut.

Ketua TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta yang ikut menari rejang mengatakan, ngayah ngerejang ini merupakan wujud bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam pelestarian seni dan  budaya.  Istri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta ini mengungkapkan bahwa ngayah menari  Rejang Renteng ini sebelumnya  sudah pernah dilaksanakan saat upacara mecaru dan rsi gana dalam rangka pembukaan Alun-Alun Bangli pada  Januari lalu. “Semoga kegiatan ini bisa selalu kami laksanakan dalam upacara-upacara keagamaan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangli,” katanya.

Bupati Bangli Sedana Arta dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada TP PKK Kabupaten Bangli beserta semua pihak yang turut ngayah menari rejang. Walaupun latihan hanya beberapa kali, tetapi bisa menampilkan yang terbaik dan kompak. Itu membuktikan bahwa  PKK  di Bangli sudah terbiasa melaksanakan kegiatan ngayah seperti ini.

Sementara terkait bhakti penganyar, bupati asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut, Bangli ini menyatakan bahwa hal itu salah satu wujud sembah bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berstana di Pura Ulun Danu Batur, mengingat pura itu adalah Pura Kahyangan Jagat yang diyakini sebagai pemelihara keharmonisan dan stabilitas seluruh pulau. “Maka kita sebagai warga masyarakat Bangli sudah sewajarnya untuk selalu ingat ngaturang sembah bhakti karena itu merupakan wujud puji syukur kepada Sang Pencipta,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Pemkab Bangli menyerahkan dana punia Rp 100 juta, diterima oleh Jero Penyarikan Duwuran Batur mewakili pangemong Pura Ulun Danu Batur. Sedana Arta juga mengapresiasi karya pujawali yang sangat tertata dengan rapi.  Dari prosesi upacara, tradisi, budaya serta kearifan lokal yang masih terjaga dengan baik. “Semoga hal ini bisa menjadi contoh desa adat lainnya yang ada di Bali khususnya di Kabupaten Bangli dalam melaksanakan upacara yadnya,” kata Sedana Arta.

Sementara itu, Jero Penyarikan Duwuran Batur mengucapkan terima kasih kepada Bangli yang sudah melaksanakan bhakti penganyar. Disebutkannya, karya pujawali akan masineba Selasa (29/3) mendatang. “Ngiring sareng- sareng ngerastiti bakti semoga Ida Bhatara selalu memberikan anugerah sehingga kita kembali bangkit dan karya ngusaba tahun ini menjadi momentum pemulihan ekonomi di Bali,” katanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/