Minggu, 24 Oct 2021
Bali Express
Home / Balinese
icon featured
Balinese
Purnamaning Sasih Kapat (1)

Matahari Tepat di Atas Khatulistiwa, Momentum Penyucian Diri

21 September 2021, 08: 49: 02 WIB | editor : Nyoman Suarna

Matahari Tepat di Atas Khatulistiwa, Momentum Penyucian Diri

Dosen Wariga, Prodi Filsafat, Jurusan Brahmawidya STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Made Gami Sandi Untara, S.Fil.H, M.Ag. (istimewa)

Share this      

Purnama Kapat yang jatuh pada Selasa (21/9) ini memang menjadi momentum yang ditunggu-tunggu bagi umat Hindu khususnya di Bali. Secara tradisi, Purnama Sasih Kapat identik dengan Ida Bhatara Turun Kabeh dan pujawali di sejumlah pura kahyangan lainnya.

Menurut Dosen Wariga, Prodi Filsafat, Jurusan Brahmawidya STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Made Gami Sandi Untara, S.Fil.H, M.Ag mengatakan, Sasih Kapat juga sering disebut dengan Kartika yang jatuh pada bulan keempat dari 12 sasih dalam perhitungan wariga.

Pada masa ini, posisi matahari secara astronomi matahari tepat berada pada garis katulistiwa atau persis di atas ubun-ubun, yang disebut dengan Wiswayana. Pada sasih kapat yang Umurnya 25 hari  terhitung 18 September sampai 19 Oktober ini bunga-bunga juga sudah mulai bermekaran.

Baca juga: Hal Penting dalam Upacara Magedong-Gedongan

Selama rentang hari tersebut, umat Hindu diharapkan untuk senantiasa melakukan pembersihan dan membangun sifat-sifat kedewataan, sehingga tumbuh berkembang ibaratkan bunga yang bermekaran di Sasih Kapat.

“Kalau dilihat secara tradisi, saat kapat juga sering dilaksanakan upacara Ngusabha oleh para petani yang tergabung dalam Subak sebagai bentuk penghormatan terhadap Dewi Sri atas hasil panen yang berlimpah. Saat ngusabha sering menghaturkan persembahan berupa bunga buah dan hasil pertanian,” jelasnya, Senin (20/9).

Purnama Kapat, diyakini sebagai momentum beryoganya Bhatara Parameswara sebagai wujud Sanghyang Purusangkara, yang diiringi oleh para Para Dewa, Widyadara-widyadari dan para Rsighana.

Selain melaksanakan renungan suci dengan dyana dan yoga samadi, Purnama Sasih Kapat juga disarankan untuk melaksanakan persembahan suci kepada Bhatara Kawitan. “Sasih Kapat ini momentum untuk penyucian diri, demi melebur kotoran, dosa, mala yang pernah dilakukan secara sengaja maupun tidak, sehingga jiwa kembali bersih sedia kala serta melaksanakan brata,” ungkapnya.

Gami mengatakan, tak mengherankan jika Umat Hindu di Bali memilih momentum Purnamaning Sasih Kapat untuk melaksanakan pujawali di merajan maupun di pura-pura Dang Kahyangan seperti Pura Pulaki dan Pesanakan, Bhatara Tiga Sakti di Penataran Agung Besakih, dan pura lainnya.

Hal tersebut dikarenakan masyarakat meyakini bahwa hari purnama ini waktu yang tepat untuk memohon kecemerlangan dan kesempurnaan dari cahaya suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta berbagai Ista Dewata. Disamping itu, Purnama atau Pananggal ping 15 ini merupakan Dewasa Ayu atau hari baik untuk berbagai macam pekerjaan. Oleh karena itu, sangat banyak piodalan yang dilangsungkan pada Purnama, khususnya Purnama Kapat.

Pelaksanaan pemujaan saat Purnama Sasih Kapat juga sejatinya tertuang dalam teks Sundarigama yang memaparkan mengenai hari suci Purnama dan Tilem yakni

Mwah hana way reresik ira Sanghyang Rwabhineda, mekadi Sanghyang Surya Chandra, yatik ring Purnama mwang ring tilem. Yen ring Purnama, Sanghyang Wulan mayoga ring Tilem, Sanghyang Surya mayoga. Samangkana ika sang Purohita tekeng jadma sa kawangan ira, wenang ahening adnyana, haturaknawangi-wangi, canang biasa ring sarwa Dewa, mapan lakunia ring sargha gocara, puspawangi.

Terjemahan: “Dan ada pula hari suci terhdap Sanghyang Rwa Bhineda, yakni Sanghyang Surya dan Sanghyang Ratih, itulah yang pada hari Purnama dan hari Tilem. Kalau hari Purnama, Sanghyang Wulanlah yang beryoga, demikian pula kalau Tilem, Sanghyang Suryalah yang beryoga. Demikianlah bagi para Sulinggih dan setiap umat, patutlah melakukan penyucian diri, dengan menghaturkan wangi-wangi, canang biasa yang disuguhkan kepada para Dewa. Dan oleh karena perbuatan itu dilakukan dalam ciptaan Tuhan, wajarlah bila dilakukan denga air suci, serta bunga serba harum”

Selain Puranama Sasih Kapat, Purnama Kedasa juga menjadi hari yang sangat disucikan bagi umat Hindu untuk melaskanakan pemujaan. (bersambung)

(bx/dik/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia