alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Pentas Seni dan Budaya di Alun-Alun Bangli Dimulai April

BANGLI, BALI EXPRESS– Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli kembali menjalankan program pentas kreasi seni dan budaya di Alun-Alun Bangli, setelah sebelumnya jeda karena kasus Covid-19 melonjak. Sesuai rencana, pentas khusus sekolah setiap Sabtu itu dimulai April mendatang, demikian disampaikan Kepala Disdikpora Bangli I Komang Pariartha, Minggu (20/3).

Pariartha menyampaikan, pentas dimulai April seiring dengan rencana Pemprov Bali membuka pembelajaran tatap muka (PTM) penuh di semua tingkatan sekolah di Bali. Di mana saat ini sekolah di Bangli baru PTM terbatas atau 50 persen. Selain persoalan PTM, pentas kreasi seni dan budaya belum bisa dimulai Maret karena pertimbangan lain. Salah satunya rahina Saraswati, Sabtu (26/3) mendatang. “Biarkan dulu siswa fokus sembahyang,” kata Pariartha.

Dalam pentas nanti, masing-masing sekolah diberikan jadwal oleh Disdikpora. Mereka secara bergilir memanfaatkan panggung yang hanya disediakan saban Sabtu. Tujuan pentas ini adalah untuk memberikan ruang generasi muda Bangli menunjukkan bakatnya dalam bidang seni dan budaya, mengingat alun-alun selalu ramai pada akhir pekan, baik itu yang olahraga maupun sekadar jalan-jalan. Tak hanya siswa,  guru juga boleh ikut pentas.

Pariartha berharap semua sekolah di Bangli ikut berpartisipasi. Tidak hanya sekolah di bawah naungan kabupaten, yakni TK, SD dan SMP. Pun demikian dengan SMA dan SMK yang berada di bawah Pemprov Bali, termasuk perguruan tinggi di Bangli diharapkan ikut memanfaatkan kesempatan ini. “Kami sudah koordinasi dengan SMA dan SMK, ikut berperan serta,” tandas Pariartha.


BANGLI, BALI EXPRESS– Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli kembali menjalankan program pentas kreasi seni dan budaya di Alun-Alun Bangli, setelah sebelumnya jeda karena kasus Covid-19 melonjak. Sesuai rencana, pentas khusus sekolah setiap Sabtu itu dimulai April mendatang, demikian disampaikan Kepala Disdikpora Bangli I Komang Pariartha, Minggu (20/3).

Pariartha menyampaikan, pentas dimulai April seiring dengan rencana Pemprov Bali membuka pembelajaran tatap muka (PTM) penuh di semua tingkatan sekolah di Bali. Di mana saat ini sekolah di Bangli baru PTM terbatas atau 50 persen. Selain persoalan PTM, pentas kreasi seni dan budaya belum bisa dimulai Maret karena pertimbangan lain. Salah satunya rahina Saraswati, Sabtu (26/3) mendatang. “Biarkan dulu siswa fokus sembahyang,” kata Pariartha.

Dalam pentas nanti, masing-masing sekolah diberikan jadwal oleh Disdikpora. Mereka secara bergilir memanfaatkan panggung yang hanya disediakan saban Sabtu. Tujuan pentas ini adalah untuk memberikan ruang generasi muda Bangli menunjukkan bakatnya dalam bidang seni dan budaya, mengingat alun-alun selalu ramai pada akhir pekan, baik itu yang olahraga maupun sekadar jalan-jalan. Tak hanya siswa,  guru juga boleh ikut pentas.

Pariartha berharap semua sekolah di Bangli ikut berpartisipasi. Tidak hanya sekolah di bawah naungan kabupaten, yakni TK, SD dan SMP. Pun demikian dengan SMA dan SMK yang berada di bawah Pemprov Bali, termasuk perguruan tinggi di Bangli diharapkan ikut memanfaatkan kesempatan ini. “Kami sudah koordinasi dengan SMA dan SMK, ikut berperan serta,” tandas Pariartha.


Most Read

Artikel Terbaru

/