alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Ini Mantra Penjaga Bayi dan Atasi Gangguan Desti

BULELENG, BALI EXPRESS -Tak hanya mengatasi soal gangguan medis (niskala), Lontar Usada Rare juga mengulas upaya menjaga bayi dari pengaruh niskala (magis) serta gangguan energi negatif. Salah satunya dengan sarana masui.

Penekun usada Bali Gede Sutana mengatakan, masui digunakan dengan cara dirajah, dikunyah, lalu disemburkan pada ubun-ubun bayi. Mantram yang diucapkan adalah: Ong idep aku Sanghyang Guru Reka, Ang Hyang Dasa Bayu Premana, anguripaken bayu kasasar, bayu karogan, bayu kadesti. Teka urip, Ang Ung Mang, waras, teka waras, teka waras, teka waras.

Penjaga atau sesuruk bayi, dengan sarana berupa selembar kecil perak diikat dengan benang tridatu (merah, putih, hitam) uang kepeng satak selawe (225), canang tubungan, sasari/uang perak 11 buah, jika diuangkan Rp 1.100. Mantram diucapkan Ong rare dipada swaha ya, Ong Sang Hyang Bayu, Sang Hyang Samaun, Ong Sang Hyang Galih, Sang Hyang Daging, Ong otot Sang Hyang Banyu ring raga, Ong Sang Hyang Amanca Warna, I Sang Peluh rare tane purna, Ong Sang Lara

Penjaga bayi, dengan sarana kalung perak, dengan mantram : Ong Durga Detya sura ya namah swaha, Ung wong apretta ya namah, Ong semung yung sah pat nama swaha.

Sedangkan untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh dengan sarana berupa daun beringin 7 lembar, ketumbar 7 butir. Mantramnya : Ong Brahma ngelaranin, teka waras. Mantram tersebut diucapkan sebanyak dua kali.

Untuk penyakit yang telah lama diderita, bisa disembuhkan dengan sarana berupa tembaga serta daun lontar. Ada rerajahannya sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Pemakaiannya disimpan pada ikat pinggang yang selalu dipakai. Mantranya : Ong ta kita bhuta pisaca sang pulung dengen sanak sahana wus momo denta anganti kulit daging, dalem atine wong angering, apan aku weruh ring katatuanmu ko yogan batara lawan paduka bhatara do tang ko mulih maring Kahyanganmu, waras.

Jika sang bayi diganggu desti atau setan dengan ciri-ciri setiap malam mengigau, serta berteriak-teriak ketakutan, badan gemetar. Sarananya banten atau sesajen berupa tumpeng merah 2 buah, ayam merah dipanggang, tuak dan berem minumannya desti. Mantranya : Suetambara hredana dewi, sweta palianu lepana, Sueta posia priadewi, priatame Saraswati, raktam Bara hreddan dewi, pita palianu lepana, pita posia Priadewi, priatame Saraswati, kresnam — barah Hreddan dewi, kresna palianu lepana, kresna posia Priadewi, priatame Saraswati.

 






Reporter: I Putu Mardika

BULELENG, BALI EXPRESS -Tak hanya mengatasi soal gangguan medis (niskala), Lontar Usada Rare juga mengulas upaya menjaga bayi dari pengaruh niskala (magis) serta gangguan energi negatif. Salah satunya dengan sarana masui.

Penekun usada Bali Gede Sutana mengatakan, masui digunakan dengan cara dirajah, dikunyah, lalu disemburkan pada ubun-ubun bayi. Mantram yang diucapkan adalah: Ong idep aku Sanghyang Guru Reka, Ang Hyang Dasa Bayu Premana, anguripaken bayu kasasar, bayu karogan, bayu kadesti. Teka urip, Ang Ung Mang, waras, teka waras, teka waras, teka waras.

Penjaga atau sesuruk bayi, dengan sarana berupa selembar kecil perak diikat dengan benang tridatu (merah, putih, hitam) uang kepeng satak selawe (225), canang tubungan, sasari/uang perak 11 buah, jika diuangkan Rp 1.100. Mantram diucapkan Ong rare dipada swaha ya, Ong Sang Hyang Bayu, Sang Hyang Samaun, Ong Sang Hyang Galih, Sang Hyang Daging, Ong otot Sang Hyang Banyu ring raga, Ong Sang Hyang Amanca Warna, I Sang Peluh rare tane purna, Ong Sang Lara

Penjaga bayi, dengan sarana kalung perak, dengan mantram : Ong Durga Detya sura ya namah swaha, Ung wong apretta ya namah, Ong semung yung sah pat nama swaha.

Sedangkan untuk mencegah masuknya penyakit ke dalam tubuh dengan sarana berupa daun beringin 7 lembar, ketumbar 7 butir. Mantramnya : Ong Brahma ngelaranin, teka waras. Mantram tersebut diucapkan sebanyak dua kali.

Untuk penyakit yang telah lama diderita, bisa disembuhkan dengan sarana berupa tembaga serta daun lontar. Ada rerajahannya sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Pemakaiannya disimpan pada ikat pinggang yang selalu dipakai. Mantranya : Ong ta kita bhuta pisaca sang pulung dengen sanak sahana wus momo denta anganti kulit daging, dalem atine wong angering, apan aku weruh ring katatuanmu ko yogan batara lawan paduka bhatara do tang ko mulih maring Kahyanganmu, waras.

Jika sang bayi diganggu desti atau setan dengan ciri-ciri setiap malam mengigau, serta berteriak-teriak ketakutan, badan gemetar. Sarananya banten atau sesajen berupa tumpeng merah 2 buah, ayam merah dipanggang, tuak dan berem minumannya desti. Mantranya : Suetambara hredana dewi, sweta palianu lepana, Sueta posia priadewi, priatame Saraswati, raktam Bara hreddan dewi, pita palianu lepana, pita posia Priadewi, priatame Saraswati, kresnam — barah Hreddan dewi, kresna palianu lepana, kresna posia Priadewi, priatame Saraswati.

 






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/