alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Usada Rare Jadi Rujukan Pengobatan Khusus Bayi

BULELENG, BALI EXPRESS- Pengobatan bayi secara tradisional banyak diulas dalam naskah lontar. Salah satunya di lUsada Rare yang mengupas berbagai penyakit yang kerap dialami bayi, termasuk cara mengobatinya.

Penekun usada Bali Gede Sutana mengatakan, beberapa penyakit rare atau anak-anak diobati menggunakan beberapa teknik pengobatan herbal atau tradisional. Teknik ini memang sudah digunakan di Bali sejak zaman dahulu mengacu Lontar Usada Rare.

“Jenis penyakit yang pada umumnya diderita oleh anak-anak seperti batuk, tidak bisa tidur, pusing, diare, muntah, perut kembung, kencingnya seret, hal itu dijelaskan dengan sarana obat,” jelas Sutana, belum lama ini.

Untuk penanganan bayi batuk misalnya, Sutana menyebut tamba atau obatnya menggunakan kencur, temu tis, kemiri, bawang merah bagian paling dalam yang sering disebut hati bawang, beras yang sudah direndam lama sehingga mudah remuk. “Semua sarana tersebut dikunyah dan disemburkan pada dada si anak, maka akan segera sembuh,” sebutnya.

Selain itu, ada juga jenis obat yang lain untuk menyembuhkan batuk biasa, yaitu sarana daun tulasi, rumput lepas, temulawak dan ketumbar. Semua itu dikunyah untuk disemburkan pada dada si anak yang sakit.

Dalam naskah Usada Rare disebutkan: Ta rare watuk giningan. Sa rwaning blimbing wesi, trikatuka, sembar tangkahnya. Jika diterjemahkan tamba atau obat untuk anak-anak yang batuk gatal dengan sarana daun pohon belimbing besi, tiga ramuan bumbu atau rempah-rempah (bawang merah, bawang putih, dan jangu), semburlah dadanya dengan adonan itu.

Obat untuk anak-anak yang sakit batuk kering, dengan sarana rumput sembarang, temulawak, adas, putih telur yang baru, minyak goreng asli bukan pabrik sedikit, semua diaduk jadi satu dan diminum.

Lanjut Sutana, pada zaman dahulu, saat pengobatan medis belum begitu populer dan anak menangis semalaman, di dalam lontar Usada Rare diharapkan mengucapkan mantra : Iki Ong Si Barbang Biar, Ong ah siah.

Jika bayi mengalami diare, maka sarana obat yang digunakan adalah buah delima putih, beras merah, semua itu diaduk diruap pada perutnya, kalau badannya panas dengan sarana daun bawang merah, minyak adas diusap di dadanya.

Obat anak diare dengan sarana, daun miana cemeng, garam, bubuk kapur sirih diruap pada perutnya. “Obat untuk anak yang diare dengan sarana berupa daun belimbing besi, bagian paling dalam dari bawang merah, dihaluskan dan diminum. Dioleskan pada perutnya dengan buah gamongan dan musi yang dihaluskan,” ungkapnya.

Apabila anak mengalami perut kembung, maka dapat diobati dengan menggunakan sarana berupa rumput dan garam hitam diaduk dan diminum. Obat untuk anak yang perut kembung dengan sarana bambu yang muda, pucuk daun jarak, minuman arak, semua diulek dan diraup pada perut disertai daun kayu manis (daun katuk).

Lalu bagaimana jika bayi mengalami kencing yang seret? Dikatakan Sutana, obat untuk anak yang kencingnya sedikit atau seret serta perutnya kembung, bisa menggunakan sarana berupa daun buah ketimun gantung, buah jambe yang muda, diaduk dibungkus dengan daun seperti pepes dan dibakar, setelah matang diperas diisi minyak kelapa asli beberapa tetes dan diminum.

Obat untuk anak yang badannya kaku dengan sarana berupa minyak bawang merah, kencur, air cuka, minyak kelapa asli diraup ke bagian tubuh yang kaku. “Obat untuk anak yang muntah dengan sarana berupa daun salam, kunir, ketumbar dihaluskan dan diraup pada perutnya,” paparnya.
 






Reporter: I Putu Mardika

BULELENG, BALI EXPRESS- Pengobatan bayi secara tradisional banyak diulas dalam naskah lontar. Salah satunya di lUsada Rare yang mengupas berbagai penyakit yang kerap dialami bayi, termasuk cara mengobatinya.

Penekun usada Bali Gede Sutana mengatakan, beberapa penyakit rare atau anak-anak diobati menggunakan beberapa teknik pengobatan herbal atau tradisional. Teknik ini memang sudah digunakan di Bali sejak zaman dahulu mengacu Lontar Usada Rare.

“Jenis penyakit yang pada umumnya diderita oleh anak-anak seperti batuk, tidak bisa tidur, pusing, diare, muntah, perut kembung, kencingnya seret, hal itu dijelaskan dengan sarana obat,” jelas Sutana, belum lama ini.

Untuk penanganan bayi batuk misalnya, Sutana menyebut tamba atau obatnya menggunakan kencur, temu tis, kemiri, bawang merah bagian paling dalam yang sering disebut hati bawang, beras yang sudah direndam lama sehingga mudah remuk. “Semua sarana tersebut dikunyah dan disemburkan pada dada si anak, maka akan segera sembuh,” sebutnya.

Selain itu, ada juga jenis obat yang lain untuk menyembuhkan batuk biasa, yaitu sarana daun tulasi, rumput lepas, temulawak dan ketumbar. Semua itu dikunyah untuk disemburkan pada dada si anak yang sakit.

Dalam naskah Usada Rare disebutkan: Ta rare watuk giningan. Sa rwaning blimbing wesi, trikatuka, sembar tangkahnya. Jika diterjemahkan tamba atau obat untuk anak-anak yang batuk gatal dengan sarana daun pohon belimbing besi, tiga ramuan bumbu atau rempah-rempah (bawang merah, bawang putih, dan jangu), semburlah dadanya dengan adonan itu.

Obat untuk anak-anak yang sakit batuk kering, dengan sarana rumput sembarang, temulawak, adas, putih telur yang baru, minyak goreng asli bukan pabrik sedikit, semua diaduk jadi satu dan diminum.

Lanjut Sutana, pada zaman dahulu, saat pengobatan medis belum begitu populer dan anak menangis semalaman, di dalam lontar Usada Rare diharapkan mengucapkan mantra : Iki Ong Si Barbang Biar, Ong ah siah.

Jika bayi mengalami diare, maka sarana obat yang digunakan adalah buah delima putih, beras merah, semua itu diaduk diruap pada perutnya, kalau badannya panas dengan sarana daun bawang merah, minyak adas diusap di dadanya.

Obat anak diare dengan sarana, daun miana cemeng, garam, bubuk kapur sirih diruap pada perutnya. “Obat untuk anak yang diare dengan sarana berupa daun belimbing besi, bagian paling dalam dari bawang merah, dihaluskan dan diminum. Dioleskan pada perutnya dengan buah gamongan dan musi yang dihaluskan,” ungkapnya.

Apabila anak mengalami perut kembung, maka dapat diobati dengan menggunakan sarana berupa rumput dan garam hitam diaduk dan diminum. Obat untuk anak yang perut kembung dengan sarana bambu yang muda, pucuk daun jarak, minuman arak, semua diulek dan diraup pada perut disertai daun kayu manis (daun katuk).

Lalu bagaimana jika bayi mengalami kencing yang seret? Dikatakan Sutana, obat untuk anak yang kencingnya sedikit atau seret serta perutnya kembung, bisa menggunakan sarana berupa daun buah ketimun gantung, buah jambe yang muda, diaduk dibungkus dengan daun seperti pepes dan dibakar, setelah matang diperas diisi minyak kelapa asli beberapa tetes dan diminum.

Obat untuk anak yang badannya kaku dengan sarana berupa minyak bawang merah, kencur, air cuka, minyak kelapa asli diraup ke bagian tubuh yang kaku. “Obat untuk anak yang muntah dengan sarana berupa daun salam, kunir, ketumbar dihaluskan dan diraup pada perutnya,” paparnya.
 






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/