alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Berikut Tanggal Pawiwahan yang Direkomendasikan di Tahun 2022

Ada sejumlah tanggal yang direkomendasikan oleh Gede Marayana bagi umat Hindu untuk melaksanakan upacara Pawiwahan di tahun 2022 ini. Untuk Bulan Januari dan Februari dikatakan pensiunan Dinas PUPR Kabupaten Buleleng ini tidak ada padewasan.

 

Sebab, ada larangan Sasih. Selain itu, tidak ada padewasan yang sesuai dengan wewaran, pawukon, tanggal, dauh. Sedangkan di bulan Maret, yang merupakan Sasih Kedasa ia menyebut hanya ada pada tanggal 7 Maret. “Sasih baik, hari baik, wuku baik. hanya saja pangelong,” jelasnya.

 

Sedangkan di Bulan April Mei, Juni, Juli, Agustus, September dan Oktober dewasa nganten juga nihil. Sebab, ada larangan Sasih. Selanjutnya di Bulan November padewasan pawiwahan dapat ditemukan pada tanggal 3 November. Begitu pula pada Bulan Desember, ritual pawiwahan dapat dilaksanakan pada tanggal 26 dan 29 Desember.

 

Namun, Marayana kembali menegaskan, tradisi padewasan di Bali tidaklah kaku. Tradisi padewasan bisa diberlakukan secara luwes, sesuai dengan kepentingan yang lebih besar. Selain itu, umat Hindu juga bisa menyempurnakan padewasaannya dengan banten pemarisudha atau Carun Dewasa

 

“Nanti akan menyesuaikan jika ada hal-hal yang sifatnya sangat mendesak. Kembali ke iksa (tujuan), sakti (kemampuan), desa (aturan setempat), dan kala (waktu),” tutupnya. (habis) 


Ada sejumlah tanggal yang direkomendasikan oleh Gede Marayana bagi umat Hindu untuk melaksanakan upacara Pawiwahan di tahun 2022 ini. Untuk Bulan Januari dan Februari dikatakan pensiunan Dinas PUPR Kabupaten Buleleng ini tidak ada padewasan.

 

Sebab, ada larangan Sasih. Selain itu, tidak ada padewasan yang sesuai dengan wewaran, pawukon, tanggal, dauh. Sedangkan di bulan Maret, yang merupakan Sasih Kedasa ia menyebut hanya ada pada tanggal 7 Maret. “Sasih baik, hari baik, wuku baik. hanya saja pangelong,” jelasnya.

 

Sedangkan di Bulan April Mei, Juni, Juli, Agustus, September dan Oktober dewasa nganten juga nihil. Sebab, ada larangan Sasih. Selanjutnya di Bulan November padewasan pawiwahan dapat ditemukan pada tanggal 3 November. Begitu pula pada Bulan Desember, ritual pawiwahan dapat dilaksanakan pada tanggal 26 dan 29 Desember.

 

Namun, Marayana kembali menegaskan, tradisi padewasan di Bali tidaklah kaku. Tradisi padewasan bisa diberlakukan secara luwes, sesuai dengan kepentingan yang lebih besar. Selain itu, umat Hindu juga bisa menyempurnakan padewasaannya dengan banten pemarisudha atau Carun Dewasa

 

“Nanti akan menyesuaikan jika ada hal-hal yang sifatnya sangat mendesak. Kembali ke iksa (tujuan), sakti (kemampuan), desa (aturan setempat), dan kala (waktu),” tutupnya. (habis) 


Most Read

Artikel Terbaru

/