alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Orang Meninggal dan Menikah Pantang Melintas di Pura Buda Paing

GIANYAR, BALI EXPRESS – Jika ada orang meninggal dunia, iring-iringan jenazahnya menuju setra tidak boleh melintasi Pura Buda Paing. Begitu pun dengan iringan orang menikah. Meskipun tak diketahui secara pasti apa alasannya, namun krama Banjar Palak, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, meyakini jika hal itu dilanggar maka kesialan akan menimpa.

 

Kelian Dinas Banjar Palak, I Made Sanggra menjelaskan bahwa di Banjar Palak terdapat Pura Buda Paing yang diempon oleh sekitar 12 KK. “Puta Buda Paing ini pura pantian, pengemponnya soroh atau warih ukir, tetapi ada juga dari soroh Manik Angkeran. Pengemponnya tidak lebih dari 12 KK,” ujarnya Minggu (21/11).

 

Dan ketika ada orang meninggal dunia di Banjar Palak maka iring-iringannya pantang melintasi Pura Buda Paing tersebut. “Jadi kalau ada orang meningga di sebelah utara pura maka jalan ke setra langsung ke utara menuju perempatan setra lalu ke timur. Sedangkan kalau ada orang meninggal di sebelah selatan pura maka jalan ke setranya ya ke selatan, menuju balai banjar lalau ke timur menuju Setra Dalem Gede Sukawati,” paparnya.

 

Tak hanya orang meninggal, rombongan orang menikah juga menghindari lewat di depan Pura Buda Paing tersebut. “Orang menikah juga tidak berani melintas,” sambungnya.

 

Menurutnya tidak ada yang mengetahui secara pasti apa alasan dari pantangan tersebut. Namun berdasarkan keterangan dari para tetua di Banjar Palak hal itu memang sudah diyakini secara turun temurun hingga saat ini.

 

“Diyakini kalau ada orang meninggal yang melintas di depan Pura Buda Paing maka keluarganya akan mendapatkan kesialan. Kalau orang menikah dipercaya usia perkawinan mereka tidaj sampai seumur jagung,” imbuhnya.

 

Hal itu lah yang membuat hingga saat ini 245 KK adat di Banjar Palak yang masuk Desa Adat Sukawati tak berani melanggar pantangan tersebut. “Makanya sampai sekarang tidak ada yang berani melanggar,” tandasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Jika ada orang meninggal dunia, iring-iringan jenazahnya menuju setra tidak boleh melintasi Pura Buda Paing. Begitu pun dengan iringan orang menikah. Meskipun tak diketahui secara pasti apa alasannya, namun krama Banjar Palak, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar, meyakini jika hal itu dilanggar maka kesialan akan menimpa.

 

Kelian Dinas Banjar Palak, I Made Sanggra menjelaskan bahwa di Banjar Palak terdapat Pura Buda Paing yang diempon oleh sekitar 12 KK. “Puta Buda Paing ini pura pantian, pengemponnya soroh atau warih ukir, tetapi ada juga dari soroh Manik Angkeran. Pengemponnya tidak lebih dari 12 KK,” ujarnya Minggu (21/11).

 

Dan ketika ada orang meninggal dunia di Banjar Palak maka iring-iringannya pantang melintasi Pura Buda Paing tersebut. “Jadi kalau ada orang meningga di sebelah utara pura maka jalan ke setra langsung ke utara menuju perempatan setra lalu ke timur. Sedangkan kalau ada orang meninggal di sebelah selatan pura maka jalan ke setranya ya ke selatan, menuju balai banjar lalau ke timur menuju Setra Dalem Gede Sukawati,” paparnya.

 

Tak hanya orang meninggal, rombongan orang menikah juga menghindari lewat di depan Pura Buda Paing tersebut. “Orang menikah juga tidak berani melintas,” sambungnya.

 

Menurutnya tidak ada yang mengetahui secara pasti apa alasan dari pantangan tersebut. Namun berdasarkan keterangan dari para tetua di Banjar Palak hal itu memang sudah diyakini secara turun temurun hingga saat ini.

 

“Diyakini kalau ada orang meninggal yang melintas di depan Pura Buda Paing maka keluarganya akan mendapatkan kesialan. Kalau orang menikah dipercaya usia perkawinan mereka tidaj sampai seumur jagung,” imbuhnya.

 

Hal itu lah yang membuat hingga saat ini 245 KK adat di Banjar Palak yang masuk Desa Adat Sukawati tak berani melanggar pantangan tersebut. “Makanya sampai sekarang tidak ada yang berani melanggar,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/