alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Sempat “Di-Bully”, Kesepakatan Tak Buat Ogoh-ogoh di Mengwi Dianulir

BADUNG, BALI EXPRESS – Sempat “di-bully” terkait kesepakatan untuk tidak membuat dan mengarak ogoh-ogoh di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, akhirnya “dianulir”. Cuma, Bendesa Alitan MDA Kecamatan Mengwi  I Ketut Sudiarsa, Senin (24/1), mengatakan bahwa kesepakatan yang dibuat sebelumnya adalah keputusan yang tidak mengikat.

Beberapa hari lalu sebuah video yang menjelaskan bahwa Bendesa se-Kecamatan Mengwi sepakat untuk tidak membuat ogoh-ogoh. Kesepakatan itu muncul usai rapat antara bendesa dengan sabha yowana se Kecamatan Mengwi yang dilaksanakan di Wantilan Desa Adat Sempidi, Jumat (21/1).

Kesepakatan meniadakan pembuatan dan pawai ogoh-ogoh, yang diambil atas keputusan rapat Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Mengwi dengan Pesikian Yowana Kecamatan Mengwi akhirnya dibatalkan.

Pasalnya kesepakatan tersebut ternyata tidak mengikat.

Lantaran pembuatan dan pawai ogoh-ogoh dalam rangkaian tawur pengrupukan diserahkan kepada Desa Adat dan Yowana masing-masing.

Bendesa Alitan MDA Kecamatan Mengwi  I Ketut Sudiarsa mengatakan, keputusan rapat yang digelar bersama bendesa dengan sabha yowana se-Kecamatan Mengwi, sebenarnya sifatnya tidak mengikat.

“Itu (keputusan rapat) tidak mengikat. Kami serahkan kembali kepada Bendesa Adat masing-masing untuk berkomunikasi dengan dengan yowana,” ujar Sudiarsa saat dikonfirmasi, Senin (24/1).

Menurutnya, kesepakatan meniadakan pembuatan dan pawai ogoh-ogoh diambil setelah bebebrapa yowana mengatakan ada kesulitan dalam memenuhi persyaratan Surat Edara MDA. Tepatnya pada poin peserta pawai wajib menunjukan surat antigen Covid-19 dengan hasil negatif dan syarat peserta hanya 50 orang.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Sempat “di-bully” terkait kesepakatan untuk tidak membuat dan mengarak ogoh-ogoh di Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, akhirnya “dianulir”. Cuma, Bendesa Alitan MDA Kecamatan Mengwi  I Ketut Sudiarsa, Senin (24/1), mengatakan bahwa kesepakatan yang dibuat sebelumnya adalah keputusan yang tidak mengikat.

Beberapa hari lalu sebuah video yang menjelaskan bahwa Bendesa se-Kecamatan Mengwi sepakat untuk tidak membuat ogoh-ogoh. Kesepakatan itu muncul usai rapat antara bendesa dengan sabha yowana se Kecamatan Mengwi yang dilaksanakan di Wantilan Desa Adat Sempidi, Jumat (21/1).

Kesepakatan meniadakan pembuatan dan pawai ogoh-ogoh, yang diambil atas keputusan rapat Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Mengwi dengan Pesikian Yowana Kecamatan Mengwi akhirnya dibatalkan.

Pasalnya kesepakatan tersebut ternyata tidak mengikat.

Lantaran pembuatan dan pawai ogoh-ogoh dalam rangkaian tawur pengrupukan diserahkan kepada Desa Adat dan Yowana masing-masing.

Bendesa Alitan MDA Kecamatan Mengwi  I Ketut Sudiarsa mengatakan, keputusan rapat yang digelar bersama bendesa dengan sabha yowana se-Kecamatan Mengwi, sebenarnya sifatnya tidak mengikat.

“Itu (keputusan rapat) tidak mengikat. Kami serahkan kembali kepada Bendesa Adat masing-masing untuk berkomunikasi dengan dengan yowana,” ujar Sudiarsa saat dikonfirmasi, Senin (24/1).

Menurutnya, kesepakatan meniadakan pembuatan dan pawai ogoh-ogoh diambil setelah bebebrapa yowana mengatakan ada kesulitan dalam memenuhi persyaratan Surat Edara MDA. Tepatnya pada poin peserta pawai wajib menunjukan surat antigen Covid-19 dengan hasil negatif dan syarat peserta hanya 50 orang.






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/