alexametrics
31.8 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Usadha Babahi (1) : Melemahkan Kekuatan Babahi

DENPASAR, BALI EXPRESS – Beragam Babahi, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan mantra untuk mengatasi akibat sakit karena dibuat oleh orang berniat jahat ini, akan dibeber lewat Usada Babahi.

Usada Babahi diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku ‘Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali’ yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).

Inventaris 4 halaman 10. Apabila seseorang diserang Babahi, tua muda besar kecil, jangan diobati dulu karena tidak akan berhasil dan akan menyebabkan kematiannya. 

Terapkanlah ilmu kebatinan dulu dengan mantra untuk mengendurkan kekuatan Babahi. Apabila berhasil barulah diobati. 

Untuk mengendurkan dan melemahkan Babahi. Sarana : asap, menyan (Styrat benaoin Dryand L. Stryaceae) dari Arab,  11 uang kepeng ditaruh di tempat pengasapan pada waktu api menyala. 

Mantra : Om Om Dewa Gana mahamantram, sunariam mahatejam, pasupati Dewa Baktyam, sarwa Durga wimoksalam. Ah karam bicari Dewam, Bhuta Siksa Mrajadurgam, sastra mahabaktyam, sarwajaya mreta dusta karam. Am Am wisya pasupati gni Durga Phat Tastranya namah. 

Setelah memuja, si sakit diasapi, pada waktu hari baik, dengan sajen daksina, canang, segehan secukupnya, 250 uang kepang. 

Cara lainnya : sarana, air bersih dari 3 sumber yang beda, mulia, taruh dalam sangku (bejana dari tanah liat yang dibakar) yang baru (belum pernah dipakai). Bunga 3 jenis warna, air pancuran atau air sudamala (bersih dan suci berasal dari tempat suci, ataupun air kelapa yang muda sekali) satu bagian, air dari sumber umbul, baru keluar dari tanah 11 bagian). Bejana diberi gambar Durga, Naga, dan Cakra. 

Bunga diberi tulisan Am Um Mam pada waktu hari Byantara Kaliwon. Sajen daksina, peras, ajengan, canang lenga wangi burat wangi, segehan agung, uang daksina 777 kepeng, berdoa di hadapan tempat pemujaan asal leluhur (Bali: sanggah kawitan) si sakit. 

Mantra: Am Am toyantu Dewa Prajam, tirthanku mahamretam, Dewa Dewi Pasupatyam. Am Brahman Wisnu Mahesaswaram hamretam wong Dewa Ganam sarwa baya Rudrakaram sarwa Durga maharetam sarwa baya haruharam. Am Um Mam hamreta ya namah.

Setelah memuja si sakit diperciki air 11 kali. Diminum 5 kali, cuci muka 3 kali, sisanya untuk memandikan si sakit 3 kali, diguyur melalui ubun-ubun. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Beragam Babahi, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan mantra untuk mengatasi akibat sakit karena dibuat oleh orang berniat jahat ini, akan dibeber lewat Usada Babahi.

Usada Babahi diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku ‘Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali’ yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).

Inventaris 4 halaman 10. Apabila seseorang diserang Babahi, tua muda besar kecil, jangan diobati dulu karena tidak akan berhasil dan akan menyebabkan kematiannya. 

Terapkanlah ilmu kebatinan dulu dengan mantra untuk mengendurkan kekuatan Babahi. Apabila berhasil barulah diobati. 

Untuk mengendurkan dan melemahkan Babahi. Sarana : asap, menyan (Styrat benaoin Dryand L. Stryaceae) dari Arab,  11 uang kepeng ditaruh di tempat pengasapan pada waktu api menyala. 

Mantra : Om Om Dewa Gana mahamantram, sunariam mahatejam, pasupati Dewa Baktyam, sarwa Durga wimoksalam. Ah karam bicari Dewam, Bhuta Siksa Mrajadurgam, sastra mahabaktyam, sarwajaya mreta dusta karam. Am Am wisya pasupati gni Durga Phat Tastranya namah. 

Setelah memuja, si sakit diasapi, pada waktu hari baik, dengan sajen daksina, canang, segehan secukupnya, 250 uang kepang. 

Cara lainnya : sarana, air bersih dari 3 sumber yang beda, mulia, taruh dalam sangku (bejana dari tanah liat yang dibakar) yang baru (belum pernah dipakai). Bunga 3 jenis warna, air pancuran atau air sudamala (bersih dan suci berasal dari tempat suci, ataupun air kelapa yang muda sekali) satu bagian, air dari sumber umbul, baru keluar dari tanah 11 bagian). Bejana diberi gambar Durga, Naga, dan Cakra. 

Bunga diberi tulisan Am Um Mam pada waktu hari Byantara Kaliwon. Sajen daksina, peras, ajengan, canang lenga wangi burat wangi, segehan agung, uang daksina 777 kepeng, berdoa di hadapan tempat pemujaan asal leluhur (Bali: sanggah kawitan) si sakit. 

Mantra: Am Am toyantu Dewa Prajam, tirthanku mahamretam, Dewa Dewi Pasupatyam. Am Brahman Wisnu Mahesaswaram hamretam wong Dewa Ganam sarwa baya Rudrakaram sarwa Durga maharetam sarwa baya haruharam. Am Um Mam hamreta ya namah.

Setelah memuja si sakit diperciki air 11 kali. Diminum 5 kali, cuci muka 3 kali, sisanya untuk memandikan si sakit 3 kali, diguyur melalui ubun-ubun. 


Most Read

Artikel Terbaru

/