alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Dibagi 4 Unit, Ini Fungsinya Rumah Adat Tenganan Pegringsingan

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Secara makro, pola permukiman di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, terbagi menjadi tiga lajur. Ketiganya terdiri dari Banjar Kangin, Banjar Tengah, dan Banjar Kauh menempati lajur paling barat yang sekaligus sebagai lajur utama.

Permukiman Desa Adat Tenganan Pegringsingan secara umum terbangun secara linear yang terdiri atas enam leret dipisahkan oleh tiga jalan atau awangan. Yaitu awangan barat, tengah, dan timur. Pembagian oleh tiga jalan tersebut telah membentuk enam deret pemukiman.

Klian Desa Adat Tenganan Pegringsingan Putu Suarjana menjelaskan, satu pekarangan terdiri dari empat unit bangunan.

Pertama, bangunan Bale Buga sebagai tempat suci dalam keluarga dan digunakan ketika ada upacara dalam keluarga. Seperti upacara pitra yadnya, manusa yadnya, dewa yadnya, subak teruna, subak daha, dan sebagai tempat penyimpanan benda-benda keramat milik desa dan peralatan pertanian, serta sebagai tempat tidur orang tua.

Kedua, ada Bale Tengah terdiri dari satu unit terdiri dua ruang. Satu ruang posisinya di tebenan (hilir) disebut bale kelahiran.  “Bale Tengah terletak di sebelah utara pekarangan antara Bale Buga dan paon. Selain berfungsi sebagai tempat upacara kelahiran, bale ini juga sebagai tempat tidur. Jumlah tiang yang dipakai bervariasi 4 dan 6 buah,” paparnya.

Ketiga adalah Bale Meten, terletak di sebelah selatan dan berhadapan dengan Bale Tengah terdiri atas dua ruang terbuka yang dilengkapi dengan serambi (pelipir). Ruangan depan sehari-hari digunakan sebagai tempat tidur, dan melakukan kegiatan upacara kematian.

Sedangkan yang keempat adalah paon atau dapur yang dijadikan sebagai tempat memasak terletak di sebelah timur/barat berhadapan dengan bale buga. Tak hanya berfungsi sebagai tempat memasak, paon juga dijadikan sebagai tempat menumbuk padi. Jumlah jalikan (tempat perapian) pun bervariasi antara 2 dan 4 ruang.

Kamar mandi atau WC di Tenganan Pegringsingan disebut dengan delod paon.  Dikatakan delod paon karena posisinya memang berada di sebelah selatan dapur.

 






Reporter: I Putu Mardika

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Secara makro, pola permukiman di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem, terbagi menjadi tiga lajur. Ketiganya terdiri dari Banjar Kangin, Banjar Tengah, dan Banjar Kauh menempati lajur paling barat yang sekaligus sebagai lajur utama.

Permukiman Desa Adat Tenganan Pegringsingan secara umum terbangun secara linear yang terdiri atas enam leret dipisahkan oleh tiga jalan atau awangan. Yaitu awangan barat, tengah, dan timur. Pembagian oleh tiga jalan tersebut telah membentuk enam deret pemukiman.

Klian Desa Adat Tenganan Pegringsingan Putu Suarjana menjelaskan, satu pekarangan terdiri dari empat unit bangunan.

Pertama, bangunan Bale Buga sebagai tempat suci dalam keluarga dan digunakan ketika ada upacara dalam keluarga. Seperti upacara pitra yadnya, manusa yadnya, dewa yadnya, subak teruna, subak daha, dan sebagai tempat penyimpanan benda-benda keramat milik desa dan peralatan pertanian, serta sebagai tempat tidur orang tua.

Kedua, ada Bale Tengah terdiri dari satu unit terdiri dua ruang. Satu ruang posisinya di tebenan (hilir) disebut bale kelahiran.  “Bale Tengah terletak di sebelah utara pekarangan antara Bale Buga dan paon. Selain berfungsi sebagai tempat upacara kelahiran, bale ini juga sebagai tempat tidur. Jumlah tiang yang dipakai bervariasi 4 dan 6 buah,” paparnya.

Ketiga adalah Bale Meten, terletak di sebelah selatan dan berhadapan dengan Bale Tengah terdiri atas dua ruang terbuka yang dilengkapi dengan serambi (pelipir). Ruangan depan sehari-hari digunakan sebagai tempat tidur, dan melakukan kegiatan upacara kematian.

Sedangkan yang keempat adalah paon atau dapur yang dijadikan sebagai tempat memasak terletak di sebelah timur/barat berhadapan dengan bale buga. Tak hanya berfungsi sebagai tempat memasak, paon juga dijadikan sebagai tempat menumbuk padi. Jumlah jalikan (tempat perapian) pun bervariasi antara 2 dan 4 ruang.

Kamar mandi atau WC di Tenganan Pegringsingan disebut dengan delod paon.  Dikatakan delod paon karena posisinya memang berada di sebelah selatan dapur.

 






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/