alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Ini Tanaman yang tak Boleh Ditanam di Pekarangan Rumah

Keyakinan akan apa yang baik  dan buruk ditanam di pekarangan rumah, sampai saat ini memang masih dianut masyarakat Bali. Karena di satu sisi ada tanaman yang bisa membawa aura positif, di sisi lain ada juga yang malah membawa aura negatif.

Menurut Jro Panca dalam Kanal Youtube Taksu Poleng, tanaman yang dianjurkan ditanaman di pemeson (pintu rumah) sebelah kiri adalah pohon beregu yang diyakini untuk menghalau hal-hal negative. ”Beregu diyakini dapat mengubah mindset manusia yang tidak baik menjadi baik, karena di dalam Weda pohon beregu mengajarkan ilmu pengetahuan sehingga manusia bisa memilah yang benar dan salah,”ujarnya. Sementara di sebelah kanan pintu masuk ditanam Belatung Gada yang berfungsi untuk mengahalau hal negative yang datang dari makhluk tak kasat mata.

Setelah masuk ke pekarangan rumah, di sebelah kiri ditanam kayu tulak dan sebelah kanan pohon sisih  yang berfungsi menolak dan menyisihkan atau memisahkan hal-hal atau energi yang tidak baik. “Agar saat kita masuk ke dalam rumah, energi negative itu ditolak dan dipisahkan,” paparnya.

Pohon kelor sebaiknya ditanam di depan dapur, fungsinya untuk membuat energi negative redup. Sementara pohon tunjang langit diyakini sebagai penyerap dan pelontar doa agar lebih cepat sampai kepada Hyang Widhi. Selain itu, pohon ini diyakini mengangkat derajat penghuni rumah. Pohon mangkok diyakini sebagai wadah rejeki.

Lebih lanjut Jro Panca mengatakan, jika pekarangan rumah bekas kuburan atau tempat pembantaian atau pemotongan hewan, disarankan untuk menanam pohon pisang batu. Sementara jika rumah miring ke arah Barat Laut, disarankan menanam biu gedang saba. “Kalau di pekarangan, pohon yang dapat menyerap energi bisa ditanam daun sirih. Sementara untuk bunga kamboja tidak dianjurkan di pekarangan rumah tetapi dianjurkan di merajan,” imbuhnya.

Pohon yang dilarang ditanam di rumah adalah pohon kelapa. Hal ini berkaitan dengan kisah Brahma dan Ganesha. Jika sudah telanjur ditanam, bisa dinetralisir dengan ritual puja dengan mengikat pohon kelapa menggunakan lalang pada hari Tumpek Uye. Selain itu, pohon pisang juga dilarang ditanam di pekarangan rumah, selain pekarangan bekas kuburan dan pekarangan miring ke arah Barat Laut. Pohon bambu dan segala tanaman yang berbuku juga tidak dianjurkan ditanam di dalam rumah. “Ini merupakan tanaman sekat, dipercaya dapat menghambat perjalanan ataupun rejeki penghuni rumah,” paparnya.

Pohon asem, pohon beringin, cempaka, sandat juga tidak dianjurkan di dalam rumah. Namun  bisa  ditaman jika ditempatkan di dalam pot agar akarnya tidak menyentuh tanah.






Reporter: Wiwin Meliana

Keyakinan akan apa yang baik  dan buruk ditanam di pekarangan rumah, sampai saat ini memang masih dianut masyarakat Bali. Karena di satu sisi ada tanaman yang bisa membawa aura positif, di sisi lain ada juga yang malah membawa aura negatif.

Menurut Jro Panca dalam Kanal Youtube Taksu Poleng, tanaman yang dianjurkan ditanaman di pemeson (pintu rumah) sebelah kiri adalah pohon beregu yang diyakini untuk menghalau hal-hal negative. ”Beregu diyakini dapat mengubah mindset manusia yang tidak baik menjadi baik, karena di dalam Weda pohon beregu mengajarkan ilmu pengetahuan sehingga manusia bisa memilah yang benar dan salah,”ujarnya. Sementara di sebelah kanan pintu masuk ditanam Belatung Gada yang berfungsi untuk mengahalau hal negative yang datang dari makhluk tak kasat mata.

Setelah masuk ke pekarangan rumah, di sebelah kiri ditanam kayu tulak dan sebelah kanan pohon sisih  yang berfungsi menolak dan menyisihkan atau memisahkan hal-hal atau energi yang tidak baik. “Agar saat kita masuk ke dalam rumah, energi negative itu ditolak dan dipisahkan,” paparnya.

Pohon kelor sebaiknya ditanam di depan dapur, fungsinya untuk membuat energi negative redup. Sementara pohon tunjang langit diyakini sebagai penyerap dan pelontar doa agar lebih cepat sampai kepada Hyang Widhi. Selain itu, pohon ini diyakini mengangkat derajat penghuni rumah. Pohon mangkok diyakini sebagai wadah rejeki.

Lebih lanjut Jro Panca mengatakan, jika pekarangan rumah bekas kuburan atau tempat pembantaian atau pemotongan hewan, disarankan untuk menanam pohon pisang batu. Sementara jika rumah miring ke arah Barat Laut, disarankan menanam biu gedang saba. “Kalau di pekarangan, pohon yang dapat menyerap energi bisa ditanam daun sirih. Sementara untuk bunga kamboja tidak dianjurkan di pekarangan rumah tetapi dianjurkan di merajan,” imbuhnya.

Pohon yang dilarang ditanam di rumah adalah pohon kelapa. Hal ini berkaitan dengan kisah Brahma dan Ganesha. Jika sudah telanjur ditanam, bisa dinetralisir dengan ritual puja dengan mengikat pohon kelapa menggunakan lalang pada hari Tumpek Uye. Selain itu, pohon pisang juga dilarang ditanam di pekarangan rumah, selain pekarangan bekas kuburan dan pekarangan miring ke arah Barat Laut. Pohon bambu dan segala tanaman yang berbuku juga tidak dianjurkan ditanam di dalam rumah. “Ini merupakan tanaman sekat, dipercaya dapat menghambat perjalanan ataupun rejeki penghuni rumah,” paparnya.

Pohon asem, pohon beringin, cempaka, sandat juga tidak dianjurkan di dalam rumah. Namun  bisa  ditaman jika ditempatkan di dalam pot agar akarnya tidak menyentuh tanah.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/