Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Balinese
icon featured
Balinese

Duduk di Bale Gajah Dikaitkan Mejaya-Jaya, Ini Kata PHDI Pusat

24 November 2021, 18: 40: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Duduk di Bale Gajah Dikaitkan Mejaya-Jaya, Ini Kata PHDI Pusat

DUDUK: Tiga pengunjung di Pura Besakih tanpa mengenakan selendang atau kamben duduk di lantai bawah Bale Gajah. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Terdapat tiga pemngunjung di Pura Agung Besakih yang duduk di lantai Bale Gajah tanpa mengenakan pakaian  ke pura. Hal tersebut pun dikabarkan berlangsung saat proses mejaya-jaya pengurus PHDI Pusat yang bertepatan pada perayaan hari suci Kuningan. 

Pengurus PHDI Pusat pun mengajak agar masyarakat untuk berpikir menggunakan logika terkait kejadian tersebut. Sekretaris Umum PHDI Pusat, Ketut Budiasa  mejelaskan pihaknya mempertanyakan apakah kejadian tersebut  benar saat mejaya-jaya dilakukan atau kapan.

“Pertama kita pertanyakan, apakah gambar itu diambil seperti itu saat mejaya-jaya? Kapan saja kan bisa saja diambil foto tersebut, diambil hari itu apa tidak?,” ujar dia saat dikonfirmasi, Rabu (24/11).

Baca juga: Berikut Tanggal Pawiwahan yang Direkomendasikan di Tahun 2022

Budiasa juga mengaku tidak tahu tentang kejadian tersebut, pasalnya semua yang datang saat mejaya-jaya dilakukan menggunakan pakaian adat. Terlebih lagi saat dilangsungkannya mejaya-jaya saat hari suci Kuningan, secara logika dia mengatakan pasti semua yang datang ke pura menggenakan pakaian adat sembahyang.

“Semua yang datang mejaya-jaya pasti pakain adat. Kalau ada keluarganya yang ikut mejaya-jaya pasti pakaian adat, sebab dalam rangka rahinan Kuningan. Kalau ada orang yang datang ke pura tanpa pakaian selayaknya, kan tidak bisa dituduh kepada orang yang mejaya-jaya. Pakai logika saja, kita tidak tahu foto diambil kapan. Kalau diambil saat itu tidak bisa dilibatkan ke mejaya-jaya,” tegasnya.

Sebab saat pelaksanaan upacara itu Budiasa menyampaikan tidak menutup kemungkinan banyak wisatawan yang datang ke wilayah pura. “Yang jelas logikanya yang ikut prosesi upacara pasti duduknya di bawah dan menggunakan pakaian adat. Kalau diplintir-plintir dan dikaitkan begitu saja, kan bisa saja,” sambung dia.

Meski demikian, pihaknya di pengurus PHDI Pusat tidak akan terpengaruh terhadap fitnah-fitnah yang dihadapi. Lantaran saat ini pihaknya akan tetap fokus kepada program kerja PHDI kedepannya. “Kami fokus kepada program kerja, masalah difitnah setiap hari di luar sana terserah, tidak bisa juga kita bendung,”  tegas Budiasa.  

(bx/ade/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia