Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Balinese
icon featured
Balinese

Soal Video Viral Bale Gajah di Besakih, Ini Tanggapan Bendesa Setempat

24 November 2021, 10: 12: 38 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal Video Viral Bale Gajah di Besakih, Ini Tanggapan Bendesa Setempat

POTONGAN VIDEO: Potongan video di Bale Gajah, Pura Besakih yang ramai dibicarakan netizen. (ISTIMEWA)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Polemik pemanfaatan bale gajah di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, saat prosesi upacara mejaya-jaya pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menyeruak ke publik. Meski begitu, Desa Adat Besakih menyikapi dingin pro dan kontra yang ada di masyarakat.

Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha mengakui, sudah banyak timbul perdebatan akibat tersebarnya cuplikan video yang menunjukkan prosesi upacara berlangsung di bale gajah Pura Penataran Agung Besakih, belum lama ini. Namun pihaknya mengaku tidak ingin terpancing dengan situasi yang ada saat ini dan memilih bersikap netral.

Jro Mangku Widiartha juga mengakui, pihaknya banyak mendapat tudingan dan kritikan menyangkut polemik itu. "Ada yang menyebut kami di desa adat tidak mampu menjalankan dresta dan sebagainya. Kami sayangkan, adanya pro dan kontra ini, Pura Besakih jadi korban," sesal Widiartha saat dikonfirmasi, Selasa (23/11).

Baca juga: Ini Rekomendasi Tanggal Pewiwahan Tahun 2022, Sembilan Bulan Kosong

Menurutnya, terlepas dari opini yang berkembang di masyarakat, Desa Adat Besakih menegaskan tidak pernah melarang, membatasi, ataupun menolak siapa saja yang akan sembahyang di Pura Agung Besakih. Sepanjang dijalankan sesuai dresta Bali atau tradisi yang digariskan sejak lama di Besakih.

Hal tersebut juga sudah ditegaskan dalam pertemuan yang dilaksanakan Komponen Desa Adat dan Pemuda Besakih bersama beberapa pihak, Kamis (18/11) lalu di Besakih. Pertemuan itu dihadiri Bendesa Adat Besakih, Bendesa Alitan Kecamatan Rendang, unsur Pinandita Pura Agung Besakih, Ketua Sabha Desa, Petajuh Kertha Desa, prajuru, dan Karang Taruna Besakih. "Memang benar ada pertemuan dengan pihak yang mengaku utusan PHDI Pusat hasil MLB (Mahasabha Luar Biasa)," ucapnya.

Ada beberapa poin yang disampaikan desa adat. Terutama soal fungsi atau kegunaan bale gajah Pura Besakih yang kini ramai jadi perbincangan. "Yang boleh munggah (ke atas) bale gajah adalah sang sulinggih yang sudah melalui prosesi madwijati," terang Widiartha.

"Selain itu, selama ini yang boleh naik adalah Ida Dalem Semara Putra dalam kapasitas nodya upakara yang dijalankan saat berlangsungnya piodalan, bukan muput upakara sesuai dengan tradisi adat yang kami sudah jalankan," imbuhnya.

Dirinya memaparkan, semua kebiasaan atau dresta yang berlaku di Pura Agung Besakih adalah berdasarkan Raja Purana Besakih. Pihaknya menegaskan, siapa pun yang datang ke Besakih wajib melaksanakan upacara sesuai tatanan yang berlaku.

"Intinya kami tidak ingin terlibat kepentingan siapa pun. Kami menjaga pura sesuai kemampuan kami. Pura ini milik seluruh umat jadi sudah sepatutnya menjaga bersama," tukasnya.

(bx/aka/yes/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia