26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Desa Adat Nyalian Larang Warga Kremasi di Luar Desa

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Desa Adat Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung memiliki aturan khusus soal kremasi. Desa adat setempat melarang kramanya melakukan kremasi di luar desa, terkecuali untuk warga yang meninggal karena penyakit menular, seperti Covid-19.

Bendesa Adat Nyalian Cokorda Gede Brasika Putra mengatakan, kremasi bukan budaya di sana. Sehingga ketika ada krama yang meninggal, upacara mesti dilakukan di desa setempat sesuai dengan dresta yang sudah berjalan selama ini. Namun demikian, diakuinya, ada saja krama yang melanggar, dan dikenakan sanksi moral.

“Memang pelaksanaan kremasi tersebut cepat selesai, namun sarana banten belum tentu lengkap dibandingkan banten di desa adat,” terangnya, ditemui Senin (23/1).

Cokorda Brasika menerangkan, dalam hal upacara kematian di desa setempat, sebenarnya sudah ada tingkatannya. Mulai dari terkecil, menengah sampai yang paling besar. “Untuk sarana yang paling kecil contoh makingsan di geni, anggaran bisa mencapai lebih dari Rp 5 juta sudah mencakup semua biaya dari banten dan pelaksanaan upacara, kalau dikremasi perbedaanya bisa mencapai Rp 30 juta,” sebutnya. (nan)

 


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS- Desa Adat Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung memiliki aturan khusus soal kremasi. Desa adat setempat melarang kramanya melakukan kremasi di luar desa, terkecuali untuk warga yang meninggal karena penyakit menular, seperti Covid-19.

Bendesa Adat Nyalian Cokorda Gede Brasika Putra mengatakan, kremasi bukan budaya di sana. Sehingga ketika ada krama yang meninggal, upacara mesti dilakukan di desa setempat sesuai dengan dresta yang sudah berjalan selama ini. Namun demikian, diakuinya, ada saja krama yang melanggar, dan dikenakan sanksi moral.

“Memang pelaksanaan kremasi tersebut cepat selesai, namun sarana banten belum tentu lengkap dibandingkan banten di desa adat,” terangnya, ditemui Senin (23/1).

Cokorda Brasika menerangkan, dalam hal upacara kematian di desa setempat, sebenarnya sudah ada tingkatannya. Mulai dari terkecil, menengah sampai yang paling besar. “Untuk sarana yang paling kecil contoh makingsan di geni, anggaran bisa mencapai lebih dari Rp 5 juta sudah mencakup semua biaya dari banten dan pelaksanaan upacara, kalau dikremasi perbedaanya bisa mencapai Rp 30 juta,” sebutnya. (nan)

 


Most Read

Artikel Terbaru