alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, June 27, 2022

Tak hanya Sembahyang, Ini Sembilan Jenis Bhakti kepada Tuhan

Dalam ajaran agama Hindu, untuk mewujudkan rasa bhakti kepada Tuhan tidak saja dilakukan dengan cara berdoa atau bersembahyang. Wujud bhakti kepada Tuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seperti dipaparkan oleh Jro Pandit dalam kanal Youtubenya  Jro Pandit Spiritual, dalam kitab Bhagavata Purana VII.52.23 disebutkan, ada sembilan jenis bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa yang disebut dengan Navavidha Bhakti.

Secara rinci Jro Pandit memaparkan, bagian dari Navavidha Bhakti di antaranya, Srawanam yang berarti berbhakti kepada Tuhan dengan cara membaca atau mendengarkan hal-hal yang bermutu, seperti pelajaran/ceramah keagamaan, cerita-cerita keagamaan dan nyanyian-nyanyian keagamaan, membaca kitab-kitab suci. “Mendengarkan Dharmawacana lalu meresapi dan menerapkan, adalah salah satu bentuk bhakti kepada Tuhan,” ungkapnya.

Kirtanam yang berarti berbhakti kepada Tuhan dengan jalan menyanyikan kidung suci keagamaan atau kidung suci yang mengagungkan kebesaran Tuhan dengan penuh pengertian dan rasa bhakti yang ikhlas serta benar-benar menjiwai isi kidung tersebut. “Melantunkan dalam kidung nama suci Tuhan adalah bentuk Kirtanam,” jelasnya.

Bentuk bhakti selanjutnya adalah Smaranam, yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan cara selalu ingat kepada-Nya, mengingat nama-Nya, bermeditasi. Setiap indera kita menikmati sesuatu, kita selalu ingat bahwa semua itu adalah anugrah dari Tuhan. Cara yang khusus untuk selalu mengingat Beliau adalah dengan mengucapkan salah satu gelar Beliau secara berulang-ulang misalnya: “Om Nama Siwa ya”. Pengucapan yang berulang-ulang ini disebut dengan japa atau japa mantra.

Berikutnya adalah Padasevanam, yaitu dengan memberikan pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, termasuk melayani, menolong berbagai makhluk ciptaannya. “Mengamalkan ajaran-ajaran orang suci misalnya,” jelas Jro Pandit.

Bhakti yang lain adalah Sakhya, yaitu tidak memandang perbedaan dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Dasya yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan cara melayani-Nya dalam pengertian mau melayani mereka yang memerlukan pertolongan dengan penuh keiklasan. Dasya juga diartkan penyerahan diri kepada Tuhan. Kemudian Arcanam yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan cara memuja keagungan-Nya dalam bentuk simbol. “Di mana kita melihat patung-patung dewa, kita merasa hormat. Itulah bentuk bhakti kepada Hyang Widhi,” jelasnya.

Selanjutnya Vandanam yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan jalan melakukan sujud dan kebhaktian. Terakhir adalah Atmanivedanam, yaitu menjalankan bhakti dengan cara melakukan segala sesuatunya sebagai persembahan kepada Tuhan. “Ini adalah bentuk bhakti kepada Tuhan. Kalau Catur Marga itu adalah empat cara atau jalan mendekatkan diri dengan Tuhan,” paparnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Dalam ajaran agama Hindu, untuk mewujudkan rasa bhakti kepada Tuhan tidak saja dilakukan dengan cara berdoa atau bersembahyang. Wujud bhakti kepada Tuhan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seperti dipaparkan oleh Jro Pandit dalam kanal Youtubenya  Jro Pandit Spiritual, dalam kitab Bhagavata Purana VII.52.23 disebutkan, ada sembilan jenis bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi/Tuhan Yang Maha Esa yang disebut dengan Navavidha Bhakti.

Secara rinci Jro Pandit memaparkan, bagian dari Navavidha Bhakti di antaranya, Srawanam yang berarti berbhakti kepada Tuhan dengan cara membaca atau mendengarkan hal-hal yang bermutu, seperti pelajaran/ceramah keagamaan, cerita-cerita keagamaan dan nyanyian-nyanyian keagamaan, membaca kitab-kitab suci. “Mendengarkan Dharmawacana lalu meresapi dan menerapkan, adalah salah satu bentuk bhakti kepada Tuhan,” ungkapnya.

Kirtanam yang berarti berbhakti kepada Tuhan dengan jalan menyanyikan kidung suci keagamaan atau kidung suci yang mengagungkan kebesaran Tuhan dengan penuh pengertian dan rasa bhakti yang ikhlas serta benar-benar menjiwai isi kidung tersebut. “Melantunkan dalam kidung nama suci Tuhan adalah bentuk Kirtanam,” jelasnya.

Bentuk bhakti selanjutnya adalah Smaranam, yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan cara selalu ingat kepada-Nya, mengingat nama-Nya, bermeditasi. Setiap indera kita menikmati sesuatu, kita selalu ingat bahwa semua itu adalah anugrah dari Tuhan. Cara yang khusus untuk selalu mengingat Beliau adalah dengan mengucapkan salah satu gelar Beliau secara berulang-ulang misalnya: “Om Nama Siwa ya”. Pengucapan yang berulang-ulang ini disebut dengan japa atau japa mantra.

Berikutnya adalah Padasevanam, yaitu dengan memberikan pelayanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, termasuk melayani, menolong berbagai makhluk ciptaannya. “Mengamalkan ajaran-ajaran orang suci misalnya,” jelas Jro Pandit.

Bhakti yang lain adalah Sakhya, yaitu tidak memandang perbedaan dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Dasya yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan cara melayani-Nya dalam pengertian mau melayani mereka yang memerlukan pertolongan dengan penuh keiklasan. Dasya juga diartkan penyerahan diri kepada Tuhan. Kemudian Arcanam yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan cara memuja keagungan-Nya dalam bentuk simbol. “Di mana kita melihat patung-patung dewa, kita merasa hormat. Itulah bentuk bhakti kepada Hyang Widhi,” jelasnya.

Selanjutnya Vandanam yaitu berbhakti kepada Tuhan dengan jalan melakukan sujud dan kebhaktian. Terakhir adalah Atmanivedanam, yaitu menjalankan bhakti dengan cara melakukan segala sesuatunya sebagai persembahan kepada Tuhan. “Ini adalah bentuk bhakti kepada Tuhan. Kalau Catur Marga itu adalah empat cara atau jalan mendekatkan diri dengan Tuhan,” paparnya.






Reporter: Wiwin Meliana

Most Read

Artikel Terbaru

/