Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Balinese
icon featured
Balinese
Lontar Tingkahing Sarasmi (2)

Ada Tiga Konsep Seksualitas

25 Oktober 2021, 07: 14: 39 WIB | editor : I Dewa Gede Rastana

Ada Tiga Konsep Seksualitas

Ni Made Yunitha Asri Diantari, M.Ag. (istimewa)

Share this      

Pada Lontar Tingkahing Sarasmi diulas bagaimana konsep penggunaan seksualitas yang diperuntukkan untuk pasangan suami istri guna tercapainya keharmonisan rumah tangga. Konsep sanggama berdasarkan waktu itu diantaranya konsep Aji Smaragama, konsep Sastra Aji Pangguli Tiga, dan konsep sanggama berdasarkan posisi.

Dosen Jurusan Brahmawidya, STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini mengatakan, Konsep sanggama berdasarkan waktu disebutkan bahwa waktu pasangan suami istri melakukan hubungan seksual dapat mempengaruhi karakter dari anak yang akan lahir.

Jika melakukan hubungan seksual ketika pagi hari kemudian dianugrahi putra atau putri, dikatakan bagai semut hitam warna kulitnya namun memiliki kepintaran. Sedangkan, bila melakukan hubungan seksual ketika tengah hari maka jika kemudian dianugrahi putra atau putri dikatakan tubuh dari anak tersebut akan berwarna kemerahan.

Baca juga: Wana Kertih dan Danu Kertih Dilakukan Setiap Dua Tahun Sekali

“Kalau berjenis kelamin laki-laki maka rupanya akan tampan, jika berjenis kelamin peremuan makan akan itu akan cantik dan pintar,” ungkapnya.

Seandainya berhubungan seksual ketika sore hari maka anak yang dianugrahi kulitnya akan berwana kuning. Baik berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan dikatakan akan memiliki wajah yang tampan dan cantik, pintar serta memiliki sifat yang bijaksana.

Pasangan suami istri yang menginginkan dikaruniai anak laki-laki maka persiapannya adalah dengan menutup lubang hidup bagian kiri dengan kapas dan bernafas melalui lubang hidung bagian kanan.

Sedangkan jika menginginkan anak perempuan maka persiapan yang dilakukan adalah dengan melakukan sebaliknya yakni menutup lubang hidung bagian kanan dan bernafas menggunakan lubang hidung bagian kiri.

Konsep Sastra Aji Pangguli Tiga diartikan bagaimana tata cara memperoleh anak laki-laki atau anak perempuan. Pada Lontar Tingkahing Sarasmi menjelaskan bahwa jika suami istri melakukan hubungan seksual pada waktu senja, maka akan dianugrahi putra dengan warna kulit agak kehitaman, jika laki-laki maka akan tampan dan pintar.

Selanjutnya jika melakukan hubungan seksual pada tengah malam maka akan dianugrahi putra yang kemerahan warna kulitnya, jika laki-laki akan tampan dan bijaksana, dan jika perempuan akan cantik dan pintar.

Namun jika melakukan hubungan seksual pada siang hari maka akan dianugrahi putra yang berwarna agak kuning kulitnya. Bila lahir anak laki-laki akan tampan dan memiliki firasat yang tajam, dan begitu pula jika perempuan.

Apabila berkeinginan untuk mengetahui jenis kelamin dari putranya dapat diketahui melalui hembusan nafas ketika melakukan hubungan seksual. Jika hembusan nafas deras disebelah kanan maka laki-laki anaknya. Namun, bila hembusan nafas deras disebelah kiri maka perempuan anaknya.

Sanggama berdasarkan posisi yaitu mengenai terdapat lima posisi dalam berhubungan seksual. Sebagai pasangan suami istri, seharusnya dapat berperilaku yang baik dan tidak diperbolehkan untuk memaksa ataupun memiliki nafsu yang tidak terkendali ketika melakukan hubungan seksual atau senggama.

“Suami tidak dilarang egois. Saat berhubungan seksual harus didasari pada rasa cinta dan kasih sayang,” pesannya.

Pada Lontar Tingkahing Sarasmi dijelaskan bahwa jika melakukan hubungan seksual dengan posisi ditengah, dikatakan terdapat persemayaman Hyang Saci dengan Dewi Saraswati yang merupakan puncaknya rasa utama atau kenikmatan seksual.

Ketika melakukan hubungan seksual dengan menggunakan posisi ditengah maka caranya adalah pertemukan pandangan suami dan pandangan istri, pusar dengan pusar, tangan dengan tangan dan kaki dengan kaki. Selanjutnya jika ingin melakukan hubungan seksual dengan posisi dibawah, yang merupakan persemayaman Dewi Panggegesangan.

Bila hendak melakukan hubungan seksual dengan posisi dibawah maka harus memperhatikan waktu lamanya berhubungan. Pada posisi disebelah kanan, bersemayam bidadari Wilotama. Bila ingin melakukan hubungan seksual dengan posisi di sebelah kanan, maka kaki kanan sang istri harus dilipat. Kemudian pada posisi diatas, bersemayam Hyang Smara Wadhu.

Bila ingin melakukan hubungan seksual dengan posisi di atas maka caranya dengan pertemukan antara gempol pantat sang istri dan gempol pantat sang suami. Dikatakan pula pada posisi disebelah kiri terdapat persemayaman Dewi Supraba.

“Jika berkeinginan berhubungan seksual dengan posisi disebelah kiri maka caranya dengan kaki kiri sang istri harus dilipat, ditambah letakkan bantal pada bagian punggung sang istri,” pungkasnya. (habis)

(bx/dik/ras/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia