Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Balinese
icon featured
Balinese
DRESTA

Kuningan Tidak Lengkap Tanpa Mesuryak

25 November 2021, 10: 40: 08 WIB | editor : I Dewa Gede Rastana

Kuningan Tidak Lengkap Tanpa Mesuryak

Kelian Banjar Adat Bongan, I Komang Suparman. (istimewa)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Bagi krama Banjar Adat Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, tidak lengkap rasanya melalui momen hari suci Kuningan tanpa adanya tradisi Masuryak.

Meski tidak ada sejarah tertulis yang menceritakan awal mula kemunculannya, tradisi ini tetap berjalan setiap hari suci Kuningan.

Sekalipun warga Desa Adat Bongan Gede itu sudah kesah atau berpindah tempat. Baik di lingkup Bali maupun luar Bali.

Baca juga: Soal Video Viral Bale Gajah di Besakih, Ini Tanggapan Bendesa Setempat

“Bahkan tradisi ini dilakukan juga oleh warga kami yang transmigrasi ke Lampung,” tutur Kelian Banjar Adat Bongan, I Komang Suparman.

Menurutnya, mereka yang melaksanakan tradisi mesuryak di luar lingkungan Banjar Adat Bongan bukan berarti sekadar ikut-ikutan.

“Biasanya mereka pasti mendapatkan wangsit. Kenapa tidak melaksanakan mesuryak di saat Kuningan,” ujarnya.

Terlebih, mesuryak menjadi ritual untuk mengantarkan para leluhur mereka yang sudah tiada kembali ke sunia loka.

Ini tidak lepas dari keyakinan krama Banjar Adat Bongan, sejak Galungan hingga Kuningan, para leluhur mereka kembali melihat saudara, anak-kemenakan, cucu, hingga cicit mereka.

“Terlebih Hindu di Bali istilahnya megama rasa. Ada rasa yang kurang bila ritual ini tidak kami lakukan. Ada rasa tidak nyaman seandainya Kuningan tidak disertai dengan mesuryak,” pungkasnya.

(bx/hai/ras/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia