alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Tokoh Cungik Berpulang

Sanggar Dwi Mekar Berduka, Tokoh Cungik, Ida Bagus Indra Berpulang

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Seniman topeng Ida Bagus Indra, 53 telah berpulang. Salah satu personil bondres Sanggar Dwi Mekar Singaraja itu menderita sakit komplikasi. Kini sosok yang memerankan tokoh cungik dalam bondres itu tidak lagi dapat menghibur masyarakat Bali.

Perannya yang kocak sangat dinanti bila Sanggar Dwi Mekar Singaraja pentas di atas panggung. Banyolan khas cungik itu telah dikenal di seantero Bali bahkan Jawa. Pria kelahiran 9 Januari 1969 ini adalah sosok yang ramah dan periang. Namun, kini Ida Bagus Indra alias Gus Gelondong tinggal kenangan.

Ketika disambangi di rumah duka di Banjar Dinas Munduk Sari, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, sejumlah anggota keluarga serta beberapa kerabat tengah sibuk mempersiapkan tempat. Raut kesedihan nampak di wajah istri serta anak-anaknya. Kesedihan mendalam terlihat dari mimik wajah putri keduanya, Ida Ayu Putri Indrayani, 20. Gadis yang disapa Gek Putri ini sangat dekat dengan sosok ayah yang dipanggilnya ajik.

Ida Bagus Indra meninggal pada Minggu (26/12) sekitar pukul 06.30 pagi. Kepergiannya pertama kali diketahui oleh istri tercintanya Jro Ketut Griya. Pagi itu, Jro Griya hendak membangunkan suaminya untuk sarapan.

Dari penuturannya, Ida Bagus Indra biasa mengkonsumsi susu pada pagi hari. Jro Griya datang ke kamar suaminya karena ia dan suami tidur terpisah lantaran Jro Griya sedang sakit. Namun ketika dibangunkan tidak ada respons dari suaminya. Jro Griya mencoba memanggil-manggil suaminya agar terbangun, namun tak juga bangun. Ia lantas memnita bantuan keponakannya, Ida Ayu Candra Dewi untuk memeriksa pamannya. Kebetulan, keponakannya itu baru saja menyelesaikan pendidikan kebidanannya.

“Meninggalnya dalam posisi tidur. Saya tidurnya di kamar sebelah, sementara ajik tidur sendiri. Paginya pas setengah 7 mau bangunin untuk sarapan. Tapi tidak ada respon. Saya minta bantuan sama ponakan untuk periksa. Ajik sudah tidak ada. Saat itu ajik badannya masih hangat,” terang Jro Griya saat dijumpai di kediamannya.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Seniman topeng Ida Bagus Indra, 53 telah berpulang. Salah satu personil bondres Sanggar Dwi Mekar Singaraja itu menderita sakit komplikasi. Kini sosok yang memerankan tokoh cungik dalam bondres itu tidak lagi dapat menghibur masyarakat Bali.

Perannya yang kocak sangat dinanti bila Sanggar Dwi Mekar Singaraja pentas di atas panggung. Banyolan khas cungik itu telah dikenal di seantero Bali bahkan Jawa. Pria kelahiran 9 Januari 1969 ini adalah sosok yang ramah dan periang. Namun, kini Ida Bagus Indra alias Gus Gelondong tinggal kenangan.

Ketika disambangi di rumah duka di Banjar Dinas Munduk Sari, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak, sejumlah anggota keluarga serta beberapa kerabat tengah sibuk mempersiapkan tempat. Raut kesedihan nampak di wajah istri serta anak-anaknya. Kesedihan mendalam terlihat dari mimik wajah putri keduanya, Ida Ayu Putri Indrayani, 20. Gadis yang disapa Gek Putri ini sangat dekat dengan sosok ayah yang dipanggilnya ajik.

Ida Bagus Indra meninggal pada Minggu (26/12) sekitar pukul 06.30 pagi. Kepergiannya pertama kali diketahui oleh istri tercintanya Jro Ketut Griya. Pagi itu, Jro Griya hendak membangunkan suaminya untuk sarapan.

Dari penuturannya, Ida Bagus Indra biasa mengkonsumsi susu pada pagi hari. Jro Griya datang ke kamar suaminya karena ia dan suami tidur terpisah lantaran Jro Griya sedang sakit. Namun ketika dibangunkan tidak ada respons dari suaminya. Jro Griya mencoba memanggil-manggil suaminya agar terbangun, namun tak juga bangun. Ia lantas memnita bantuan keponakannya, Ida Ayu Candra Dewi untuk memeriksa pamannya. Kebetulan, keponakannya itu baru saja menyelesaikan pendidikan kebidanannya.

“Meninggalnya dalam posisi tidur. Saya tidurnya di kamar sebelah, sementara ajik tidur sendiri. Paginya pas setengah 7 mau bangunin untuk sarapan. Tapi tidak ada respon. Saya minta bantuan sama ponakan untuk periksa. Ajik sudah tidak ada. Saat itu ajik badannya masih hangat,” terang Jro Griya saat dijumpai di kediamannya.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/