Angkat Filosofi Wong Samar, Semara Pagulingan Duta Badung Memukau PKB 2026

BALIEXPRESS.ID – Rekasadana (Pergelaran) Semara Pagulingan dari Komunitas Seni Nyenit-Nyenir, Banjar Sulangai, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, tampil memukau di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Kamis (25/6).
Penampilan Duta Kabupaten Badung, menghadirkan perpaduan tabuh dan tari yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal.
Hal ini pun sejalan dengan tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha yang bermakna “Memuliakan Jiwa Paripurna”.
Baca Juga: Kemenpar Luncurkan 95 Paket Wisata Libur Sekolah, Dorong Pergerakan Wisatawan Nusantara
Penampilan yang melibatkan puluhan seniman itu membawakan empat garapan, yakni dua tabuh dan dua tari.
Di antaranya Tabuh Klasik Sekar Taman, Tabuh Kreasi, Tari Legong Kreasi berjudul Wwan atau Wang Amuha, serta Tari Jauk Longor.
Garapan tersebut mendapat sambutan hangat dari penonton yang memadati Gedung Ksirarnawa.
Ketua Komunitas Seni Nyenit-Nyenir, I Made Yudiarta mengatakan, penampilan tahun ini tidak hanya menonjolkan aspek estetika seni pertunjukan, tetapi juga menyampaikan pesan spiritual yang berakar dari tradisi masyarakat Desa Sulangai.
”Kami mengambil kearifan lokal yang ada di wilayah kami, yakni Desa Sulangai. Kami mengangkat cerita terkait Wong Samar sebagai bentuk pemuliaan terhadap percikan kecil Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang juga mendiami makhluk-makhluk yang tidak kasat mata. Jadi ini merupakan bentuk pemuliaan terhadap atman yang sangat relevan dengan tema Atma Kerthi pada PKB tahun ini,” ujar Yudiarta.
Pihaknya menyebutkan, karya utama yang menjadi fokus garapan adalah Tari Legong Kreasi berjudul Wang Amuha.
Karya tersebut mengangkat filosofi tentang penghormatan terhadap seluruh ciptaan Tuhan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.



