alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Usadha Babahi (4) : Babahi Paling Sakti Mas Rejek Gumi

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam Babahi, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan mantra untuk mengatasi akibat sakit karena dibuat oleh orang berniat jahat ini, akan dibeber lewat Usada Babahi.

Usada Babahi diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku ‘Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali’ yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).

Tanda-tanda penyakit terkena Babahi. Sakit di perut dan sakitnya  berpindah ke setiap persendian, menguasai seluruh bagian kepala, bergerak ke badan, kaku linu dan pegal, perasaan seperti ditusuk berpindah-pindah. 

Kalau Babahi berada di kepala, si sakit menjadi salah lihat, mulut komat kamit bertabiat seperti orang gila, berbicara tidak karuan. Apabila penyakit Babahi ada di lidah maupun di mulut akan terjadi tiwang (gangguan Babahi, yaitu mata mendelik, ujung tangan melipat, berlaku seperti orang gila dan menganggap dirinya dewa. 

Apabila berada di dalam perut, maka akan kuat makan dan minum, tidak pernah merasa kenyang. Berada di kaki akan pergi kemana-mana. Menyusup ke tangan si sakit akan mengamuk tidak mau didekati. Bila menguasai kata-katanya (Balib: sabdu), dia akan demam, ingin selalu mandi, mencebur ke dalam sungai. 

Inilah yang membingungkan si dukun dan keluarga si sakit, karena inilah yang dikehendaki oleh Babahi. Babahi yang paling sakti bernama Mas Rejek-Gumi, menimbulkan sakit yang berbeda-beda. Abdinya ada sebanyak 33, diantaranya Ki Geni-Sakti, Ki Mas Tarung, Ki Geni Murub, Ki Gringsir Wukir,  I Siwa Mageni, I Wuyp Geni, I Geni Makunda, I Kurab Kajang, I Tingkeb Gumi, I Getih Sabara. 

Mereka inilah dianggap sebagai punggawanya. Ada pengikutnya lagi masing-masing 11 orang. Apabila si dukun kurang mahir mengobati, penyakit itu bisa menyerang dirinya dan mereka pun sama-sama mati.


DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam Babahi, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan mantra untuk mengatasi akibat sakit karena dibuat oleh orang berniat jahat ini, akan dibeber lewat Usada Babahi.

Usada Babahi diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku ‘Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali’ yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).

Tanda-tanda penyakit terkena Babahi. Sakit di perut dan sakitnya  berpindah ke setiap persendian, menguasai seluruh bagian kepala, bergerak ke badan, kaku linu dan pegal, perasaan seperti ditusuk berpindah-pindah. 

Kalau Babahi berada di kepala, si sakit menjadi salah lihat, mulut komat kamit bertabiat seperti orang gila, berbicara tidak karuan. Apabila penyakit Babahi ada di lidah maupun di mulut akan terjadi tiwang (gangguan Babahi, yaitu mata mendelik, ujung tangan melipat, berlaku seperti orang gila dan menganggap dirinya dewa. 

Apabila berada di dalam perut, maka akan kuat makan dan minum, tidak pernah merasa kenyang. Berada di kaki akan pergi kemana-mana. Menyusup ke tangan si sakit akan mengamuk tidak mau didekati. Bila menguasai kata-katanya (Balib: sabdu), dia akan demam, ingin selalu mandi, mencebur ke dalam sungai. 

Inilah yang membingungkan si dukun dan keluarga si sakit, karena inilah yang dikehendaki oleh Babahi. Babahi yang paling sakti bernama Mas Rejek-Gumi, menimbulkan sakit yang berbeda-beda. Abdinya ada sebanyak 33, diantaranya Ki Geni-Sakti, Ki Mas Tarung, Ki Geni Murub, Ki Gringsir Wukir,  I Siwa Mageni, I Wuyp Geni, I Geni Makunda, I Kurab Kajang, I Tingkeb Gumi, I Getih Sabara. 

Mereka inilah dianggap sebagai punggawanya. Ada pengikutnya lagi masing-masing 11 orang. Apabila si dukun kurang mahir mengobati, penyakit itu bisa menyerang dirinya dan mereka pun sama-sama mati.


Most Read

Artikel Terbaru

/