alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Bisa Bikin Bingung, Lesung di Atas Pohon Beringin Jaga Desa Apuan

BANGLI, BALI EXPRESS -Warga Desa Adat di Bangli punya Lesung unik. Tak seperti biasanya, digunakan untuk menumbuk padi, karena letaknya tidak terjangkau oleh kaum ibu -ibu. Bahkan fungsinya sudah berbeda karena sangat disakralkan.

Keberadaan Lesung atau Pajenengan di atas pohon beringin di Desa Adat Apuan, Kecamatan Susut, Bangli, diyakini menjaga desa setempat. Banyak hal-hal di luar nalar terjadi di seputaran beringin, tempat Lesung itu bertengger.

Bendesa Adat Apuan Nyoman Wirya mengatakan bahwa sering terjadi sejumlah orang tidak menemukan jalan saat tiba pohon beringin di catus pata. Padahal sudah sering lewat di sana.

Ada juga yang malah mengelilingi pohon beringin itu, tanpa tujuan yang jelas. Beberapa dari mereka yang sempat ditanya ternyata membawa pasikepan (jimat).

Keanehan lain, lanjut Wirya, saat Lesung akan dinaikkan setelah dibuatkan atap, tiba-tiba hujan deras. Hujan hanya terjadi di sekitar pohon beringin. Pernah juga ada seorang balian hendak mau mengobati warga di sana. Tiba-tiba berhenti di timur catus pata. Katanya harus minta izin dulu secara niskala sebelum masuk wilayah Apuan. Tanpa izin, balian itu tidak berani.

“Pengalaman masyarakat, ada yang melihat bahwa ada tentara turun di sana, tapi hilang,” sambung Ketua Saba Desa Apuan Nyoman Salin.

Wirya kembali menegaskan, selain piodalan rutin setiap Sukra Umanis Kelawu, banyak juga warga sembahyang sendiri-sendiri di Pura Pajenengan. Misalnya saat akan melamar pekerjaan, hendak berangkat bekerja di kapal pesiar dan tujuan lainnya, bahkan beberapa orang juga ada mohon supaya sembuh dari sakit yang diderita.

Mereka biasanya berhubungan langsung dengan pamangku di sana, karena tidak sekadar sembahyang. Ada juga yang ingin nunas tirta dari Pajenengan itu, tapi tidak semua beruntung.

Berdasarkan penuturan pamangku di sana, kata Wirya, Lesung itu tidak selalu berisi tirta. Biasanya akan berisi saat piodalan, karena akan dicampur dengan tirta lainnya. “Itu uniknya, padahal berisi atap tapi ada airnya (tirta),” ungkap Wirya.

Saat Covid-19 melanda,  desa setempat juga memohon keselamatan di Pura Pajenengan. Meskipun ada yang positif, tidak ada sampai meninggal dunia.

Wirya memastikan akan tetap menjaga kesakralan lesung tersebut, meskipun ke depan direncanakan menjadi objek wisata, menjadi satu paket dengan tempat malukat yang ada di wilayah itu. Kini tempat malukat masih dalam penataan. (wan)

 


BANGLI, BALI EXPRESS -Warga Desa Adat di Bangli punya Lesung unik. Tak seperti biasanya, digunakan untuk menumbuk padi, karena letaknya tidak terjangkau oleh kaum ibu -ibu. Bahkan fungsinya sudah berbeda karena sangat disakralkan.

Keberadaan Lesung atau Pajenengan di atas pohon beringin di Desa Adat Apuan, Kecamatan Susut, Bangli, diyakini menjaga desa setempat. Banyak hal-hal di luar nalar terjadi di seputaran beringin, tempat Lesung itu bertengger.

Bendesa Adat Apuan Nyoman Wirya mengatakan bahwa sering terjadi sejumlah orang tidak menemukan jalan saat tiba pohon beringin di catus pata. Padahal sudah sering lewat di sana.

Ada juga yang malah mengelilingi pohon beringin itu, tanpa tujuan yang jelas. Beberapa dari mereka yang sempat ditanya ternyata membawa pasikepan (jimat).

Keanehan lain, lanjut Wirya, saat Lesung akan dinaikkan setelah dibuatkan atap, tiba-tiba hujan deras. Hujan hanya terjadi di sekitar pohon beringin. Pernah juga ada seorang balian hendak mau mengobati warga di sana. Tiba-tiba berhenti di timur catus pata. Katanya harus minta izin dulu secara niskala sebelum masuk wilayah Apuan. Tanpa izin, balian itu tidak berani.

“Pengalaman masyarakat, ada yang melihat bahwa ada tentara turun di sana, tapi hilang,” sambung Ketua Saba Desa Apuan Nyoman Salin.

Wirya kembali menegaskan, selain piodalan rutin setiap Sukra Umanis Kelawu, banyak juga warga sembahyang sendiri-sendiri di Pura Pajenengan. Misalnya saat akan melamar pekerjaan, hendak berangkat bekerja di kapal pesiar dan tujuan lainnya, bahkan beberapa orang juga ada mohon supaya sembuh dari sakit yang diderita.

Mereka biasanya berhubungan langsung dengan pamangku di sana, karena tidak sekadar sembahyang. Ada juga yang ingin nunas tirta dari Pajenengan itu, tapi tidak semua beruntung.

Berdasarkan penuturan pamangku di sana, kata Wirya, Lesung itu tidak selalu berisi tirta. Biasanya akan berisi saat piodalan, karena akan dicampur dengan tirta lainnya. “Itu uniknya, padahal berisi atap tapi ada airnya (tirta),” ungkap Wirya.

Saat Covid-19 melanda,  desa setempat juga memohon keselamatan di Pura Pajenengan. Meskipun ada yang positif, tidak ada sampai meninggal dunia.

Wirya memastikan akan tetap menjaga kesakralan lesung tersebut, meskipun ke depan direncanakan menjadi objek wisata, menjadi satu paket dengan tempat malukat yang ada di wilayah itu. Kini tempat malukat masih dalam penataan. (wan)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/