alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Lontar Kala Tattwa, Kisah Bhatara Kala hingga Awal Mula Metatah

Wuku Wayang selalu menarik untuk diulas. Wuku ke-27 ini memang erat kaitannya dengan kisah Bhatara Kala yang tertuang dalam Lontar Kala Tattwa. Bahkan, ada nilai-nilai etika yang layak untuk diaplikasikan selain dari ritual metatah (potong gigi)

 

DOSEN Kajian Budaya, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Ida Bagus Gede Paramita mengatakan Lontar Kala Tattwa banyak mengandung pesan moral baik dalam Tattwa, Susila maupun Upacara. Dalam Tattwa Kala ini diceritakan bagaimana sulitnya Sang Hyang Kala mencari Ayah Ibunya karena beliau dianggap masih kotor.

Dikatakan Ida Bagus Paramita, dalam Lontar Kala Tatwa dikisahkan suatu hari Bhatara Siwa dan Dewi Uma sedang berjalan-jalan di pinggir pantai untuk melihat keindahan laut. Pada saat itu angin bertiup cukup kencang sehingga menyingkap kain Dewi Uma. Bangkitlah nafsu Bhatara Siwa, tetapi sebelum terjadi hubungan sperma Bhatara Siwa terlebih dahulu keluar dan jatuh di laut.

Sperma itu dikatakan bercahaya sehingga mengagetkan bhatara Brahma dan Bhatara Wisnu. Kemudian atas kesaktian yoganya, sperma itu berhasil dikumpulkan dan lahir menjadi raksasa yang tinggi dan besar yang nantinya disebut Sang Hyang Kala.

Setelah Sang Hyang Kala sadar akan diri ingin mengetahui siapa sebenarnya orang tuanya. Kemudian dipandangnya seluruh penjuru arah mata angin. Ternyata sepi, karena itu ia berteriak keras-keras sehingga mengguncangkan alam sorga.

Dewata nawa Sanga menjadi murka, kemudian datang bersama-sama mengeroyok, namun Sang Hyang Kala tidak melawan. Meski diserang oleh para Dewata, namun Sang Hyang Kala sedikitpun tidak terluka oleh senjata mereka. Menyaksikan hal ini para Dewata Nawa Sanga kemudian melaporkan kehadapan Bhatara Siwa, bahwa ada raksasa yang mengobrak-abrik sorga.

Atas dasar itu Bhatara Siwa turun dan mengadapinya. Akhirnya terjadi perang tanding antara Bahtara Siwa dengan Sang Hyang Kala. Sang Hyang Kala tidak dapat dilukai, hal ini menyebabkan Bhatara Siwa melarikan diri.






Reporter: I Putu Mardika

Wuku Wayang selalu menarik untuk diulas. Wuku ke-27 ini memang erat kaitannya dengan kisah Bhatara Kala yang tertuang dalam Lontar Kala Tattwa. Bahkan, ada nilai-nilai etika yang layak untuk diaplikasikan selain dari ritual metatah (potong gigi)

 

DOSEN Kajian Budaya, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Ida Bagus Gede Paramita mengatakan Lontar Kala Tattwa banyak mengandung pesan moral baik dalam Tattwa, Susila maupun Upacara. Dalam Tattwa Kala ini diceritakan bagaimana sulitnya Sang Hyang Kala mencari Ayah Ibunya karena beliau dianggap masih kotor.

Dikatakan Ida Bagus Paramita, dalam Lontar Kala Tatwa dikisahkan suatu hari Bhatara Siwa dan Dewi Uma sedang berjalan-jalan di pinggir pantai untuk melihat keindahan laut. Pada saat itu angin bertiup cukup kencang sehingga menyingkap kain Dewi Uma. Bangkitlah nafsu Bhatara Siwa, tetapi sebelum terjadi hubungan sperma Bhatara Siwa terlebih dahulu keluar dan jatuh di laut.

Sperma itu dikatakan bercahaya sehingga mengagetkan bhatara Brahma dan Bhatara Wisnu. Kemudian atas kesaktian yoganya, sperma itu berhasil dikumpulkan dan lahir menjadi raksasa yang tinggi dan besar yang nantinya disebut Sang Hyang Kala.

Setelah Sang Hyang Kala sadar akan diri ingin mengetahui siapa sebenarnya orang tuanya. Kemudian dipandangnya seluruh penjuru arah mata angin. Ternyata sepi, karena itu ia berteriak keras-keras sehingga mengguncangkan alam sorga.

Dewata nawa Sanga menjadi murka, kemudian datang bersama-sama mengeroyok, namun Sang Hyang Kala tidak melawan. Meski diserang oleh para Dewata, namun Sang Hyang Kala sedikitpun tidak terluka oleh senjata mereka. Menyaksikan hal ini para Dewata Nawa Sanga kemudian melaporkan kehadapan Bhatara Siwa, bahwa ada raksasa yang mengobrak-abrik sorga.

Atas dasar itu Bhatara Siwa turun dan mengadapinya. Akhirnya terjadi perang tanding antara Bahtara Siwa dengan Sang Hyang Kala. Sang Hyang Kala tidak dapat dilukai, hal ini menyebabkan Bhatara Siwa melarikan diri.






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/