alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Orang yang Lahir Hari Jumat Diibaratkan Gambelan, Kenapa?

BULELENG, BALI EXPRESS – Dalam naskah Wrespati Kalpa, orang-orang yang lahir pada Hari Jumat disebutkan mendapat naungan dari Dewi Sri dengan neptu 6 dan berlambang air.

Dewi Sri yang memiliki sifat baik hati, lemah lembut, halus tutur katanya, luhur budi bahasanya, memikat dan menyenangkan semua orang.

Mereka yang lahir hari Jumat memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan Dewi Sri, disenangi banyak orang dan baik budinya. Burungnya burung perkutut, bermakna mereka yang lahir hari Jumat sering kali disayang oleh orang-orang besar, selain itu tutur katanya menarik perhatian orang lain. Biasanya cenderung pendiam.

Dia diibaratkan seperti gambelan ngidung, memberi ketenangan kepada orang lain, menentramkan. Bagi yang lahir di hari Jumat, jika mengikuti ajaran kebenaran ia akan menjadi orang yang pintar dan bijaksana. Di saat hari tua akan mendapatkan kasih sayang dari anak-anaknya. Pekerjaan yang cocok berdasarkan teks adalah petani, pedagang, pelayar, atau menjadi guru.

Baca Juga :  Aturan Karantina Diperketat, Dilarang Kontak antar Penghuni Kamar

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI) Kecamatan Buleleng, Nyoman Suardika mengatakan, mereka yang lahir di hari Sabtu berada di bawah naungan Dewi Durga dengan neptu 9. Dalam Raspatikala disebutkan orang yang lahir Sabtu memiliki sifat egois dan individualis yang tinggi.

“Burungnya burung hantu, biasanya mereka yang lahir hari Sabtu senang menyendiri dan memiliki firasat yang tajam, ” terangnya.

Dikatakannya, kebimbangan sering meliputi hatinya, pikirannya sering tak menentu karena sering bertentangan dengan hatinya.

Biasanya mereka teguh dalam memegang kata-katanya. Sering kali kata yang dilontarkan tajam, sehingga orang yang mendengar merasa segan.”Mereka yang lahir di hari Sabtu menyayangi keluarganya, sahabatnya, dan anak-anaknya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Pura Bhuana Gelgel Gelar Karya setelah 500 Tahun, Anggarannya Rp 6 M

 






Reporter: I Putu Mardika

BULELENG, BALI EXPRESS – Dalam naskah Wrespati Kalpa, orang-orang yang lahir pada Hari Jumat disebutkan mendapat naungan dari Dewi Sri dengan neptu 6 dan berlambang air.

Dewi Sri yang memiliki sifat baik hati, lemah lembut, halus tutur katanya, luhur budi bahasanya, memikat dan menyenangkan semua orang.

Mereka yang lahir hari Jumat memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dengan Dewi Sri, disenangi banyak orang dan baik budinya. Burungnya burung perkutut, bermakna mereka yang lahir hari Jumat sering kali disayang oleh orang-orang besar, selain itu tutur katanya menarik perhatian orang lain. Biasanya cenderung pendiam.

Dia diibaratkan seperti gambelan ngidung, memberi ketenangan kepada orang lain, menentramkan. Bagi yang lahir di hari Jumat, jika mengikuti ajaran kebenaran ia akan menjadi orang yang pintar dan bijaksana. Di saat hari tua akan mendapatkan kasih sayang dari anak-anaknya. Pekerjaan yang cocok berdasarkan teks adalah petani, pedagang, pelayar, atau menjadi guru.

Baca Juga :  Anak-anak Masiat di Puseh Blega, Pertanda Pujawali Tuntas

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia ( PHDI) Kecamatan Buleleng, Nyoman Suardika mengatakan, mereka yang lahir di hari Sabtu berada di bawah naungan Dewi Durga dengan neptu 9. Dalam Raspatikala disebutkan orang yang lahir Sabtu memiliki sifat egois dan individualis yang tinggi.

“Burungnya burung hantu, biasanya mereka yang lahir hari Sabtu senang menyendiri dan memiliki firasat yang tajam, ” terangnya.

Dikatakannya, kebimbangan sering meliputi hatinya, pikirannya sering tak menentu karena sering bertentangan dengan hatinya.

Biasanya mereka teguh dalam memegang kata-katanya. Sering kali kata yang dilontarkan tajam, sehingga orang yang mendengar merasa segan.”Mereka yang lahir di hari Sabtu menyayangi keluarganya, sahabatnya, dan anak-anaknya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jero Mangku Ketut Weda: Tuah Tipat Hilang Bila Dibawa Pulang

 






Reporter: I Putu Mardika

Most Read

Artikel Terbaru

/