27.6 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Kremasi ala Desa Adat Duda, Solusi untuk Warga Tekan Biaya Ngaben

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Karangasem memberikan solusi kepada masyarakatnya ketika melaksanakan upacara Ngaben.

Masyarakat yang ingin melaksanakan pangabenan ditawarkan kremasi ala desa adat, di mana pelaksanaannya tidak jauh beda dengan kremasi di tempat lain.

Bendesa Adat Duda I Komang Sujana menyebutnya sebagai kremasi ala desa adat. Krama yang ingin melaksanakan itu cukup mengeluarkan biaya Rp 12 juta, pangabenan sudah bisa terselesaikan. Seluruh prosesnya sudah ada yang mengatur.

Program ini diyakini bisa menekan biaya dari upacara pangabenan itu. Jika krama melaksanakan kremasi di luar desa, otomatis akan mengeluarkan biaya tambahan, termasuk transport, bahkan konsumsi.

Ia menyadari bahwa zaman semakin berkembang, krematorium sudah mulai menjamur. Menyikapi hal tersebut, pihaknya pun membuat kremasi ala desa adat ini. “Jangan sampai bergeser dresta Bali kita, makanya Duda bikin solusi. Kita modifikasi yadnya itu tidak mengurangi makna, tapi mirip dengan kremasi,” lanjutnya, kemarin.

Baca Juga :  Ada Suara Gaib yang Mengarahkan Dwipayana Saat Mengukir Topeng

Program ini baru dilaksanakan di tiga banjar yang ada di Desa Adat Duda, yaitu Banjar Wates Tengah, Banjar Bencingah Duda dan Banjar Wates Kangin. Meskipun belum semua banjar di wilayah desa itu menjalankan program tersebut, namun jika masyarakat Desa Adat Duda yang berada di banjar lain ingin melaksanakan itu, pihaknya tidak melarang. “Harapan kami supaya seluruh banjar melakukan itu,” terangnya.

Untuk pelaksanaan kremasi ala desa adat ini, lanjut Sujana, menggunakan satu setra, yakni di Setra Kangin. Di mana setra tersebut digunakan oleh 18 banjar. “Desa Adat Duda terus berinovasi supaya jangan sampai menjadi Hindu itu berat, jangan sampai melaksanakan dresta Bali itu berat,” terangnya. (dir)

Baca Juga :  Dipakai Iringi Pitra Yadnya, Gong Dewa Munculkan Keanehan

 


KARANGASEM, BALI EXPRESS – Desa Adat Duda, Kecamatan Selat, Karangasem memberikan solusi kepada masyarakatnya ketika melaksanakan upacara Ngaben.

Masyarakat yang ingin melaksanakan pangabenan ditawarkan kremasi ala desa adat, di mana pelaksanaannya tidak jauh beda dengan kremasi di tempat lain.

Bendesa Adat Duda I Komang Sujana menyebutnya sebagai kremasi ala desa adat. Krama yang ingin melaksanakan itu cukup mengeluarkan biaya Rp 12 juta, pangabenan sudah bisa terselesaikan. Seluruh prosesnya sudah ada yang mengatur.

Program ini diyakini bisa menekan biaya dari upacara pangabenan itu. Jika krama melaksanakan kremasi di luar desa, otomatis akan mengeluarkan biaya tambahan, termasuk transport, bahkan konsumsi.

Ia menyadari bahwa zaman semakin berkembang, krematorium sudah mulai menjamur. Menyikapi hal tersebut, pihaknya pun membuat kremasi ala desa adat ini. “Jangan sampai bergeser dresta Bali kita, makanya Duda bikin solusi. Kita modifikasi yadnya itu tidak mengurangi makna, tapi mirip dengan kremasi,” lanjutnya, kemarin.

Baca Juga :  Begini Sarana Prosesi dan Mantra Nerang di Bali

Program ini baru dilaksanakan di tiga banjar yang ada di Desa Adat Duda, yaitu Banjar Wates Tengah, Banjar Bencingah Duda dan Banjar Wates Kangin. Meskipun belum semua banjar di wilayah desa itu menjalankan program tersebut, namun jika masyarakat Desa Adat Duda yang berada di banjar lain ingin melaksanakan itu, pihaknya tidak melarang. “Harapan kami supaya seluruh banjar melakukan itu,” terangnya.

Untuk pelaksanaan kremasi ala desa adat ini, lanjut Sujana, menggunakan satu setra, yakni di Setra Kangin. Di mana setra tersebut digunakan oleh 18 banjar. “Desa Adat Duda terus berinovasi supaya jangan sampai menjadi Hindu itu berat, jangan sampai melaksanakan dresta Bali itu berat,” terangnya. (dir)

Baca Juga :  Ada Suara Gaib yang Mengarahkan Dwipayana Saat Mengukir Topeng

 


Most Read

Artikel Terbaru

/