alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Pancoran Solas Alas Tapa di Peninjoan Dijaga Macan dan Dewi Kesuburan

BALI EXPRESS, BANGLI – Beberapa tahun lalu, sebelum tempat Malukat Pancoran Solas Alas Tapa di Peninjoan, Tembuku, Bangli tertata seperti sekarang, semua sumber mata air tertutup material. Warga pun tak mengetahui bahwa di kawasan itu ada banyak sumber mata air.

 

Sumber mata air di Alas Tapa tak terlihat karena ada batu padas besar menyumbat titik-titik air.
Warga tidak mengetahui adanya sumber air. Itu baru diketahui setelah mendapati  bebatuan dan tebing yang kerap lembab. Hingga akhirnya perbekel bersama warga memutuskan membersihkan area tersebut, bersamaan dengan dibersihkannya Pura Subak Ulun Suwi. Kemudian saat dibersihkan, ditemukanlah banyak sumber air yang keluar dari banyak titik.

“Kami mulai menata tempat ini perlahan. Sampai kami buatkan tempat penampungan air, agar air pancuran ini tidak terbuang sia-sia. Kami bisa atur debit air di penampungan ini,” jelas Perbekel Desa Peninjoan, I Dewa Nyoman Tagel kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), pekan kemarin.

Nyoman Tagel menuturkan, sempat ada cerita dari orang-orang suci bahwa wilayah yang kini disebut Alas Tapa ditempati oleh patapakan macan yang dimanifestasikan sebagai wujud Ratu Bagus, serta sosok wanita cantik berwujud Dewi Kwan Im. Para pendeta itu mendapat wahyu agar di tempat tersebut dibangun sebuah patung dewi bersama patapakan macan. “Munculnya kadang siang. Ada juga malam. Kalau warga biasa tidak bisa melihat. Yang bisa hanyalah para sulinggih atau orang dengan kemampuan melihat hal mistis,” ucap  Nyoman Tagel.

Dia mengaku belum pernah merasakan keanehan secara kasat mata. Namun, dia sempat merasa seketika area Pancoran Solas Alas Tapa seperti dikerumuni banyak orang. Padahal, kata dia, tidak ada siapa-siapa di tempat tersebut.

Untuk menghormati penunggu area Alas Tapa, rencananya warga bakal membangun patung dewi yang melambangkan kesuburan, serta patung macan sebagai stana patapakan Ratu Bagus. Patung bakal ditempatkan di atas tebing pancoran lengkap dengan patung macan. Selain itu, Pura Subak Ulun Suwi akan diperluas.

Keanehan lainnya, lanjut Nyoman Tagel, wilayah yang dulu kering itu kini mampu mengakomodasi kebutuhan air untuk beberapa lahan atau sawah milik warga. Dari kolam penampung air itu, petani bisa mendapat pasokan air lebih banyak. “Sampai panen dua tiga kali setahun,” pungkas Nyoman Tagel.


BALI EXPRESS, BANGLI – Beberapa tahun lalu, sebelum tempat Malukat Pancoran Solas Alas Tapa di Peninjoan, Tembuku, Bangli tertata seperti sekarang, semua sumber mata air tertutup material. Warga pun tak mengetahui bahwa di kawasan itu ada banyak sumber mata air.

 

Sumber mata air di Alas Tapa tak terlihat karena ada batu padas besar menyumbat titik-titik air.
Warga tidak mengetahui adanya sumber air. Itu baru diketahui setelah mendapati  bebatuan dan tebing yang kerap lembab. Hingga akhirnya perbekel bersama warga memutuskan membersihkan area tersebut, bersamaan dengan dibersihkannya Pura Subak Ulun Suwi. Kemudian saat dibersihkan, ditemukanlah banyak sumber air yang keluar dari banyak titik.

“Kami mulai menata tempat ini perlahan. Sampai kami buatkan tempat penampungan air, agar air pancuran ini tidak terbuang sia-sia. Kami bisa atur debit air di penampungan ini,” jelas Perbekel Desa Peninjoan, I Dewa Nyoman Tagel kepada Bali Express ( Jawa Pos Group), pekan kemarin.

Nyoman Tagel menuturkan, sempat ada cerita dari orang-orang suci bahwa wilayah yang kini disebut Alas Tapa ditempati oleh patapakan macan yang dimanifestasikan sebagai wujud Ratu Bagus, serta sosok wanita cantik berwujud Dewi Kwan Im. Para pendeta itu mendapat wahyu agar di tempat tersebut dibangun sebuah patung dewi bersama patapakan macan. “Munculnya kadang siang. Ada juga malam. Kalau warga biasa tidak bisa melihat. Yang bisa hanyalah para sulinggih atau orang dengan kemampuan melihat hal mistis,” ucap  Nyoman Tagel.

Dia mengaku belum pernah merasakan keanehan secara kasat mata. Namun, dia sempat merasa seketika area Pancoran Solas Alas Tapa seperti dikerumuni banyak orang. Padahal, kata dia, tidak ada siapa-siapa di tempat tersebut.

Untuk menghormati penunggu area Alas Tapa, rencananya warga bakal membangun patung dewi yang melambangkan kesuburan, serta patung macan sebagai stana patapakan Ratu Bagus. Patung bakal ditempatkan di atas tebing pancoran lengkap dengan patung macan. Selain itu, Pura Subak Ulun Suwi akan diperluas.

Keanehan lainnya, lanjut Nyoman Tagel, wilayah yang dulu kering itu kini mampu mengakomodasi kebutuhan air untuk beberapa lahan atau sawah milik warga. Dari kolam penampung air itu, petani bisa mendapat pasokan air lebih banyak. “Sampai panen dua tiga kali setahun,” pungkas Nyoman Tagel.


Most Read

Artikel Terbaru

/