alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Usada Rare (4) : Bayi Menangis Seperti Ketakutan

DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dari usia bayi sampai anak-anak, dibeber lewat Usada Rare. 

Usada Rare diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku ‘Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali’ yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).

Bayi sering sakit dan menangis siang malam. Upacara caru (kurban) di tempat menanam ari-arinya, berupa nasi 4 kepal beralaskan daun dapdap, semua tiga helai, ikan laut dan ikan darat, bawang, lekesan (suguhan berupa sirih dilipat) masing-masing 1 buah, air ditaruh dalam cubluk (periuk kecil dari tanah dibakar) diisi bunga masing-masing setangkai. 

Mantra: I Nyai, Babu Abra, Babu-Lembana, Babu-Kakere, iki tadah sajinira, sanakira angatur-ana caru, ri huwusira amukti kaya caru, tunggunen sanakira den abecik. Yen hana dusta durjana mwang durga inayas sadaya panedeh amraguna. Ong phat namah 3 x.

Baca Juga :  Ngulapin, Upacara Kembalikan Bayu, Seimbangkan Catur Sanak

Bayi menangis ketakutan melolong-lolong. Sarana : daun kakara (Dolichos Lablab L.) yang kuning, adas, katumbar, dipipis, ditempelkan pada pusar. Mantra: Ong hala-hala, hili-hili, lah mundura maring adoh. Ong jrung phat, nama swaha.

Bayi badannya panas tidak mau makan. Sarana : kemiri yang masih muda (Bali : kuwud), cendana diasab, ketan gajih, dicampur lalu dipipis, untuk bedak. Bahan jamunya akar silagwi (Sida Rhombifolia L. Malvaceae), rumput belulang (Eleusine indica L. Gaertn L. Graminaceae), kelapa dibakar, bawang ditambus, ketan gajih, 3 biji, diminum (setelah dipipis dan dicampur air). 

Bayi linglung (Bali : mapelek). Sarana : daun kelor (Moringa oleifera juss Moringaceae), adas, air bersih, ditutuh.

Bayi masih menyusu, tetapi sakit. Kalau keras sakitnya, terkena bajangan (setan pengganggu bayi). Sarana : kapkap bertemu ruas 3 lembar, dicampur daringo, ibu si bayi disembar dadanya 3 kali. Mantra: Ong biti-biti, malar kita saking tan hana, sun teka maring sira, teka muksah, lah waras. 

Baca Juga :  Aura Bintang Muncul dari DJ Ayuna Tampil Dengan RNB & Hip-Hop


DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dari usia bayi sampai anak-anak, dibeber lewat Usada Rare. 

Usada Rare diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku ‘Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali’ yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).

Bayi sering sakit dan menangis siang malam. Upacara caru (kurban) di tempat menanam ari-arinya, berupa nasi 4 kepal beralaskan daun dapdap, semua tiga helai, ikan laut dan ikan darat, bawang, lekesan (suguhan berupa sirih dilipat) masing-masing 1 buah, air ditaruh dalam cubluk (periuk kecil dari tanah dibakar) diisi bunga masing-masing setangkai. 

Mantra: I Nyai, Babu Abra, Babu-Lembana, Babu-Kakere, iki tadah sajinira, sanakira angatur-ana caru, ri huwusira amukti kaya caru, tunggunen sanakira den abecik. Yen hana dusta durjana mwang durga inayas sadaya panedeh amraguna. Ong phat namah 3 x.

Baca Juga :  Dasar Pengiwa; Berubah Cuma Ilusi, yang Belajar Selalu Diberi Pilihan

Bayi menangis ketakutan melolong-lolong. Sarana : daun kakara (Dolichos Lablab L.) yang kuning, adas, katumbar, dipipis, ditempelkan pada pusar. Mantra: Ong hala-hala, hili-hili, lah mundura maring adoh. Ong jrung phat, nama swaha.

Bayi badannya panas tidak mau makan. Sarana : kemiri yang masih muda (Bali : kuwud), cendana diasab, ketan gajih, dicampur lalu dipipis, untuk bedak. Bahan jamunya akar silagwi (Sida Rhombifolia L. Malvaceae), rumput belulang (Eleusine indica L. Gaertn L. Graminaceae), kelapa dibakar, bawang ditambus, ketan gajih, 3 biji, diminum (setelah dipipis dan dicampur air). 

Bayi linglung (Bali : mapelek). Sarana : daun kelor (Moringa oleifera juss Moringaceae), adas, air bersih, ditutuh.

Bayi masih menyusu, tetapi sakit. Kalau keras sakitnya, terkena bajangan (setan pengganggu bayi). Sarana : kapkap bertemu ruas 3 lembar, dicampur daringo, ibu si bayi disembar dadanya 3 kali. Mantra: Ong biti-biti, malar kita saking tan hana, sun teka maring sira, teka muksah, lah waras. 

Baca Juga :  Pasien Ratusan, Tolak Sesari, Pijatnya Bisa Kurang dari Semenit


Most Read

Artikel Terbaru

/