alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Dua Kali Berusaha, Salah Satunya Berhasil, Ini Nama yang Beruntung

DENPASAR, BALI EXPRESS – Pergantian tahun sangat ditunggu oleh sebagian orang. Sebab tahun baru diharapkan membawa perubahan kehidupan. Tentunya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Nah, bagaimana kira-kira tahun 2021 mendatang dari hasil teropong metafisika?

Menurut Guru Mangku Hipno, kehidupan manusia senantiasa berproses dari waktu ke waktu. Perubahan adalah sesuatu yang tak dapat dihindari. Demikian pula tahun 2021. Selain berbagai kemudahan, tentu terdapat berbagai tantangan. “Kita sedang berproses. Ketika 2020 kita melakukan langkah-langkah maka 2021 kita memetik buah. Jika 2020 tak melakukan sesuatu, maka 2021 terlambat,” ungkapnya kepada tim Bali Express (Jawa Pos Group) baru-baru ini di kediamannya, Perumahan Gunung Sari Indah, Jalan Tukad Buana I Nomor 61, Keboiwa Utara, Denpasar.

Proses yang dimaksud, lanjut pria dengan nama asli Ketut Gede Suatma Yasa, SH., M.Ag., CHt., MNNLP tersebut, berupa pendewasaan pola pikir dan sikap manusia. Pada tahun 2020, hampir seluruh negara di dunia menghadapi tantangan pandemi Covid-19. Hal ini berdampak ke berbagai bidang. Mulai dari kesehatan, perekonomian, politik, pendidikan, sosial, dan sebagainya. “Tapi kita tidak perlu terlalu khawatir atau cemas. Jika kita bisa berpikir positif, mengapa memilih berpikir negatif. Senang, sedih, suka, duka adalah proses,” terangnya.

Menurut pakar metafisika ini, untuk 2021 kita hendaknya mempersiapkan diri. Kuncinya adalah belajar. Pertama belajar pada ilmu ilmiah. Kedua dari alamiah, yakni dari pengalaman. Nah, pengalaman dikatakan merupakan guru suci yang datang mengajarkan berbagai hal. “Secara metafisika, kehidupan selalu dimulai hari ini. Apa yang kita tanam hari ini, akan kita petik besok. Terkait Covid-19, agar kita menghargai kesehatan. Ketika kita menjaga kesehatan hari ini, maka selanjutnya akan memetik manfaat kesehatan itu, “ ujarnya.

Sehingga, lanjut Guru Mangku, hendaknya jangan memotong pengalaman yang dianggap buruk. Sebab, bisa jadi pengalaman yang dianggap buruk hari ini, justru membawa manfaat di kemudian hari. Tidak perlu menyalahkan siapapun, namun lebih banyak introspeksi diri. Ketika masing-masing pribadi menyadari dirinya, niscaya kehidupan akan berlangsung semakin baik. “Coba bertanya pada diri sendiri, apa yang kita lakukan selama ini. Tak usah jauh-jauh, misalnya sebulan belakangan. Jika banyak hal baik maka kita telah berkontribusi pada semesta dan orang lain. Jika hal baik, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika banyak buruk, maka segera perbaiki. Usai bertanya, langsung perbaiki,” kata pria asal Buleleng ini.
Tahun 2021, menurutnya, hendaknya dilalui dengan banyak menerima, mengalir, dan tersenyum. Ia enggan mengungkap kemungkinan hal buruk yang terjadi. Tapi menurutnya, lebih penting mulai detik ini untuk berupaya melakukan hal-hal baik dan bermanfaat. “Meski dikatakan zaman akan berubah akan lebih baik, tapi kalau kita tidak berubah, maka tidak terjadi,” ujarnya.

Jika pun mendengar atau membaca prediksi atau ramalan yang isinya baik atau buruk, maka lebih baik menanggapi secara positif. Sebab segala kemungkinan bisa saja terjadi. Tergantung usaha manusia untuk mewujudkannya. “Secara metafisika, apa yang belum terjadi, masih bisa kita ubah. Jika kita sudah berupaya, tapi hasilnya ternyata tak sesuai harapan, maka itulah takdir. Jadi kuncinya adalah perbuatan kita,” tegasnya.

Namun demikian, guru besar Brahma Kunta Center ini bersedia mengungkap beberapa ‘bocoran’ prediksi. “Tahun 2020 dua kali kita berusaha, hasilnya tetap nol. Tapi 2021, dua kali kita melakukan sesuatu, salah satunya pasti berhasil. Tahun 2021 tahun optimistis. Meski saat ini kita masih direndam, digodok,” ungkapnya.
Lalu, lanjut magister Brahma Widya IHDN Denpasar (kini UHN I Gusti Bagus Sugriwa) ini, tahun 2021 inisial nama berawalan R, S, dan W akan selalu beruntung. Sedangkan yang waspada terhadap peruntungannya adalah inisial N, K, dan C. “Tahun 2021 orang-orang harus bergerak, tidak diam. Karena orang harus beraksi untuk mendapat reaksi. Yang beruntung, adalah yang aktif, kreatif, inovatif, dan haus pengetahuan,” jelasnya.
Kemudian, tahun 2021 elemen yang bagus berkaitan dengan air. Usaha yang bagus adalah kuliner dan pendidikan. “Kayu, besi, tanah sangat melambat. Terutama besi, 2021 sangat melambat,” katanya.
Nah, sesuatu yang perlu diwaspadai tahun 2021, menurutnya, adalah tingkat tekanan yang tinggi. Sehingga jika tidak siap, bisa stres. Maka, imbaunya harus bisa melenturkan hati. Serta banyak menghibur diri. “Banyak penyakit yang bersumber dari pikiran, misal jantung, ginjal dan sebagainya. 
“Senangkan pikiran, jalankan hobi, tapi jangan terlaku bernafsu. Jangan larut dalam emosi,” tegas pakar hipnoterapis tersebut.
Kembali Guru Mangku menekankan pentingnya introspeksi diri. Kemudian membiasakan berpikir, berbicara dan berbuat positif. “Jika kita berpikir, berucap, dan bebuat positif, maka napas kita ikut baik. Dengan napas yang baik, gunung yang harusnya meletus tertahan, banjir pun tak terjadi. Jangan lupa memutar cakra yadnya. Karena dengan cakra yadnya, dunia tersangga. Kalau kita lupa, maka perlahan langit runtuh,” ujarnya mengingatkan.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Pergantian tahun sangat ditunggu oleh sebagian orang. Sebab tahun baru diharapkan membawa perubahan kehidupan. Tentunya lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Nah, bagaimana kira-kira tahun 2021 mendatang dari hasil teropong metafisika?

Menurut Guru Mangku Hipno, kehidupan manusia senantiasa berproses dari waktu ke waktu. Perubahan adalah sesuatu yang tak dapat dihindari. Demikian pula tahun 2021. Selain berbagai kemudahan, tentu terdapat berbagai tantangan. “Kita sedang berproses. Ketika 2020 kita melakukan langkah-langkah maka 2021 kita memetik buah. Jika 2020 tak melakukan sesuatu, maka 2021 terlambat,” ungkapnya kepada tim Bali Express (Jawa Pos Group) baru-baru ini di kediamannya, Perumahan Gunung Sari Indah, Jalan Tukad Buana I Nomor 61, Keboiwa Utara, Denpasar.

Proses yang dimaksud, lanjut pria dengan nama asli Ketut Gede Suatma Yasa, SH., M.Ag., CHt., MNNLP tersebut, berupa pendewasaan pola pikir dan sikap manusia. Pada tahun 2020, hampir seluruh negara di dunia menghadapi tantangan pandemi Covid-19. Hal ini berdampak ke berbagai bidang. Mulai dari kesehatan, perekonomian, politik, pendidikan, sosial, dan sebagainya. “Tapi kita tidak perlu terlalu khawatir atau cemas. Jika kita bisa berpikir positif, mengapa memilih berpikir negatif. Senang, sedih, suka, duka adalah proses,” terangnya.

Menurut pakar metafisika ini, untuk 2021 kita hendaknya mempersiapkan diri. Kuncinya adalah belajar. Pertama belajar pada ilmu ilmiah. Kedua dari alamiah, yakni dari pengalaman. Nah, pengalaman dikatakan merupakan guru suci yang datang mengajarkan berbagai hal. “Secara metafisika, kehidupan selalu dimulai hari ini. Apa yang kita tanam hari ini, akan kita petik besok. Terkait Covid-19, agar kita menghargai kesehatan. Ketika kita menjaga kesehatan hari ini, maka selanjutnya akan memetik manfaat kesehatan itu, “ ujarnya.

Sehingga, lanjut Guru Mangku, hendaknya jangan memotong pengalaman yang dianggap buruk. Sebab, bisa jadi pengalaman yang dianggap buruk hari ini, justru membawa manfaat di kemudian hari. Tidak perlu menyalahkan siapapun, namun lebih banyak introspeksi diri. Ketika masing-masing pribadi menyadari dirinya, niscaya kehidupan akan berlangsung semakin baik. “Coba bertanya pada diri sendiri, apa yang kita lakukan selama ini. Tak usah jauh-jauh, misalnya sebulan belakangan. Jika banyak hal baik maka kita telah berkontribusi pada semesta dan orang lain. Jika hal baik, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika banyak buruk, maka segera perbaiki. Usai bertanya, langsung perbaiki,” kata pria asal Buleleng ini.
Tahun 2021, menurutnya, hendaknya dilalui dengan banyak menerima, mengalir, dan tersenyum. Ia enggan mengungkap kemungkinan hal buruk yang terjadi. Tapi menurutnya, lebih penting mulai detik ini untuk berupaya melakukan hal-hal baik dan bermanfaat. “Meski dikatakan zaman akan berubah akan lebih baik, tapi kalau kita tidak berubah, maka tidak terjadi,” ujarnya.

Jika pun mendengar atau membaca prediksi atau ramalan yang isinya baik atau buruk, maka lebih baik menanggapi secara positif. Sebab segala kemungkinan bisa saja terjadi. Tergantung usaha manusia untuk mewujudkannya. “Secara metafisika, apa yang belum terjadi, masih bisa kita ubah. Jika kita sudah berupaya, tapi hasilnya ternyata tak sesuai harapan, maka itulah takdir. Jadi kuncinya adalah perbuatan kita,” tegasnya.

Namun demikian, guru besar Brahma Kunta Center ini bersedia mengungkap beberapa ‘bocoran’ prediksi. “Tahun 2020 dua kali kita berusaha, hasilnya tetap nol. Tapi 2021, dua kali kita melakukan sesuatu, salah satunya pasti berhasil. Tahun 2021 tahun optimistis. Meski saat ini kita masih direndam, digodok,” ungkapnya.
Lalu, lanjut magister Brahma Widya IHDN Denpasar (kini UHN I Gusti Bagus Sugriwa) ini, tahun 2021 inisial nama berawalan R, S, dan W akan selalu beruntung. Sedangkan yang waspada terhadap peruntungannya adalah inisial N, K, dan C. “Tahun 2021 orang-orang harus bergerak, tidak diam. Karena orang harus beraksi untuk mendapat reaksi. Yang beruntung, adalah yang aktif, kreatif, inovatif, dan haus pengetahuan,” jelasnya.
Kemudian, tahun 2021 elemen yang bagus berkaitan dengan air. Usaha yang bagus adalah kuliner dan pendidikan. “Kayu, besi, tanah sangat melambat. Terutama besi, 2021 sangat melambat,” katanya.
Nah, sesuatu yang perlu diwaspadai tahun 2021, menurutnya, adalah tingkat tekanan yang tinggi. Sehingga jika tidak siap, bisa stres. Maka, imbaunya harus bisa melenturkan hati. Serta banyak menghibur diri. “Banyak penyakit yang bersumber dari pikiran, misal jantung, ginjal dan sebagainya. 
“Senangkan pikiran, jalankan hobi, tapi jangan terlaku bernafsu. Jangan larut dalam emosi,” tegas pakar hipnoterapis tersebut.
Kembali Guru Mangku menekankan pentingnya introspeksi diri. Kemudian membiasakan berpikir, berbicara dan berbuat positif. “Jika kita berpikir, berucap, dan bebuat positif, maka napas kita ikut baik. Dengan napas yang baik, gunung yang harusnya meletus tertahan, banjir pun tak terjadi. Jangan lupa memutar cakra yadnya. Karena dengan cakra yadnya, dunia tersangga. Kalau kita lupa, maka perlahan langit runtuh,” ujarnya mengingatkan.


Most Read

Artikel Terbaru

/